Mengenang Larry King, Presenter Legendaris yang Mengagumi Kehidupan Atlet

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Selama hampir satu dekade, Larry King telah berbicara dengan lebih dari 50 ribu narasumber dari berbagai sisi kehidupan. Bertemu Dalai Lama hingga Frank Sinatra, dari Nelson Mandela hingga Madonna, dan seluruh presiden Amerika Serikat sejak era Gerald Ford hingga Barack Obama.

Namun bertemu atlet selalu mendapat tempat tersendiri bagi Larry King. Memberikannya pelajaran hidup berharga yang dibawa sampai mati.

Larry King telah berpulang. Pembawa acara legendaris asal Amerika Serikat itu meninggal dunia di Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles, Amerika Serikat, pada Sabtu (23/1/2021) waktu setempat. Larry King wafat di usia 87 tahun setelah sepekan sebelumnya diketahui terjangkit COVID-19.

Ora Media, perusahaan yang menaungi Larry, menyampaikan kabar duka ini lewat akun Twitternya. Pihak keluarga juga telah menyampaikan pernyataan resminya terkait peristiwa ini.

"Semua orang tahu Larry adalah broadcaster yang luar biasa, tapi bagi kami dia adalah seorang ayah," bunyi sebagian dari pernyataan pihak keluarga seperti dikutip dari CNN.

Nama Larry King melambung sejak dia membawa acara Larry King Live Show di CNN. Acara talkshow ini sempat merajai rating televisi di Amerika Serikat dan memiliki penonton yang luar biasa. Di puncak kesukesannya, Larry King Show pernah menyedot lebih dari 1,5 juta penonton dalam semalam.

Saat episode terakhir bersama Larry tahun 2010 lalu, Larry King Show menjadi acara talkshow terlama yang dipandu oleh host yang sama. Larry akhirnya pensiun setelah 25 tahun berkarya di CNN.

Berawal dari Radio

File foto 26 Januari 1994, pembawa acara CNN Larry King saat mewawancarai , Oliver North di
File foto 26 Januari 1994, pembawa acara CNN Larry King saat mewawancarai , Oliver North di

Larry lahir di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, 19 November 1933. Orangtuanya merupakan imigran Yahudi yang memutuskan pindah dari Belarusia ke Amerika Serikat pada tahun 1930 lalu.

Dalam beberapa wawancara, Larry mengaku sudah tertarik dengan dunia broadcasting sejak masih anak-anak. Keinginan menjadi penyiar tumbuh seiring dengan rasa ingin tahunya yang besar. Larry sebelumnya mengaku selalu menanyakan apa saja ke siapa saja. "Bahkan usai menyaksikan pertandingan bisbol saya tidak pernah meminta tanda tangan seperti teman-teman lainnya," katanya.

"Saya lebih suka mengajukan pertanyaan kepada mereka. Saya ingin tahu kenapa mereka melakukan ini-itu saat pertandingan," ujar Larrry dalam sebuah wawancara 2018 lalu.

Larry tidak pernah memasuki jenjang perguruan tinggi. Setelah tampat dari sekolah menengah atas, dia memilih pindah ke Miami, Florida dan tinggal bersama pamannya pada era 50-an. Dia terdorong meninggalkan rumah setelah bertemu dengan penyiar CBS yang menganjurkannya pergi ke Miami.

Saat itu, industri radio sangat berkembang di Florida. Larry mengawali kariernya dari stasiun radio Miami WAHR (sekarang WMBM) di Miami Beach. Namun awalnya, tugas Larry bukan penyiar. Dia diminta untuk membersihkan stasiun radio dan melakukan beberapa pekerjaan aneh lainnya.

Titik terang mulai terlihat pada saat satu penyiar laki-laki mereka berhenti pada Mei 1957. King pun dimasukkan untuk menggantikannya. Dia tampil mengesankan dan dipromosikan untuk siaran pada shift siaran 09:00 sampai tengah hari. Dia juga memegang dua siaran berita sore dan sebuah sportscast. Untuk pekerjaan ini, Larry menerima gaji USD 55 seminggu.

Saat pertama kali mengudara, King masih menggunakan nama aslinya, Larry Zeiger. Namun karena kurang terdengar akrab di telinga pendengar, dia pun menyematkan nama ‘King’ sebagai nama radio-nya —setelah terinspirasi iklan ‘King’s Wholesale Liquor’.

King Show yang dipandu Larry semakin populer dan mendapat perhatian dari media lokal di Miami.

Pada tahun 1978, Larry mulai merambah ke dunia televisi dan memandu acara nasional Larry King Show sebelum akhirnya bergabung dengan CNN sebagai pembawa acara Larry King Live, 1985.

Penggemar Olahraga

Foto file 15 Februari 2000, Larry King mengajukan pertanyaan kepada calon presiden dari Partai Republik, Senator John McCain, Alan Keyes, dan George W. Bush selama debat presiden Partai Republik di Columbia, SC King. Kabar meninggalnya Larry King  disampaikan oleh Ora Media. (AP Photo/Eric Draper)
Foto file 15 Februari 2000, Larry King mengajukan pertanyaan kepada calon presiden dari Partai Republik, Senator John McCain, Alan Keyes, dan George W. Bush selama debat presiden Partai Republik di Columbia, SC King. Kabar meninggalnya Larry King disampaikan oleh Ora Media. (AP Photo/Eric Draper)

Sepanjang kariernya sebagai penyiar, diperkirakan Larry King sudah mewawancarai lebih dari 50 ribu tokoh, termasuk kalangan atlet ternama. Mulai dari legenda NBA, Michael Jordan, mendiang Muhammad Ali, hingga dua musuh bebuyutan tinju kelas berat, Evander Holyfield dan Mike Tyson.

Larry punya kekaguman khusus kepada atlet. Tidak seperti tamu-tamu lainnya, bagi Larry olahragawan punya sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang lain, termasuk dia. "Saya banyak belajar dari atlet," ujar Larry dalam wawancara dengan Lewis Howes yang diunggah di Youtube pada tahun 2016 lalu.

"Mereka punya sesuatu yang tidak kita miliki. Karier mereka berakhir saat kita baru memulai," katanya.

Larry kemudian mengisahkan bagaimana seorang atlet yang dulunya terkenal berubah menjadi masyarakat biasa setelah pensiun. Mereka bahkan terkadang tidak dikenali lagi. Sorak-sorai yang selama ini mewarnai perjalanan hidupnya semasa atlet, tiba-tiba hilang saat karier mereka tamat.

"Atlet juga menghadapi sesuatu yang tidak kita hadapi, yakni menang dan kalah," beber Larry.

"Kita tidak pernah punya skor final harian. Tapi bagi atlet, Anda keluar untuk bertanding. Setiap hari di bisbol, orang akan bertanya, berapa skor akhirnya," beber Larry menambahkan.

Fans Dodgers

Foto file 1 Desember 2016, Larry King tiba di Trump Tower di New York. Larry King meninggal dunia di usia 87 tahun pada Sabtu (23/1/2021) waktu Amerika Serikat di Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles, AS. (AP Photo/Richard Drew, File)
Foto file 1 Desember 2016, Larry King tiba di Trump Tower di New York. Larry King meninggal dunia di usia 87 tahun pada Sabtu (23/1/2021) waktu Amerika Serikat di Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles, AS. (AP Photo/Richard Drew, File)

Bisbol menjadi olahraga favorit Larry. Selama hidupnya, Larry dikenal sebagai fans Dodgers. Dia mulai mengikuti tim ini mulai dari kampung halamannya, Brooklyn hingga ke Los Angeles. Larry merupakan pemegang tiket semusim dan masih berjoget riang saat menyaksikan tim kesayangannya bertanding.

Dalam wawancara dengan The Dan Patrick Show, Larry mengaku tidak akan bisa melupakan momen pertama kali menyaksikan Dodgers bertanding pada tahun 1943. "Saya tidak akan pernah lupa saat masuk ke Ebbest Field (markas Dodgers)," kata Larry seperti dilansir dari Mib.

"Selama ini, deskripsi yang saya dapatkan hanyalah dari penyiar radio Dodgers, Red Barber. Saya menyaksikan pertandingan itu lewat suaranya. Sangat luar biasa hijaunya lapangan mereka, betapa coklatnya tanah di sana dan betapa putihnya garis lapangan di sana," kenang Larry.

Wajar saat kepergian Larry, Dodgers ikut berduka. Lewat akun Twitter resminya, Dodgers menyampaikan ucapan duka lengkap dengan foto Larry saat melempar bola.

"Los Angeles Dodgers merasakan kesedihan yang mendalam atas kepergian Larry King, dan kami mengucapkan duka yang mendalam untuk keluarga yang ditinggalkan," tulis Dodgers.

Selain bisbol, Larry juga menyukai basket dan gulat profesional WWF. Dalam perjalanan kariernya, Larry juga sangat menikmati tugasnya saat meyiarkan langsung pertandingan olahraga. Menurutnya, pertandingan memberikannya banyak ruang untuk menghadirkan drama bagi para pendengarnya.

Kehidupan Larry King

Larry tak pernah mengklaim diri sebagai jurnalis. Pun dengan acara-acaranya. Meski menghadirkan tamu-tamu penting, Larry sepertu dikutip NY Times, lebih suka menyebutnya sebagai infotainment.

Larry King terkadang bertanya seperti anak kecil yang ingin memuaskan rasa penasarannya. Dia tidak pernah membaca buku yang akan dibahas saat mengundang pengarang ke acaranya. Demikian juga ketika menghadirkan dua musuh bebuyutan tinju kelas berat, Evander Holyfield dan Mike Tyson.

Larry bahkan masih bertanya apakah Tyson benar-benar menggigit telinga Holyfield di atas ring. Padahal adegan itu sangat fenomenal dan tidak akan pernah terlupakan para pecinta tinju dunia.

Namun 'kepolosan' inilah yang membuat Larry berbeda. Membawanya menjadi salah seorang pembawa acara yang legendaris dengan jutaan pendengar dan penonton setia di berbagai belahan dunia. Kiprah Larry juga dihiasi beragam jenis penghargaan termasuk Peabody Award pada 1982.

Di luar studio, kehidupan Larry penuh kontroversi. Semasa hidupnya, Larry sempat kecanduan judi dan beberapa kali dinyatakan bangkrut. Dia juga perokok berat dan berhenti setelah mengalami serangan jantung pada tahun 1987. Sejak saat itu, Larry King menjalani diet ketat demi menjaga kesehatannya.

Pada tahun 2017, dokter menemukan tumor di paru-parunya, tapi berhasil diangkat lewat operasi. Sejak saat itu, kesehatan Larry tidak pernah stabil. Pada tahun 2019, dia mengaku pernah stroke dan koma berminggu-minggu. Kondisi ini membuatnya depresi dan sempat berniat bunuh diri.

Larry King menikah delapan kali dengan tujuh wanita berbeda. Dari ketujuh istrinya, Larry King memiliki lima orang anak dan sembilan cucu.

Pada 2 Januari 2021 lalu, diketahui kalau Larry telah dirawat selama 10 hari di rumah sakit Los Angeles karena COVID-19. Dia kemudian dinyatakan meninggal dunia pada 23 Januari 2021 waktu setempat.

Saksikan juga video menarik di bawah ini