Mengenal Tradisi Masyarakat Tionghoa saat Merayakan Tahun Baru Imlek

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Perayaan Tahun Baru Imlek selalu digelar di setiap tahun. Perayaan ini biasanya digelar cukup meriah. Hiasan rumah yang bernuansa merah pun menjadi ciri khas dari perayaan Imlek. Tentunya di dalam perayaan tersebut terdapat tradisi yang masih dijaga hingga saat ini. Nah, untuk mengetahuinya, berikut ini adalah beberapa tradisi yang sering dilakukan masyarakat Tionghoa dalam merayakan Tahun Baru Imlek.

JIE CAI CENG (Menyambut Dewa Kekayaan dan Kesejahteraan)

Pada hari kelima Tahun Baru Imlek, diyakini bahwa dewa kemakmuran turun dari surga. Setiap orang akan sering berpartisipasi dalam menyalakan petasan karena mereka percaya itu akan membawa kemakmuran dan keberuntungan untuk bisnis mereka.

YUAN XIAO JIE (Festival Lampion)

Hari ke 15 Tahun Baru Imlek dikenal sebagai Festival Lampion dan menandai berakhirnya perayaan Tahun Baru Imlek. Semua jenis lentera dinyalakan di sepanjang jalan dan seringkali puisi dan teka-teki sering ditulis untuk hiburan.

Simbol Amplop Merah

Ilustrasi/copyrightshutterstock/Jenov Jenovallen
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Jenov Jenovallen

Disebut “hong bao” dalam bahasa Mandarin, amplop merah berisi uang biasanya hanya diberikan kepada anak-anak atau orang dewasa yang belum menikah dan belum memiliki pekerjaan. Jika dirimu lajang dan bekerja serta menghasilkan uang, dirimu masih harus memberi uang hong bao kepada yang lebih muda.

Warna merah menunjukkan keberuntungan/ rejeki dan kebahagiaan/ kelimpahan dalam Budaya Tionghoa dan sering dipakai atau digunakan untuk dekorasi pada perayaan lainnya.

Naga

Naga hadir dalam banyak perayaan budaya Tionghoa karena masyarakat Tionghoa sering menganggap diri mereka sebagai keturunan makhluk dalam mitos. Pada hari kelima Tahun Baru ketika banyak orang harus mulai kembali bekerja, mereka juga akan menampilkan tarian naga di depan gedung perkantoran.

Pada hari ke 15 Tahun Baru (Yuan Xiao Jie), mereka mungkin juga mengadakan banyak pertunjukan menari naga. Naga melambangkan kemakmuran, keberuntungan dan keberuntungan.

Makanan Tradisional

Ilustrasi/copyrightshutterstock/Dragon Images
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Dragon Images

Makan Malam Tahun Baru Cina adalah makan malam terpenting. Biasanya, keluarga berkumpul di rumah kerabat yang ditunjuk untuk makan malam, tetapi saat ini, banyak keluarga sering merayakan makan malam Tahun Baru di restoran. Banyak restoran membutuhkan reservasi berbulan-bulan sebelumnya.

Ada juga beberapa keluarga yang menyewa chef profesional untuk ikut memasak di rumahnya. Koki sering kali sibuk berlari dari satu rumah ke rumah lain untuk memasak makan malam untuk keluarga yang berbeda pada Malam Tahun Baru.

Tahun Baru Imlek adalah perayaan 15 hari dan setiap hari, banyak keluarga menggilir perayaan antar rumah kerabat mereka. Perayaannya berlangsung sepanjang hari dan terkadang, sebuah keluarga akhirnya memasak dua kali makan untuk kerabat mereka, sekali saat makan siang dan sekali saat makan malam.

Nah, kira-kira seperti apa persiapan Sahabat Fimela menjelang Tahun Baru Imlek?

Cek Video di Bawah Ini

#ElevateWomen