Mengenaskan, Mayat Brigadir J Masih Pakai Masker Hitam saat Dievakuasi Sopir Ambulans

Merdeka.com - Merdeka.com - Sopir Ambulans Ahmad Syahrul Ramadhan mengaku, melihat keadaan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat yang sudah tak bernyawa saat tiba di rumah dinas Sambo di Duren Tiga, Jakarta. Ahmad menjadi saksi untuk terdakwa Bharada E atau Richard Eliezer, Bripka RR atau Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf.

Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso dalam sidang perkara kasus pembunuhan Brigadir J menanyakan Ahmad melakukan tindakan apa saat melihat jenazah Yosua di hadapan mata kepalanya sendiri.

"Setelah itu apa yang saudara lakukan setekah melihat ada jenazah, apa terkapar di situ?" tanya hakim, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (7/11).

Ahmad mengungkapkan, dia langsung mengecek nadi lengan Brigadir J untuk memastikan kondisi dirinya benar-benar sudah tiada.

"Saya bersama satu orang anggota tapi saya tidak mengobrol, saya mengecek. Saya cek nadi Yang Mulia, nadinya yang di tangan dan sudah tidak ada," ungkap Ahmad.

Majelis hakim kembali memastikan keterangan Ahmad saat sidang berlangsung dengan menanyakan beberapa hal penting berkaitan dengan kondisi Yosua yang terkapar berlumuran darah.

"Tapi dia pakai baju putih seperti itu?" tanya hakim.

"Iya, Yang Mulia," jawab Ahmad.

"Dia sudah lepas bajunya?" hakim kembali memastikan.

"Belum, masih pakai (baju putih)," timpal Ahmad dengan yakin.

"Posisinya seperti itu?" hakim bertanya kembali.

"Telentang, Yang Mulia," kata Ahmad.

"Wajahnya ditutupi masker warna hitam seperti ini?" tanya hakim.

"Iya, Yang Mulia," ujar Ahmad.

Hakim Iman kembali bertanya untuk memastikan soal keadaan saat Ahmad yang memeriksa denyut nadi Yosua.

"Terus yang dipegang nadi sebelah mana? Otomatis Saudara kena cipratan darah?" cecar hakim.

"Nadi sebelah kiri. Iya (terkena). Pakai sarung tangan karet, Yang Mulia. Kemudian, lalu saya pastikan tidak ada nadinya (Brigadir J). Lalu, saya bilang ke bapak-bapak lokasi 'izin pak sudah tidak ada'. 'pasti mas?' (Ahmad menjawab) 'pasti pak'," ucapnya kepada hakim.

Reporter Magang: Syifa Annisa Yaniar [rhm]