Mengenal Utang Produktif, Cara Pemanfaatan Menuju Kaya Raya

Merdeka.com - Merdeka.com - Utang di mata masyarakat kerap menjadi sesuatu yang menakutkan. Padahal, jika tepat memanfaatkannya, utang bisa menjadi salah satu solusi keuangan seseorang.

Terdapat dua jenis utang yang banyak dikenal. Utang produktif dan konsumtif. Dikutip dari Finansialku.com, utang produktif adalah utang yang bertujuan untuk modal kerja atau investasi.

Di Indonesia, utang produktif ditawarkan dalam bentuk Kredit Modal Kerja (KMK) sebagai sarana untuk membiayai modal kerja usaha. Satu lagi bentuk kredit produktif adalah Kredit Investasi (KI), sebagai sarana untuk keperluan investasi.

Sementara, utang konsumtif adalah utang yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan calon debitur (peminjam) yang sifatnya konsumtif.

Di Indonesia utang konsumtif ditawarkan dalam banyak bentuk, seperti kartu kredit, kredit tanpa agunan (KTA), kredit kepemilikan kendaraan (KKB), kredit kepemilikan rumah (KPR), kredit elektronik, kredit furniture dan lainnya.

mengenal utang produktif, cara pemanfaatan menuju kaya raya
mengenal utang produktif, cara pemanfaatan menuju kaya raya

Menurut Finansialku definisi kredit produktif adalah jenis kredit yang dapat meningkatkan pendapatan seseorang, alias saya utang orang lain yang bayar. Jadi Finansialku tidak melihat kredit produktif itu dari jenis produk kreditnya, tetapi apakah kredit tersebut dapat meningkatkan pendapatan.

Contoh seseorang sebut saja Pak Bimo mengambil kredit kepemilkan rumah (KPR). KPR tersebut digunakan untuk membeli rumah kos-kosan 20 kamar.

Dari hasil sewa didapatkan Rp 25.000.000 per bulan, sedangkan biaya operasional dan cicilan sebesar Rp 23.000.000 per bulan. Pak Bimo mendapatkan pendapatan atau arus kas positif sebesar Rp 2.000.000 per bulan.

Nah, inilah yang disebut utang produktif. Pak Bimo yang utang, cicilan bulanan dibayar oleh para penghuni yang kos. [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel