Mengenang Getir dan Nestapa Brasil di Tanah Sendiri : Yakin Bisa Bangkit di Piala Dunia 2022 Qatar

Bola.com, Jakarta - Masa lalu menjadi pelajaran berharga bagi siapapun, termasuk di dunia sepak bola. Kenangan pahit di Piala Dunia yang dialami tim-tim raksasa, selalu menarik.

Satu di antaranya terjadi pada Piala Dunia 2014. Kala itu, Timnas Brasil gagal total meraih prestasi. Memang, masih ke babak semifinal, tapi tak juara di rumah sendiri menjadi 'aib' yang bakal selalu dikenang.

 

Brasil Berkabung

Kala itu, Brasil berkabung. Semua menangis. Apa terjadi sungguh di luar dugaan. Selecao baru saja dilibas Jerman saat kedua raksasa bersua di semifinal Piala Dunia 2014.

Bentrok di Estádio Mineirão, Belo Horizonte, 8 Juli 2014, Brasil digilas Tim Panser dengan skor mencolok 1-7. Pada babak pertama, Jerman sudah unggul lima gol tanpa balas via aksi Thomas Müller, Miroslav Klose, dua lesakan Toni Kroos, serta Sami Khedira.

 

Babak Aib

Gelandang Jerman, Bastian Schweinsteiger, berebut bola dengan bek Brasil, Maicon, pada laga semifinal Piala Dunia 2014 di Stadion The Mineirao (8/7/2014). Jerman menang 7-1 atas Brasil. (AFP/Gabriel Bouys)
Gelandang Jerman, Bastian Schweinsteiger, berebut bola dengan bek Brasil, Maicon, pada laga semifinal Piala Dunia 2014 di Stadion The Mineirao (8/7/2014). Jerman menang 7-1 atas Brasil. (AFP/Gabriel Bouys)

Pada babak kedua, Jerman, yang saat itu diarsiteki Joachim Löw, sama sekali tak menurunkan tempo permainan. Digdaya di semua lini, Die Mannschaft kembali mendulang dwigol lewat aksi André Schürrle.

Brasil yang terseok-terseok baru bisa memperkecil skor di menit-menit akhir pertandingan melalui Oscar. Ini adalah kekalahan terburuk Brasil dalam sejarah dan semakin menyesakkan dada karena terjadi di depan puluhan ribu pendukung di stadion, dan ratusan juta fans mereka di seluruh bumi.

 

Tanpa Neymar

Pemain Jerman bersitegang dengan pemain Brasil pada laga semifinal Piala Dunia 2014 di Stadion The Mineirao (8/7/2014). Jerman menang 7-1 atas Brasil. (AFP/Francois Xavier)
Pemain Jerman bersitegang dengan pemain Brasil pada laga semifinal Piala Dunia 2014 di Stadion The Mineirao (8/7/2014). Jerman menang 7-1 atas Brasil. (AFP/Francois Xavier)

Pada 1920, Brasil memang pernah dipermak Uruguay 0-6 di ajang American Championship. Namun, apa yang terjadi Mineirão sungguh di luar dugaan, dan memalukan.

Bagaimana mungkin tuan rumah yang digadang-gadang bakal kembali juara malah begitu dengan mudahnya disingkirkan?. Dalam laga itu, Neymar memang tak main.

Sang bintang masih berkutat dengan cedera usai duel versus Kolombia. Tapi pelatih Luiz Felipe Scolari masih punya segudang pemain top. Ada Maicon, David Luiz, Dante, Hulk dan Fred. Mereka juga beraksi di kandangnya sendiri!

 

Tak Kalah

Apalagi, di laga-laga sebelumnya, Brasil tak terkalahkan. Di perempat final, mereka menyikat kuda hitam Kolombia 2-1.

Di babak 16 besar, armada Scolari menyingkirkan Cile 3-2 lewat drama adu penalti. Di fase grup, Neymar dkk menguasai puncak Grup A dengan torehan dua kemenangan dan satu kali imbang.

Tragis! Apa yang tersuguh selanjutnya adalah banjir air mata. "Ini adalah hari terburuk dalam hidupku," keluh Scolari. Saat itu. Pak Tua tak mau menyalahkan pemain. Dia menerima kekalahan dengan ikhlas, walau tak bisa dipungkiri dia begitu terpukul.

 

Tak Percaya

"Saya tak ingin mencari alasan. Andai Neymar main pun, saya yakin Jerman mampu mendapatkan kemenangan itu," kata Scolari. Julio Cesar, kiper Brasil, ikut angkat suara. "Sulit untuk dijelaskan," katanya.

Cesar mahfum, rakyat Brasil masygul. Asa untuk kembali menjadi yang terhebat di kompetisi tertinggi empat tahunan lagi-lagi gagal.

Padahal, rakyat Brasil jauh-jauh hari sudah menyiapkan pesta akbar. Setelah edisi 2002, Tim Samba tak pernah lagi naik naik podium kehormatan.

 

Butuh Waktu

Gelandang Brasil, Oscar, tampak lesu usai ditaklukkan Jerman pada laga semifinal Piala Dunia 2014 di Stadion The Mineirao (8/7/2014). Jerman menang 7-1 atas Brasil. (AFP/Francois Xavier Marit)
Gelandang Brasil, Oscar, tampak lesu usai ditaklukkan Jerman pada laga semifinal Piala Dunia 2014 di Stadion The Mineirao (8/7/2014). Jerman menang 7-1 atas Brasil. (AFP/Francois Xavier Marit)

"Terima kasih untuk suporter yang telah mendukung kami. Kita sebenarnya sudah dekat dengan juara, hanya saja tidak sampai," katanya. Sebagian orang memang sudah melupakan pembantaian tersebut. Tapi tidak bagi Dante. "Aku sangat sulit melupakannya," aku Dante.

Dante adalah bek tangguh nan kaya pengalaman. Saat itu, pemilik nama lengkap Dante Bonfim Costa Santos bermain untuk klub beken Jerman, Bayern Munchen.

Bersama Maicon dan David Luiz, dia mendapat kepercayaan penuh dari Scolari guna mengamankan gawang Julio Cesar dari serbuan penyerang-penyerang Jerman. Tapi kali ini dia sama sekali tak berdaya. "Setelah kejadian itu, aku butuh waktu untuk bisa bangkit dan kerja keras lagi," kata Dante.

 

Asa Piala Dunia 2022

Pelatih Brasil saat ini, Tite, hakulyakin kekalahan menyakitkan dari Jerman justru membuat skuadnya lebih semangat menyambangi Qatar. Brasil, kata Tite, optimistis bisa memenangkan Piala Dunia 2022.

"Saatnya untuk fokus. Saatnya kembali ke final dan tampil sebagai pemenang," tandas Tite. Brasil yang masih dimotori Neymar berada di Grup G Piala Dunia 2022, bareng Serbia, Swiss, dan Kamerun.

Wajib Nonton Ya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel