Mengenal Yoshimasa Hayashi, Menlu Jepang Baru yang Dianggap Pro-China

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Tokyo - Yoshimasa Hayashi terpilih sebagai menteri luar negeri baru di Jepang. Ia berada di kabinet Perdana Menteri Fumio Kishida yang sebelumnya juga menjabat sebagai menlu Jepang.

PM Kishida meneruskan pemerintahan Yoshihide Suga yang notabene memiliki posisi yang tegas terhadap China. Ketika menjabat, Suga langsung merapat ke Amerika Serikat, Australia, dan Asia Tenggara untuk mempromosikan Indo-Pasifik yang terbuka dan merdeka.

Meski demikian, Menlu Hayashi memiliki rekam jejak yang dinilai pro-China.

Menurut laporan Kyodo, Kamis (11/11/2021), Hayashi merupakan anggota DPR yang memimpin grup antar-parlemen yang mendukung persahabatan China dan Jepang. Ia menjabat selama empat tahun.

Kini, ia telah meninggalkan jabatan itu karena ingin menghindari "salah paham yang tidak perlu."

Ia pun berjanji akan berkolaborasi dengan penasihat HAM di pemerintahan Jepang untuk membahas kepentingan Uighur di Xinjiang, serta demokrasi di Hong Kong. Dua isu tersebut merupakan hal sensitif bagi China.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Minta China Bersikap Tanggung Jawab

Presiden Cina Xi Jinping seusai berbicara kepada awak media di Bandara Internasional Hong Kong, Kamis (29/6). Selama sepekan terakhir, Kepolisian Hong Kong sudah melakukan berbagai antisipasi terkait kunjungan Presiden Xi Jinping. (AP Photo/Kin Cheung)
Presiden Cina Xi Jinping seusai berbicara kepada awak media di Bandara Internasional Hong Kong, Kamis (29/6). Selama sepekan terakhir, Kepolisian Hong Kong sudah melakukan berbagai antisipasi terkait kunjungan Presiden Xi Jinping. (AP Photo/Kin Cheung)

Dalam konferensi persnya yang pertma, Kishida membahas nilai-nilai universal dan perdamaian.

"Kita melihat tantangan-tantangan yang lebih serius kepada nilai-nilai universal yang telah menjaga perdamaian dan stabilitas komunitas internasional," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa China bertindak secara "unilateral" untuk mengubah apa yang ia sebut sebagai "status quo." Hayashi lantas berjanji bahwa Jepang akan angkat bicara jika diperlukan, dan meminta China agar bertindak secara bertanggung jawab.

Pemilu Jepang digelar pada 31 Oktober 2021. Partai Demokrat Liberal yang berkuasa sejak 2012 menang dengan perolehan 34,66 persen suara atau setara 261 kursi di DPR Jepang.

Infografis COVID-19:

Infografis Hati-Hati Varian Baru Covid-19 Ancam Anak dan Remaja. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Hati-Hati Varian Baru Covid-19 Ancam Anak dan Remaja. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel