Mengenang 58 Tahun Operasi Serigala

Febrika Indirawati

VIVA – Ternyata tepat tanggal 19 Mei 1962 adalah hari bersejarah bagi Indonesia khususnya pulau Papua. Tepat di tanggal ini, bendera Merah Putih berhasil berkibar di tanah Papua. Proses pengibaran Sang Saka Merah Putih ini harus melewati perjuangan yang berat.

Pada tanggal 17 Mei 1962, 27 anggota Pasukan Gerak Tjepat (PGT) telah diterjunkan ke daerah Kiamono-Sorong. Pada saat itu, para prajurit diturunkan dengan menggunakan pesawat C-130 Hercules.

Berdasarkan informasi dari Instagram TNI AU Selasa 19 Mei 2020, pesawat Hercules C-130 take off dari Lapangan Udara Laha Ambon pukul 01.00 dini hari. Situasi pada saat itu sedang hujan dan pemandangan menjadi sangat gelap, sehingga tidak terlihat daratan.

Karena cuaca tidak mendukung, pasukan yang terjun pun berserakan. Beberapa saat setelah mereka turun, mereka pun langsung disambut dengan tembakan dari darat oleh tentara Belanda. 

Setelah semua pasukan PGT mendarat, merekapun langsung melawan tentara Belanda dan pertempuran sengit tak terelakkan. pada akhirnya, beberapa dari anggota PGT harus gugur dalam pertempuran tersebut. Bahkan beberapa diantaranya juga ada yang sempat ditawan oleh Belanda.

Sementara itu, sisa pasukan yang masih bertahan harus bergerilya masuk ke hutan. Mereka terus dikejar dan dikepung oleh tentara Belanda yang memiliki persenjataan yang lebih canggih. Tidak hanya itu, pasukan PGT juga mendapat serangan udara dari pesawat Neptune Belanda.

Sisa pasukan PGT hanya mampu bertahan selama satu bulan saja dan akhirnya mereka tertangkap tentara Belanda. Meski begitu, tentara Indonesia yang tidak mengenal kata menyerah mengirimkan pasukan PGT lagi.

Dua hari kemudian pada tanggal 19 Mei 1962, Indonesia kembali menerjunkan 81 pasukan PGT dengan sandi ‘Operasi Serigala’ ke daerah Teminabuan-Sorong. Operasi Serigala ini berada di bawah pimpinan Letnan Muda Udara II Suhadi dan tetap menggunakan pesawat C-130 Hercules untuk membawa para pasukan.