Mengenalkan Makna Natal pada Anak dengan Spektrum Autisme

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Mengenalkan makna perayaan Natal pada anak dengan spektrum autisme adalah hal penting. Hal ini disampaikan guru dan terapis anak berkebutuhan khusus (ABK) asal Tangerang Selatan, Liana Chandra.

Menurut ibu dari anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), inti Natal adalah merayakan kelahiran Yesus Kristus yang mengasihi semua ciptaan-Nya.

“Kita harus mengajarkan pada anak bahwa Tuhan itu mengasihi semua ciptaan-Nya di seluruh dunia tanpa membedakan ras, agama, atau apapun,” ujar Liana kepada kanal Disabilitas Liputan6.com melalui pesan suara (24/12/2021).

Ia juga mengimbau para orangtua untuk mengajarkan anak supaya dalam setiap perayaan termasuk Natal untuk tidak menekankan hal-hal fisik. Misalnya, harus punya baju dan sepatu baru.

“Natal itu untuk merayakan kelahiran Tuhan Yesus Kristus, jadi kita jangan mementingkan hal-hal yang tidak penting seperti harus punya pohon natal, harus punya kado-kado yang bagus, baju baru, atau sepatu baru.”

Hal-hal tersebut tidak terlalu penting, apalagi dalam kondisi Pandemi COVID-19 yang membuat banyak orang kehilangan pekerjaan, tambah Liana.

Memperbaharui Hati

Ketimbang memusingkan baju baru dan sebagainya, perayaan Natal sebaiknya dimanfaatkan sebagai momen untuk memperbaiki hati dan karakter.

“Yang penting itu kita hatinya diperbaharui, karakternya diperbaharui hari demi hari supaya menjadi hati yang baru, baik, dan benar. Hati yang benar itu pasti mengeluarkan perilaku yang baik.”

Ia juga berpesan, dengan hati yang benar para orangtua dapat menjadi lebih sabar dalam mendampingi anak ADHD. Orangtua juga perlu memperbaiki berbagai hal seperti jadwal aktivitas anak agar lebih terstruktur dan terorganisasi.

Ajak ke Tempat Baru

Salah satu hal yang dapat dilakukan orangtua dalam mengisi momen Natal bersama anak adalah mengajak anak pergi ke tempat baru.

“Kita harus lebih banyak waktu untuk mendampingi mereka, mengajarkan banyak hal baru, ajak mereka pergi ke tempat baru supaya mereka bisa belajar mengontrol perilaku mereka.”

Dengan datang ke tempat baru, maka anak akan menemukan situasi yang baru. Di sana orangtua dapat mengetahui bagaimana reaksi anak di kondisi baru tersebut dan lebih paham tentang penanganannya. Orangtua juga dapat mengarahkan anak terkait perilaku apa yang seharusnya diterapkan di tempat-tempat baru tersebut.

“Misalnya ketika berkunjung ke rumah orang atau ke ruang publik kita harus bagaimana. Sangat penting mengajarkan anak hal seperti itu, anak harus mengerti mereka harus mengikuti keadaan sekitarnya dan bisa tahu harus merespons seperti apa pada orang baru,” tutup Liana.

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)

Simak Video Berikut Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel