Mengenal Vaksin Pfizer yang Masuk di Indonesia dan Efek Sampingnya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Vaksin Pfizer atau BNT162b2 adalah vaksin untuk mencegah infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19. Vaksin Pfizer merupakan hasil kerja sama perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech dengan perusahaan farmasi asal Amerika, Pfizer. Vaksin ini mulai dikembangkan sejak tahun 2020.

Vaksin Pfizer adalah vaksin mRNA (messenger RNA). Jenis vaksin ini akan memicu sistem sistem kekebalan tubuh membentuk spike protein, yang nantinya akan membantu tubuh membentuk antibodi yang dapat melawan virus Corona.

Vaksin Pfizer ini mulai diberikan kepada masyarakat Indonesia dalam program vaksinasi Ciovid-19 pada bulan Agustus 2021. Vaksin dengan nama Comirnaty itu menyusul penggunaan vaksin Moderna yang tiba bulan Juli 2021.

Untuk lebih rinci, berikut ini penjelasan mengenai vaksin Pfizer beserta efek samping hingga cara mengatasi efek sampingnya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Jum’at (3/9/2021).

Apa Itu Vaksin Pfizer

Vaksin Pfizer atau BNT162b2 adalah vaksin untuk mencegah infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19.
Vaksin Pfizer atau BNT162b2 adalah vaksin untuk mencegah infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19.

Vaksin Pfizer adalah satu dari dua jenis vaksin mRNA yang ada di dunia dan pertama kalinya, vaksin Covid-19 tersebut digunakan di negara asalnya, Amerika Serikat, disusul di negara-negara di Eropa. Sementara distribusi vaksin Pfizer di Indonesia saat ini masih diprioritaskan untuk wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabotabek).

Vaksin Pfizer dapat diberikan kepada ibu hamil dan menyusui.Untuk ibu hamiil, pemberiannya dapat dimulai dari usia kehamilan di atas 12 minggu dan paling lambat usia kehamilan 33 minggu. Pemberian vaksin dilakukan dengan cara disuntik.

Berdasarkan uji klinis tahap III yang dilakukan di Amerika Serikat, Jerman, Turki, Afrika Selatan, Brazil, dan Argentina, vaksin Pfizer memiliki nilai efikasi, yaitu efek perlindungan terhadap COVID-19, sebesar 95%.

Efikasi dan Efek Samping Vaksin Pfizer

Efikasi dan efek samping vaksin Pfizer/unsplash Mika
Efikasi dan efek samping vaksin Pfizer/unsplash Mika

Sebelum tiba di Indonesia pada bulan Agustus 2021. Berdasarkan kajian data hasil uji klinis, vaksin Pfizer yang akan segera digunakan ini menunjukkan efikasi yang tinggi. Berdasarkan tinjauan data hasil uji klinis, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan bahwa vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech dengan nama Comirnaty, menunjukkan vaksin ini secara efektif dapat mencegah Covid-19.

Data hasil uji klinis menunjukkan bahwa orang yang mendapatkan dua dosis vaksin Pfizer, sekitar 95 persen, kecil kemungkinan terkena Covid-19 dibandingkan orang yang tidak mendapatkan vaksin virus corona. Efikasi vaksin Pfizer tersebut yakni dari kelompok lanjut usia, 65 tahun, serta mereka yang memiliki kondisi medis tertentu atau penyakit penyerta (komorbid). Selain itu, vaksin mRNA ini menunjukkan 100 persen efektif pada remaja usia 12 tahun ke atas. Artinya, vaksin Covid-19 Pfizer ini memberikan perlindungan yang tinggi terhadap infeksi Covid-19.

Untuk efek samping pasca-vaksinasi, sebagian besar cenderung bersifat ringan. Berikut beberapa efek samping vaksin mRNA Pfizer yang umum dilaporkan, yaitu:

1. Nyeri badan di tempat bekas suntikan.

2. Kelelahan.

3. Nyeri kepala.

4. Nyeri otot.

5. Nyeri sendi.

6. Demam.

Cara Pemberian Vaksin Pfizer

Ilustrasi vaksin Corona | pexels.com/@gustavo-fring
Ilustrasi vaksin Corona | pexels.com/@gustavo-fring

Vaksin Pfizer disuntikkan ke otot (intramuskular/IM). Penyuntikan vaksin ini dilakukan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter di fasilitas layanan vaksinasi. Area kulit yang akan disuntikkan vaksin akan dibersihkan dengan alkohol swab sebelum dan sesudah penyuntikan. Alat suntik sekali pakai yang sudah digunakan akan dibuang ke dalam safety box tanpa menutup kembali jarumnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya KIPI (kejadian ikutan pascaimunisasi) yang serius, penerima vaksin Pfizer akan diminta untuk tetap tinggal di tempat layanan vaksinasi selama 30 menit sesudah divaksin. KIPI merupakan keluhan atau kondisi medis yang dapat terjadi setelah vaksinasi, termasuk efek samping dan reaksi alergi terhadap vaksin.

Vaksin Pfizer harus disimpan di dalam freezer dengan suhu sangat rendah (ultra low temperature/ULT), yaitu -70° C, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Penyimpanannya dilakukan oleh petugas vaksin. Meski telah divaksin, Anda tetap harus mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19, yaitu mencuci tangan, menjaga jarak fisik dengan orang lain, mengenakan masker saat berada di luar rumah, serta menghindari keramaian.

Cara Mengatasi Efek Samping Vaksin Pfizer

Ilustrasi vaksin (dok.CDC)
Ilustrasi vaksin (dok.CDC)

Meski begitu, reaksi-reaksi tersebut biasa terjadi pada imunisasi dari berbagai jenis vaksin pada umumnya. Efek samping akibat vaksin Pfizer menunjukkan adanya respons tubuh terhadap benda asing yang masuk. Artinya, tubuh sedang memberikan respon terhadap vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh Anda.

Normalnya, efek samping akibat vaksin akan hilang 1 sampai 3 hari setelah dilakukan vaksin. Bahkan beberapa orang mungkin tidak merasakan efek samping apapun. Namun bagi Anda yang merasakan efek samping dari vaksin Pfizer, berikut adalah beberapa cara untuk meredakan efek samping yang biasa timbul akibat vaksin Covid-19.

Efek Samping Lokal

Efek samping lokal adalah efek samping pada lengan tempat disuntikkannya vaksin. Efek samping lokal yang umum terjadi adalah nyeri, pegal, kemerahan, dan bengkak. Untuk mengatasi efek samping ini Anda bisa melakukan beberapa hal. Pertama, Anda bisa mencelupkan handuk ke air dingin, lalu menempelkannya ke tempat suntikan. Ini akan meminimalisir rasa sakit dan bengkak. Selain itu, penting untuk terus menggerakan lengan Anda untuk beraktivitas dan berolahraga ringan. Ini akan membantuk mengurangi bengkak dan pegal pada lengan yang divaksin.

Efek Samping Umum

Efek samping umum adalah efek samping yang timbul dan dirasakan di seluruh tubuh. Efek samping umum akibat vaksin Covid-19 cukup banyak, diantaranya kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, demam, dan mual. Untuk meredakan efek samping tersebut, Anda hanya perlu meminum obat yang bisa dibeli di apotek tanpa resep. Contoh obat-obatan yang bisa Anda minum antara lain parasetamol dan ibuprofen. Obat-obatan tersebut terbukti bisa mengurangi atau menghilangkan gejala atau rasa tidak nyaman yang ditimbulkan akibat vaksin. Selain itu, untuk meredakan efek samping demam, pastikan Anda meminum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi. Anda juga sebaiknya menggunakan pakaian yang tipis untuk mencegah panas terperangkap di dalam tubuh Anda. Tidak direkomendasikan untuk meminum obat sejak sebelum menerima vaksin untuk mencegah timbulnya efek samping setelah vaksin.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel