Mengenang Kunjungan Diego Maradona ke Indonesia

Luzman Rifqi Karami
·Bacaan 2 menit

VIVA – Rabu 25 November 2020, dunia dikejutkan dengan meninggalnya Diego Maradona. Mantan pesepakbola asal Argentina itu menghembuskan napas terakhirnya di usia 60 tahun karena serangan jantung.

Indonesia cukup beruntung karena pernah dikunjungi oleh Maradona. Pemilik gol "Tangan Tuhan" ini mengunjungi Tanah Air pada 29 Juni 2013 silam.

Dua kota yang dikunjungi Maradona adalah Jakarta dan Surabaya. Pada 29 Juni, Maradona mendarat di Jakarta, lalu pada 1 Juli dia tiba di Kota Pahlawan. Semula, dia juga dijadwalkan mengunjungi Makassar dan Medan namun batal.

Kedatangan Maradona ke Indonesia dipromotori oleh Badan Sepakbola Rakyat Indonesia (BASRI). Semula, Maradona akan dijadwalkan datang pada 18 Juni 2013. Namun, karena panitia kurang memiliki persiapan, maka kedatangan "Si Tangan Tuhan" diundur menjadi Sabtu, 29 Juni 2013.

Sayangnya, banyak agenda Maradona yang tak bisa terlaksana. Salah satunya adalah coaching clinic di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Sebelumnya, dia dijadwalkan menggelar coaching clinic bersama sekitar 200 anak-anak SSB Boca Juniors. Pada kenyataannya, Maradona hanya tampil selama 15 menit tanpa memberi pelatihan.

Praktis hal tersebut menimbulkan kekecewaan dari orang tua peserta coaching clinic. Salah satu orang tua peserta, Jani Girsang, mengaku kecewa dengan promotor kedatangan Maradona, BASRI.

Jani sudah mengeluarkan dana hingga Rp500 ribu agar anaknya bisa mengikuti coaching clinic. Terlebih awalnya promotor menjanjikan bisa foto bersama Maradona.

"Buat saya ini pembohongan publik. Awalnya, diminta Rp2 juta, namun sepi peminat. Kemudian mereka menurunkan harga. Ini seperti bertemu dengan artis dangdut. Panitia sudah membayar Maradona, harusnya dia mengikuti agenda yang telah disiapkan," ketus Jani.

Maradona sendiri mengaku tidak mengetahui ada agenda coaching clinic. Dia juga merasa dibohongi karena panitia ternyata menyelipkan acara tersebut dalam kunjungannya ke Indonesia.

"Saya tahu ada SSB Boca Juniors. Tapi saya tidak tahu ada coaching clinic dengan anak-anak Boca Juniors. Berarti, ada yang berbohong kepada saya mengenai hal ini. Saya tak pernah janji apapun akan melakukan coaching clinic, termasuk dengan SSB Boca Juniors," kata Maradona.

Maradona sebenarnya tidak keberatan bila diminta untuk mengikuti coaching clinic. "Saya mungkin ingin melatih mereka dan itu bukan masalah, tapi asal tidak ada yang berbohong soal itu. Jangan pernah membohongi anak-anak," katanya.

Agenda lain yang harus batal adalah seminar. Semula acara ini dijadwalkan digelar di Ballroom XXI Djakarta Theater, Sabtu, 29 Juni 2013. Karena Maradona kelelahan acara diundur menjadi Minggu 30 Juni 2013 di Hotel Sultan. Namun, acara ini juga ternyata harus batal. Padahal para peserta sudah membayar uang pendaftaran Rp5 juta untuk mengikuti acara ini.

"Saya harus membayar Rp5 juta. Jumlah itu untuk satu orang dan satu pendamping. Pihak penyelenggara menjanjikan akan mendapat pelajaran sepakbola plus berfoto bersama," kata salah seorang peserta, Ninik.