Mengenal Tokoh Legendaris dari Kompleks Pemakaman Tua di Bandung

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bandung - Umumnya tempat pemakaman terkenal suram dan menakutkan. Namun, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pandu di Kota Bandung, kesan suram dan menakutkan itu sirna.

Seperti yang dilakukan komunitas Sahabat Heritage Indonesia (SHI), Minggu (6/6/2021). Mereka menggelar jelajah sejarah di kompleks pemakaman yang dibangun oleh Belanda sejak 1932 itu.

Kegiatan jelajah sejarah di kompleks pemakaman pun menjadi ajang belajar yang menyenangkan. Tak sampai di situ, pegiat sejarah dari komunitas ini turut membersihkan makam tua.

Ketua Sahabat Heritage Indonesia Herry Mathias Rehuel mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan sejarah situs makam legendaris yang berada di Kota Bandung. Selain itu, kegiatan ini menjadi cara mengajak masyarakat untuk ikut serta merawat situs bersejarah tersebut.

"Intinya kita ingin bantu merawat sejarah yang ada di Bandung. Jadi kita berinisiatif memelihara, membersihkan, supaya keindahannya tetap terjaga," kata Herry kepada Liputan6.com, Minggu (6/6/2021).

Salah satu makam yang menjadi tujuan komunitas ini adalah Mausoleum Ursone Fam. Ursone merupakan warga negara Italia yang pertama ada di Bandung.

Keluarga Ursone memiliki peternakan sekaligus perusahaan susu sapi yang berlokasi di Lembang. Usaha mereka sudah berjalan sejak 1895 dengan label Lembangsche Melkerij Ursone.

Menurut Herry, kondisi Mausoleum Ursone sudah cukup lama tak terawat. Melihat kondisi tersebut, pihaknya berinisiatif untuk membersihkan makam.

"Makam Ursone itu kan terbengkalai, kotor. Saya dari komunitas SHI ingin membersihkan. Jadi hanya kegiatan sukarelawan saja," ujarnya.

Pemakaman Pandu sendiri merupakan salah satu pemakaman tertua di Kota Bandung. Beberapa makam diantaranya ada yang berupa pindahan dari pemakaman Kebon Jahe yang kini telah menjadi GOR Pajajaran. Salah satu makam pindahan dari pemakaman Kebon Jahe itu adalah makam Mausoleum Ursone.

"Kita sering lihat makam Ursone itu bentuknya bagus, megah. Kalau terus dibiarkan kan nanti rusak. Padahal, Ursone itu salah satu tokoh penting di Bandung apalagi dia datang dari Italia sebagai pemusik dan di sini sebagai peternak sapi," ujar Herry.

Selain Mausoleum Ursone, para pegiat sejarah SHI juga turut membersihkan makam Profesor Antropolog Raymond Kennedy, Pilot dan Co Pilot J Cornelis Pols dan Charles Philippe Marie Mathus Bogaerts.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel