Mengenali Gejala dan Bagaimana Penyebaran Cacar Monyet

Merdeka.com - Merdeka.com - Cacar monyet, penyakit tropis langka yang disebarkan hewan liar di Afrika Barat, mendadak menyebar di luar negeri sejak dua bulan terakhir. Ini memunculkan pertanyaan seberapa bahaya penyakit ini.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), saat ini ada 17.000 kasus cacar monyet di 74 negara di antaranya di Amerika Serikat, Meksiko, Argentina, Australia, Spanyol, Uni Emirat Arab (UEA), Portugal, Prancis, Jerman, Italia, Swedia, Jepang, dan India.

Cacar monyet merupakan infeksi virus yang relatif ringan. Penyakit ini memiliki masa inkubasi enam sampai 16 hari dan pasien pertama kali mengalami gejala demam, sakit kepala, sakit punggung, pembengkakan, dan nyeri otot.

Ketika masa-masa tersebut terlewati dan demam sembuh, pasien akan mengalami ruam kulit yang muncul di seluruh wajah, menjalar ke anggota badan lainnya, paling umum di telapak tangan dan telapak kaki.

Ruam berkembang dari lesi menjadi lepuh berkerak, yang kemudian dapat memakan waktu tiga minggu untuk sembuh dan menghilang.

"Perbedaan utama antara gejala cacar dan cacar monyet adalah cacar monyet menyebabkan kelenjar getah bening membengkak, sedangkan cacar tidak," jelas Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC), dikutip dari laman The Independent, Selasa (26/7).

Virus cacar monyet sulit didiagnosis tanpa bantuan analisis laboratorium karena sangat mirip dengan penyakit lain yang menyebabkan ruam, seperti cacar air, campak, kudis dan sifilis.

WHO melacak penyakit ini ke hutan hujan tropis Afrika Tengah dan Afrika Barat dan menetapkannya sebagai penyakit zoonosis atau penyakit yang ditularkan hewan ke manusia. Kasus pertama cacar monyet ditemukan pada 1970 di negara yang sekarang bernama Republik Demokratik Kongo.

Saat ini tidak ada vaksin maupun obat khusus untuk cacar monyet. Tapi obat dan vaksin untuk cacar biasa terbukti 85 persen efektif untuk mengobat cacar monyet.

Menyebar di kalangan gay?

Sebagian besar pasien cacar monyet saat ini berasal dari kelompok gay atau homoseksual. Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) sedang menyelidiki kemungkinan adanya keterkaitan antara pasien yang terinfeksi. UKHSA mengatakan empat hasil diagnosis pada 16 Mei semuanya gay atau pria biseksual.

"Kami secara khusus mendesak pria gay dan biseksual untuk mewaspadai ruam yang tidak biasa dan menghubungi layanan kesehatan seksual secepatnya," jelas kepala penasihat medis UKHSA, Dr Susan Hopkins.

Sementara itu, 22 dari 23 kasus suspek cacar monyet di Spanyol dilaporkan berasal dari sejumlah pria yang melakukan hubungan seks dengan sesama pria. Hal ini disampaikan kepala kesehatan masyarakat wilayah Madrid, Elena Andradas.

Namun sejumlah ilmuwan meragukan teori bahwa cacar monyet bisa menyebar melalui hubungan seksual.

"Ini mungkin tidak ditularkan melalui hubungan seksual melainkan kontak dekat yang terkait dengan hubungan seksual," jelas Profesor Keith Neal, seorang ahli epidemiologi di University of Nottingham.

"Penelitian lebih lanjut untuk melihat apakah virus ditemukan dalam air mani diperlukan untuk menyatakan bahwa penyakit ini benar-benar menular seksual." [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel