Mengenal Toprak Razgatlioglu, Juara Dunia Superbike Tanpa Cipratan Anggur di Podium

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Toprak Razgatlioglu akhirnya berhasil keluar sebagai juara dunia balap motor superbike 2021. Pembalap asal Turki itu merebut gelar bergengsi itu usai tampil memukau di seri terakhir yang beerlangsung di Sirkuit Pertamina Internasional Jalan Raya, Mandalika, NTB, akhir pekan lalu.

Razgatlioglu menjadi magnet bagi penonton yang menyaksikan langsung kejuaraan ini. Baik yang berada di tribune atau mereka yang menyaksikan lewat layar kaca atau siaran live streaming.

Tidak hanya cepat, aksi Razgatlioglu terbilang berani. Dia tidak takut dalam melakukan manuver dalam menyalip lawan. Aksi pengereman jelang tikungan yang mengakibatkan ban belakang sepeda motornya terangkat juga sering membuat para penonton menahan napas saat mengikuti penampilannya.

Jelang seri terakhir di Sirkuit Mandalika, Razgatlioglu unggul 30 poin atas pembalap Kawasaki, Jonathan Rea. Rival terdekatnya tersebut sudah menjadi juara dunia superbike sejak 2015 lalu. Peluangnya menggusur Razgatlioglu juga besar mengingat seri terakhir sejatinya menyisakan 62 poin.

Cuaca yang melanda Mandalika pada Sabtu dan Minggu kemarin membuat balapan tidak bejalan semestinya. Superpole yang seharusnya berlangsung hari Sabtu terpaksa dibatalkan akibat hujan.

Dua race yang kemudian berlangsung sebenarnya dikuasai Rea. Hanya saja, keberhasilan Razgatlioglu merebut posisi kedua pada race pertama membuat perolehan poinnya tidak terkejar lagi oleh Rea.

Toprak Razgatlioglu pun dinobatan sebagai juara dunia superbike musim ini dengan koleksi 551 poin. Sementara Jonathan Rea harus puas berada di urutan kedua setelah mengoleksi 551 poin.

"Saya tidak tahu apa yang ingin saya katakan," ujar Razgatlioglu usai balapan dilansir situs WSBK.

"Ini adalah hari yang spesial bagi saya. Setelah Assen, saya tidak pernah lagi memikirkan juara dunia, saya hanya fokus pada balapan dan di sini saya saat ini," beber pembalap berusia 25 tahun itu.

Masa Lalu Toprak Razgatlioglu

Persaingan di posisi pimpinan lomba berlangsung sengit. Juara bertahan, Jonathan Rea (kiri) juga ingin mempertahankan asa untuk juara dunia musim ini. Pembalap asal Inggris tersebut beberapa kali saling susul menyusul dengan Toprak Razgatlioglu (kanan). (AP/Achmad Ibrahim)
Persaingan di posisi pimpinan lomba berlangsung sengit. Juara bertahan, Jonathan Rea (kiri) juga ingin mempertahankan asa untuk juara dunia musim ini. Pembalap asal Inggris tersebut beberapa kali saling susul menyusul dengan Toprak Razgatlioglu (kanan). (AP/Achmad Ibrahim)

Toprak Razgatlioglu lahir di Alanya, Turki, 16 Oktober 1996. Namun saat ini dia tinggal bersama ibunya di Sakarya. Ayahnya, Arif Razgatlıoglu meninggal 2017 lalu akibat kecelakaan. Semasa hidupnya, Arif merupakan salah seorang pembalap akrobat terkenal di Turki yang juga dijuluki sebagai Wheelie Arif.

Perjalanan karier balapan Razgatlioglu diawali dari Red Bull MotoGP Rookies Cup pada 2013 lalu. Setahun kemudian, dia tampil pada European Superstock 600 Championship di Magny-Cours dan sukses meraih gelar juara pada tahun berikutnya menggunakan sepeda motor Kawasaki ZX-6R.

Pada taun 2018, Razgatlioglu mulai bersaing di ajang superbike. Dia sempat satu tim dengan Jonathan Rea saat endurance race di Suzuka, 2019 sebelum pindah ke tim Yamaha, pada tahun 2020.

Di luar balapan, Razgatlioglu dikenal sebagai penggila olahraga ekstrim mulai dari snowboarding, jet ski, hingga fliteboarding. Masa kecilnya yang banyak dihabiskan di tepi pantai di Alanya juga mengajarka Razgatlioglu beberapa trik akrobatik, seperti berjalan di atas kedua tangannya.

Jauhi Alkohol Dekati Keluarga

Dalam kehidupan sehari-hari, Razgatlioglu dikenal sangat dekat dengan keluarganya. Gambaran ini juga terlihat dari aksesori yang dikenakannya saat balapan. Di helm yang dikenakannya terdapat insial TAT yang merupakan akronim namanya dan saudara laki-lakinya, Tümay. Selain itu terdapat juga tulisan dengan insial Tek taker Arif (Wheelie Arif), yang tak lain adalah julukan dari ayahnya, Arif.

Sayang, ayahnya tidak bisa menyaksikan kemenangan Razgatlioglu musim ini. Meski demikian, Razgatlioglu tidak melupakan mendiang ayahnya saat memenangkan gelar WSBK musim ini.

"Ini hari spesial untuk saya karena keberhasilan ini adalah untuk ayah saya. Ini selalu jadi mimpi saya. Dia tidak ada lagi di sini, dia telah meninggal dunia. Tetapi saya merasa dia melihat saya," katanya.

Toprak Razgatlioglu juga dikenal sebagai muslim yang taat. Silansir dari situs resmi WSBK, dia selalu berdoa sebelum balapan. Sebagai Muslim, Razgatlioglu juga menjauhi alkohol. Itu sebabnya, tidak ada semprotan anggur Prosecco DOC di podium juara dunia WSBK pertama asal Turki tersebut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel