Mengenang Aksi Pele yang Tak Berkelas Saat Menjajal Timnas Indonesia di Senayan

Bola.com, Jakarta - Legenda Timnas Brasil, Pele, pernah menghadapi Timnas Indonesia di Stadion Utama Senayan pada 1972. Sayangnya, Pele tak memperlihatkan aksinya yang berkelas dan membuat publik di Tanah Air kecewa.

Dalam laga persahabatan yang berlangsung pada 21 Juni 1972 itu, Pele tampil bersama Santos. Klub asal Brasil itu menjajal kekuatan Tim Garuda yang kala itu ditangani Endang Witarsa.

Kehadiran Pele mampu mencuri perhantian pencinta sepak bola di Indonesia. Apalagi, pria yang bernama asli Edson Arantes do Nascimento itu menorehkan prestasi mengilap bersama Timnas Brasil, yakni meraih trofi Piala Dunia 1958, 1962, dan 1970.

Sayangnya, penampilan Pele di Jakarta jauh panggang dari api. Alih-alih memukau publik Jakarta dengan gocekannya, Pele justru membuat kecewa.

Majalah Tempo edisi 1 Juli 1972 menggambarkan. "Pele, Mutiara Hitam Brazil jang mendjadi pusat perhatian, malam itu tidak mengesankan sedikit pun kehadiran “dewa stadion” sebagai jang digelarkan orang Brazil pada dirinja,"

Aksi ala-kadarnya dari Pele membuat kecewa 75 ribu penonton yang hadir di Senayan saat itu. Menurut Tempo, aksi mayoritas para pemain Santos tidak sesuai dengan honor yang dibayarkan.

Masih menurut Tempo kala itu, Santos dibayar 45 ribu dollar Amerika Serikat -kurs saat itu Rp 420 per 1 dollar-

"Maka tidak heran kalau gaja permainan prof Santos dan insiden-insiden jang mentjukai waktu permainan jang berharga, menimbulkan kutukan-kutukan penonton," tulis Tempo terkait aksi Pele dkk.

 

Mengesankan di Luar Lapangan

Pele. | via: usatoday.com

Penampilan Pele di luar lapangan justru jauh lebih mengesankan. Pria kelahiran Minas Gerais itu disebut sederhana dan ramah.

"Kesederhanaan dan kerendahan hati Pele seperti jang dikesankan pada Captain Partono, pilot CIA “Bali Express” dan pramugari Christina Loing–jang mengangkut Pele dan rombongan ke Djakarta–merata pula pada mereka jang langsung berkenalan dengan Radja Bola ini," tulis Tempo.

Pada akhirnya, pertandingan di Senayan dimenangkan Santos. Pele, meski bermain buruk, mencetak satu dari tiga gol kemenangan Santos.

Pertandingan berakhir dengan skor 3-2. Dua gol Santos ke gawang Roni Paslah dicetak Jadel dan Edu. Sementara, dua gol Timnas Indonesia diborong Risdianto.

Mengalami Depresi

Legenda sepak bola Brasil, Pele, saat menghadiri Drawing Piala Dunia 2018 di Kremlin Palace, Jumat (1/12/2017). Acara tersebut dihadiri legenda sepak bola dunia. (AFP/Mladen Antonov)

Pada 23 Oktober mendatang, Pele bakal berusia 80 tahun. Di usia yang semakin senja, penyakit juga ikut menggerogoti tubuh pria yang sukses mencetak rekor dunia 1.281 gol tersebut.

Bahkan, Pele harus berjalan dengan bantuan kursi roda atau tongkat. Kondisi tersebut membuat Pele merasa malu terlihat publik dalam keadaan rapuh, karena masalah di pinggulnya tak kunjung sembuh.

Situasi tersebut membuat Pele sempat mengalami depresi berat. Namun kini, dia mulai membaik dan menerima kekurangan yang dialaminya.

"Saya dalam kondisi yang baik. Saya terus berusaha menerima keterbatasan fisik saya dengan cara terbaik tetapi saya tetap semuanya mengalir secara normal," ujarnya seperti dikutip dari BBC pada 14 Februari 2020. 

Sumber: Tempo, Liputan6.com

Video