Mengenal Toxic Positivity dan Cara Menghindarinya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Toxic positivity pada dasarnya adalah sebuah kondisi seseorang terobsesi untuk selalu berpikir positif. Mereka yang memiliki pemikiran seperti itu dapat membungkam emosi negatif, mengabaikan kesedihan, dan berpura-pura bahagia bahkan ketika sedang merasakan sedih.

Dikutip dari Medical News Today, Jumat (01/10/2021), dalam beberapa kasus, toxic positivity muncul karena paksaan diri sendiri. Misalnya, seseorang berusaha untuk tampil bahagia setiap saat dan berpikir dengan segala sesuatunya secara positif.

Pemikiran seperti ini dapat menjadi tekanan ke orang lain seperti ketika seseorang memberi tahu teman atau saudara yang sedang berduka untuk move on atau mencari sisi positif dari kehilangannya. Padahal sah-sah saja merasa bersedih usai putus cinta.

Berpikir positif memang baik untuk meningkatkan kesehatan mental, namun, berpikir positif bukan obat mujarab untuk semua permasalahan hidup.

Salah satu ciri orang dengan toxic positivity selalu memaksakan pemikiran positif sebagai satu-satunya solusi untuk masalah. Orang ini juga menuntut agar seseorang menghindari pemikiran negatif atau mengekspresikan emosi negatif.

Penelitian seputar berpikir positif umumnya berfokus pada manfaat memiliki pandangan optimistis ketika mengalami masala. Namunm menuntut untuk berpikir positif terus menerus dari seseorang terlepas dari tantangan yang mereka hadapi, dapat berpotensi 'membungkam' emosi dan menghalangi mereka untuk mencari dukungan sosial.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bagaimana Menghindari Toxic Positivity?

Ilustrasi Toxic People (sumber: unsplash)
Ilustrasi Toxic People (sumber: unsplash)

Berikut beberapa cara untuk menghindari toxic positivity yang muncul karena paksaan dari dalam diri sendiri:

1. Mengenali emosi negatif sebagai hal yang normal dan merupakan bagian penting dari pengalaman manusia

2. Mengidentifikasi emosi daripada mencoba menghindarinya

3. Berbicara dengan orang tepercaya tentang emosi, termasuk perasaan negatif

4. Mencari dukungan dari orang yang tidak menghakimi, seperti orang tua atau teman yang dipercaya.

Selanjutnya, ini beberapa cara untuk menghindari toxic positivity pada orang lain:

1. Mendorong orang untuk berbicara secara terbuka tentang emosi mereka

2. Nyaman dengan emosi negatif

3. Menghindari untuk memberikan respons positif terhadap semua yang dikatakan seseorang

4. Menyadari bahwa emosi negatif yang intens sering kali bertepatan dengan emosi positif yang kuat, seperti ketika kesedihan yang mendalam.

Berpikir positif menghasilkan beberapa manfaat, namun pada kenyataannya tidak ada yang bisa berpikir positif setiap saat. Sementara, toxic positivity yang memaksa seseorang untuk mengekspresikan hanya emosi positif saja dapat menghambat kemampuan mereka untuk berkomunikasi dan membuat mereka merasa buruk tentang diri mereka sendiri karena memiliki pikiran negatif.

Penulis: Vania Dinda Marella

Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19

Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel