Mengenal Vaskulitis Sistemik, Penyakit Autoimun yang Diderita Pangeran Abdul Azim Sebelum Meninggal

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Kondisi kesehatan Pangeran Abdul Azim dari Brunei Darussalam sebelum meninggal pada 24 Oktober 2020 akhirnya terungkap. Sang adik, Pangeran Abdul Mateen, dalam unggahan Instagram pribadinya, Selasa, (28/10/2020) mengungkap kondisi sang kaka sebelum meninggal.

Ternyata, sebelum meninggal Pangeran Abdul Azim mengalami kondisi penyakit autoimun vaskulitis sistemik.

"Sebelumnya, pada tahun ini, kakakku didiagnosis dengan vaskulitis sistemik parah, ini adalah sebuah penyakit autoimun. Penyakit autoimun adalah kondisi sistem imun yang abnormal, di mana antibodi menyerang jaringan tubuh sendiri," tulis Pangeran Abdul Mateen.

Kondisi penyakit autoimun tersebut ditambah dengan bipolar membuat organ tubuhnya alami kegagalan.

"Pada akhirnya, kakakku mengalami kegagalan multi organ yang disebabkan infeksi yang terus terjadi karena penyakit autoimun, yang membuatnya meninggal dunia pada pagi hari tanggal 24 Oktober 2020," lanjut Pangeran Abdul Mateen.

Vaskulitis adalah sebutan umum untuk beberapa kondisi yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah. Disebut juga angiitis atau arteritis. Kondisi ini membuat pembuluh darah jadi lemah, membesar, dan melebar seperti dikutip dari WebMD.

Bisa Menyerang Mata dan Otak

Pangeran Abdul Azim dari Brunei Darussalam. (Photo credit: Evan Agostini/Invision/AP)
Pangeran Abdul Azim dari Brunei Darussalam. (Photo credit: Evan Agostini/Invision/AP)

Vaskulitis dapat menyerang segala usia. Kondisi ini dapat memengaruhi pembuluh darah yang menuju organ tertentu seperti kulit, mata, dan otak. Bisa juga menyerang dua organ secara bersamaan.

Pada umumnya, kondisi ini ringan dan tidak memerlukan perawatan.Namun, tidak sedikit yang membutuhkan perawan di rumah sakit karena kondisi ini bisa menjadi serius.

Ketika pembuluh darah lemah hal itu bisa menyebabkan bagian tersebut jadi meregan dan membengkak.

Hingga kini belum diketahu dengan pasti penyebabnya. Hal ini juga terkait denga reaksi alergi terhadap suatu obat. Bisa juga kondisi ini muncul usai terjadi infeksi yang kemudian oleh tubuh kemudian menjadi autoimun atau menyerang diri sendiri.

Selain itu, kondisi ini lekat dengan penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, lupus dan Sjogren Syndrome.

Simak Video Berikut