Mengenang Toeti Herarty melalui "TOETI, Sang PENGGERAK"

·Bacaan 2 menit

Anggota sivitas Universitas Indonesia Dra. Niniek L. Karim dan Dr. Adrianus L. Gerung menggagas sebuah rangkaian kegiatan bertajuk "TOETI, Sang PENGGERAK" untuk memperingati hari lahir sastrawan dan akademisi Toeti Heraty Noerhadi Roosseno.

"Melalui peringatan ini kami mengundang hadirin sekalian untuk menyimak paparan para narasumber dan kemudian dapat terlibat dalam diskusi-diskusi yang sengaja kami rancang untuk membuka kembali memori kita tentang Prof. Toeti," kata Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia sekaligus ketua panitia, Dr. Adrianus, dalam keterangannya, Jumat.

"Melalui rangkaian acara ini kami mengundang ibu, bapak, dan saudara sekalian untuk kembali membaca, mendiskusikan, mengelaborasi, dan merefleksikan pemikiran Prof. Toeti, karya-karya beliau, dan teladan tindakan yang pernah beliau tinggalkan dalam memori dan interaksi kita dengan beliau secara langsung, atau dengan karya-karya yang beliau terbitkan semasa hidup," imbuhnya.

"TOETI, Sang PENGGERAK" adalah upaya peringatan hari lahir Prof. Toeti ke-88 yang jatuh pada tanggal 27 November ini.

Baca juga: Guru Besar FIB UI Prof. Dr. Toeti Heraty Noerhadi tutup usia

Sosok Prof. Toeti dikenal dan dikenang banyak orang sebagai akademisi, cendekiawan, pemikir filsafat, sastrawan, budayawan, seniman, pengusaha, birokrat, pegiat hak asasi manusia, kurator seni, sampai pejuang kesetaraan gender.

Profil yang sangat kaya ini tidak terbantahkan apabila kita meninjau kembali rekam jejak lintasan perjalanan karier Prof. Toeti sejak awal ia menapakkan kaki di Universitas Indonesia sebagai sarjana muda bidang kedokteran, sampai ia bersama koleganya menggagas berdirinya Jurusan Filsafat di Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

"TOETI, Sang PENGGERAK - Tribute to Prof. Toeti Heraty Noerhadi Roosseno" merupakan wadah kolaborasi untuk mengenang jasa, pemikiran dan kontribusi Prof. Toeti dalam bidang filsafat, sastra, dan budaya.

Rangkaian kegiatan ini tidak saja untuk mengenang kehidupan Prof. Toeti dengan semua rekam jejak yang pernah beliau lewati semasa hidup, tetapi juga untuk menunjukkan semangat kolaborasi murid-murid Prof. Toeti yang saat ini tersebar di banyak instansi dan institusi.

Selain itu, kegiatan ini diadakan untuk menggali kembali jejak pemikiran Prof. Toeti sebagai inspirator dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, pemikir filsafat, sastrawan, dan budayawan.

Juga, mengekspos karya-karya Prof. Toeti dalam bentuk diskusi, pertunjukan, dan videografi sehingga memberikan pengetahuan kepada audiens tentang corak khas bertema kesetaraan gender dalam khasanah kesusatraan dan filsafat di Indonesia.

Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia mengajak kerja sama instansi di luar UI yang pernah menjadi tempat Prof. Toeti mengabdi dan berkarya; antara lain Dewan Kesenian Jakarta, Institut Kesenian Jakarta, Akademi Jakarta, Cemara 6 Galeri Museum, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kegiatan ini akan diselenggarakan dengan metode daring lewat Zoom Meeting dan live streaming Youtube, dalam satu rangkaian dan terbagi menjadi tiga bagian; yaitu diskusi publik 1, 2, dan 3 yang diadakan pada tanggal 12, 19, dan 26 November 2021.

Selain itu, akan ada penayangan video feature "TOETI, Sang PENGGERAK" di DKJ.net.

Baca juga: Pekan Komponis Indonesia 2021 akan hadir secara virtual

Baca juga: STA Memorial Lecture langgengkan semangat Sutan Takdir Alisjahbana

Baca juga: Akademi Jakarta kenang Sutan Takdir Alisjahbana petang ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel