Mengenang Pahlawan, Hidup Ini Abadi

Syahdan Nurdin, GoenardjoadiGoenawan
·Bacaan 1 menit

VIVA - Sejak Achilles kecil, gede dan akhirnya menang memperebutkan Helen yang bukan istrinya. Dia pun mati dipanah.

Tapi ada negara Troy yang menang. Kisah Achilles dikenang, bahkan ceritanya ditulis sebelumnya Jesus.

Julius Caesar itu pun bujang saat kaisar dibunuh Pretoria. Tapi dia Julius membaca kisah Achilles. Jiwa Achilles hidup.

Saat saya berada di Istanbul, saya duduk di atas batu bata yang ditinggali oleh Constantine. Ya kaisar Roma. Jiwa saya pun terbakar oleh kemenangan Constantine.

Hidup adalah abadi.

Achilles hidup dalam sosok Sudirman. Kadang saya itu kagum dengan patung Sudirman. Dia ada di gedung mabes.

Jiwa Sudirman itu abadi.

Kadang kita tidak menyadari bahwa Ir. Ciputra itu hidup dalam direktur seluruh Real Estate di Indonesia. Semuanya terinspirasi oleh dia.

Pak Jacob Oetama hidup pada seluruh wartawan sekarang. Hidupnya abadi.

Dr Soetomo, Mayjen Sungkono, saya pernah ketemu anaknya Iswahyudi. Cucunya Jenderal Ginting. Jiwa-jiwa pahlawan abadi.

Saya marga Zheng atau Tjan keturunan ke 20 dari Menteri Zheng. Hidupnya tahun 1500 zaman Jendral Cheng ho. (Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM, Alumni IPB Teknologi Pangan, dan Magister Manajemen Universitas Indonesia Lulus 1989)