Mengenal Thalassophobia, Fobia Terhadap Laut dan Cara Mengatasinya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta- Bagi segelintir individu, laut adalah tempat yang indah. Tetapi tidak bagi mereka yang miliki rasa takut terhadap laut. Jika Anda mengalami ketakutan terhadap laut yang begitu besar dan dapat berdampak pada kehidupan sehari-hari, kemungkinan Anda mengalami Thalassophobia.

Thalassophobia adalah fobia yang melibatkan ketakutan secara terus menerus terhadap air laut. Ketika Anda mengalami fobia laut, gejala yang Anda rasakan adalah gelisah, insomnia atau kesulitan tidur dan serangan panik.

Penyebab seseorang dapat mengalami fobia tersebut karena memiliki pengalaman traumatis terhadap laut atau mendengar peristiwa traumatis dari seseorang seperti tenggelam atau serangan laut.

Cara mengatasinya

Ilustrasi Laut (Sumber Foto: Pexels)
Ilustrasi Laut (Sumber Foto: Pexels)

Pengobatan yang efektif dalam mengatasi fobia laut yakni dengan melakukan terapi yang tepat. Anda juga bisa menenangkan pikiran dan tubuh Anda dengan melakukan relaksasi otot progresif dan mengatur pernapasan dengan benar.

Kemudian Anda juga bisa melakukan visualisasi dengan membayangkan diri Anda berada di dekat perairan yang dalam. Bila rasa takut kembali muncul, tenangkan diri ada dengan metode relaksasi. Seiring berjalannya waktu, secara bertahap ketakutan Anda akan mulai berkurang dan akan merasa jauh lebih mudah mencapai pikiran yang lebih tenang.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengatasi fobia laut. Penasaran apa saja? Berikut ulasannya seperti melansir dari Medicalnewstoday, Senin (23/8/2021).

Cognitive behavioral therapy (CBT)

Ilustrasi Liburan Credit: pexels.com/LeTensflix
Ilustrasi Liburan Credit: pexels.com/LeTensflix

Cognitive Behavioral Therapy (CBT) ini adalah jenis terapi berbicara yang bertujuan untuk membantu seseorang untuk mengurangi kecemasan yang ditimbulkan oleh pikiran mereka.

Terapi ini bisa membantu Anda untuk mengidentifikasi pikiran cemas terhadap laut dan memahami bagaimana pikiran itu mempengaruhi emosi, gejala fisik dan perilaku mereka

Terapi pemaparan

Salah satu lokasi yang dikunjungi partisipan International Training on Coconut Product Development adalah Taman Laut Bunaken. (Liputan6.com/Tanti Yulianingsih)
Salah satu lokasi yang dikunjungi partisipan International Training on Coconut Product Development adalah Taman Laut Bunaken. (Liputan6.com/Tanti Yulianingsih)

Terapi ini melibatkan seseorang melakukan kontan dekat dengan hal atau situasi yang membuat mereka takut. Biasanya hal ini dapat dilakukan dengan simulasi dan bayangan.

Tujuan dari terapi pemaparan ini untuk menunjukkan bahwa apa yang membuat Anda takut tidak berbahaya seperti yang ada di pikiran Anda.

Terapi ini juga akan membuat Anda lebih merasa percaya diri untuk menghadapi situasi yang ditakuti. Untuk melakukan terapi ini ada beberapa cara. Pertama, melibatkan kontak langsung dengan hal yang memicu fobia tersebut. Kedua, membayangkan objek atau situasi yang mereka takuti secara detail.

Penulis:

Stephanie

Universitas Multimedia Nusantara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel