Mengenal Tanah Longsor, Jenis-Jenis dan Penyebabnya

·Bacaan 7 menit
Mengenal Tanah Longsor, Jenis-Jenis dan Penyebabnya
Mengenal Tanah Longsor, Jenis-Jenis dan Penyebabnya

RumahCom - Curah hujan yang turun makin tinggi di akhir tahun memang rawan menimbulkan bencana seperti tanah longsor. Melansir Suara.com, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya 511 kejadian tanah longsor terjadi di Indonesia sepanjang 2021.

BNPB sendiri mendeskripsikan longsor adalah salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng.

Selain masuknya air ke dalam tanah, ada beberapa faktor lain yang dapat mengakibatkan tanah longsor. Melalui artikel ini, kita akan mempelajari lebih rinci mengenai tanah longsor di antaranya:

  1. 10 Penyebab Area Rawan Longsor
    1. Curah Hujan Tinggi
    2. Gempa
    3. Tanah yang Kurang Padat
    4. Lereng Terjal
    5. Erosi & Penggundulan Hutan
    6. Penyusutan Muka Air Danau atau Bendungan
    7. Area Pertanian di Lereng
    8. Batuan yang Rapuh
    9. Material Timbunan pada Tebing
    10. Beban Berat pada Tanah

  2. Jenis-Jenis Tanah Longsor
    1. Longsor Translasi
    2. Longsor Rotasi
    3. Pergerakan Blok
    4. Runtuhan Batu
    5. Rayapan Tanah
    6. Aliran Bahan Rombakan

  3. Cara Mengurangi Risiko Tanah Longsor

Memahami Konsep Green Building, Manfaat, dan Penerapannya
Memahami Konsep Green Building, Manfaat, dan Penerapannya

Tips Rumah dan Apartemen

Memahami Konsep Green Building, Manfaat, dan Penerapannya

10 Penyebab Area Rawan Longsor

Retakan pada tanah yang dibiarkan dan tidak ditutup dapat meningkatkan risiko terjadinya tanah longsor (Foto: BNPB.go.id)
Retakan pada tanah yang dibiarkan dan tidak ditutup dapat meningkatkan risiko terjadinya tanah longsor (Foto: BNPB.go.id)

Retakan pada tanah yang dibiarkan dan tidak ditutup dapat meningkatkan risiko terjadinya tanah longsor (Foto: BNPB.go.id)

Lalu bagaimana bisa terjadi longsor? Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY melalui situs resminya menjelaskan proses terjadi longsor adalah ketika air yang meresap ke dalam tanah menambah bobot tanah. Saat air tersebut menembus tanah kedap air yang menjadi bidang gelincir, tanah pun menjadi licin dan akhirnya bergerak keluar dari lereng.

1. Curah Hujan Tinggi

Menjelang musim penghujan antara September sampai puncaknya pada Desember, risiko terjadinya tanah longsor semakin besar. Selama musim kemarau, kadar air pada tanah cenderung akan menguap dan membentuk pori-pori atau retakan.

Ketika musim hujan datang, air akan memenuhi celah tersebut dan membuat tanah melunak dalam waktu singkat. Saat fenomena ini terjadi, pergerakan tanah mulai terjadi dan mengakibatkan longsor.

2. Gempa

Getaran hebat yang dihasilkan oleh gempa bumi dapat memecah tanah dalam waktu cepat dan akhirnya menjadi longsor. Tidak hanya gempa, getaran terus-menerus dari mesin, ledakan, atau kendaraan yang lewat juga dapat mengakibatkan tanah longsor.

3. Tanah yang Kurang Padat

Kerapuhan tanah tidak hanya terjadi akibat musim kemarau. Jenis tanah lempung atau tanah liat dengan ketebalan lebih dari 2,5m dengan sudut lereng mencapai 220 derajat juga berisiko mengalami longsor. Kedua jenis tanah tersebut sangat mudah pecah saat panas dan lembek saat diguyur air.

4. Lereng Terjal

Longsor adalah bencana yang mudah terjadi ketika berurusan dengan lereng atau tebing terjal. Hal ini karena semakin terjal lereng maka gaya pendorongnya juga makin besar. Pembentukan lereng dan tebing terjal sendiri terjadi akibat pengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angin.

5. Erosi & Penggundulan Hutan

Tidak hanya menghasilkan oksigen, hutan juga sangat penting untuk mengikat tanah dan mencegah terjadinya longsor. Karena itu, daerah yang gundul akibat penebangan hutan berisiko lebih tinggi mengalami erosi dan tanah longsor. Erosi sendiri terjadi akibat pengikisan air sungai atau laut ke arah tebing. Tanpa adanya tumbuhan, tanah yang terkena erosi akan makin cepat mengalami longsor

6. Penyusutan Muka Air Danau atau Bendungan

Longsor adalah bencana yang berkaitan erat dengan air. Jika permukaan air danau atau bendungan susut secara cepat, gaya penahan pada tanah akan hilang. Akibatnya, tanah akan retak dan berpotensi mengalami longsor. Kondisi dapat diperparah jika kemiringan bendungan mencapai 220 derajat.

7. Area Pertanian di Lereng

Lahan pertanian di lereng dapat berpotensi menimbulkan tanah longsor. Alasannya sederhana, jenis bibit yang ditanam umumnya tidak memiliki akar kuat untuk mengikat bulir tanah. Ditambah dengan penataan lahan perkebunan yang buruk dan genangan di air di petak pertanian semakin meningkatkan risiko longsor.

8. Batuan yang Rapuh

Setelah erupsi, gunung berapi biasanya meninggalkan batuan endapan dan sedimen yang merupakan campuran antara kerikil, batu lempung, dan pasir. Material tersebut umumnya kurang kuat dan mudah sekali untuk mengalami proses pelapukan sehingga mudah longsor.

9. Material Timbunan pada Tebing

Dalam proyek pembangunan dan perluasan area, biasanya akan dilakukan proses pemotongan tebing dan tanah sisa akan ditumpuk di lembah. Tanah tersebut biasanya belum padat sempurna sehingga mudah sekali terjadi longsor saat diguyur hujan lebat.

10. Beban Berat pada Tanah

Jalan raya yang umumnya dibangun di pinggir lereng akan mendapatkan tekanan dari kendaraan untuk waktu lama. Lama-kelamaan, tekanan tersebut dapat memperbesar gaya dorong tanah hingga akhirnya menyebabkan tanah longsor.

Tip Rumah

Gunakan aplikasi peta digital pada ponsel untuk melihat berbagai bencana alam yang tengah terjadi di sekitar Anda.

Jenis-Jenis Tanah Longsor

Bentuk tegak lurus pada lereng membuat risiko alami tanah longsor semakin tinggi. (Foto: BNPB.go.id)
Bentuk tegak lurus pada lereng membuat risiko alami tanah longsor semakin tinggi. (Foto: BNPB.go.id)

Bentuk tegak lurus pada lereng membuat risiko alami tanah longsor semakin tinggi. (Foto: BNPB.go.id)

Melalui pembahasan sebelumnya, Anda telah memahami apa saja faktor yang menjadi penyebab sebuah daerah rawan terkena tanah longsor. Kini, mari kita simak jenis tanah longsor yang terbagi dalam 6 jenis di antaranya:

1. Longsor Translasi

Jenis longsor paling umum ini merupakan peristiwa dimana bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir yang bisa berbentuk rata atau bergelombang landai.

2. Longsor Rotasi

Jika longsor rotasi tanah bergerak pada bidang datar, maka jenis rotasi biasanya melibatkan massa tanah dan batuan yang bergerak pada bidang gelincir berbentuk cekungan.

3. Pergerakan Blok

Disebut juga longsoran translasi blok batu, jenis tanah longsor ini biasanya ditandai dengan bergeraknya massa tanah berbentuk blok pada bidang gelincir rata. Tidak seperti jenis translasi dimana tanah cenderung berhamburan, pada pergerakan blok, tanah yang jatuh bersamaan akan membentuk seperti kubus atau petak sawah.

4. Runtuhan Batu

Sesuai dengan namanya, jenis tanah longsor satu ini terjadi ketika sejumlah besar batuan dan material lain jatuh bebas akibat tanah di bawahnya rapuh serta terkikis. Kejadian longsor ini biasanya terjadi di daerah pantai. Karena material yang jatuh sangat berat, diharapkan warna yang tinggal di lokasi rawan untuk waspada.

5. Rayapan Tanah

Rayapan tanah longsor adalah jenis longsor yang bergerak cukup lambat. Dengan jenis tanah berupa butiran halus dan kasar, pergerakan rayapan tanah sering kali tidak disadari orang. Setelah berjalan cukup lama, dampak kerusakan yang terlihat biasanya tiang listrik atau pohon semakin miring karena terdorong longsor.

6. Aliran Bahan Rombakan

Terakhir, pada jenis ini longsor terjadi akibat air yang massa tanah bergerak menuruni lereng. Pada tipe ini, kecepatan longsor sangat dipengaruhi oleh kemiringan lereng, volume dan tekanan air, serta material tanah. Aliran Bahan Rombakan sangat berbahaya yang mampu memakan banyak korban karena gerakan longsor dapat terjadi sepanjang lereng hingga ratusan meter.

Tinggal di area rawan banjir memiliki risiko yang tinggi mengalami bencana seperti tanah longsor. Ini saatnya Anda mencari hunian, yang bebas banjir dan longsor. Cek pilihan hunian di Lampung dibawah Rp700 juta yang aman dari banjir dan longsor .

Cara Mengurangi Risiko Tanah Longsor

Tanaman akar wangi dan buah sukun dapat membantu mengikat tanah dan mencegah longsor. (Foto: Pexel - Karolina Grabowska)
Tanaman akar wangi dan buah sukun dapat membantu mengikat tanah dan mencegah longsor. (Foto: Pexel - Karolina Grabowska)

Tanaman akar wangi dan buah sukun dapat membantu mengikat tanah dan mencegah longsor. (Foto: Pexel - Karolina Grabowska)

Bencana alam seperti tanah longsor memang salah satu kehendak Tuhan yang tidak dapat diprediksi. Namun, kita dapat mengurangi risikonya dengan melakukan beberapa pencegahan tanah longsor seperti berikut ini:

  • Hindari membangun rumah di atas dan bawah lereng terjal. Longsor adalah bencana yang sering terjadi tiba-tiba tanpa disadari, jadi usahakan tidak mendirikan bangunan apapun di bawah lereng yang tanahnya terlihat rapuh.

  • Tidak membuat kolam aliran air untuk sawah di bagian atas lereng. Genangan air dapat melembutkan tanah sehingga risiko tanah longsor semakin tinggi

  • Sebaiknya, segera tutup dan padatkan retakan tanah yang terlihat dibawah pondasi rumah/sawah agar air tidak masuk melalui retakan.

  • Jangan menebang pohon di daerah lereng. Sebaiknya ditanami dengan jenis tanaman keras yang akarnya kuat dan mampu mengikat tanah.

  • Usahakan tidak memotong tebing jalan menjadi tegak. Ketika tanah di bawahnya mulai terkikis maka dapat terjadi longsor runtuhan batu yang berbahaya.

  • Jangan mendirikan rumah di pinggir sungai karena tanah rawan terjadi erosi dan mengakibatkan longsor.

  • Buat saluran pembuangan air (SPA) yang dapat menjadi tempat penampungan air tanah (SPAT) ketika terjadi hujan lebat.

Demikian pembahasan mengenai jenis-jenis, penyebab, dan cara pencegahan tanah longsor. Melalui artikel ini semoga kita semua semakin waspada dan dapat terhindari dari bencana.

Tonton video informatif berikut ini untuk mempelajari cara mencari rumah bebas banjir!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel