Mengerikan, Pukulan Titisan Mike Tyson Hampir Hilangkan Nyawa Lawan

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Petarung UFC, Francis Ngannou kembali menjadi sorotan usai penampilan beringasnya di UFC 260 yang berlangsung 27 Maret 2021 lalu di Nevada, Amerika Serikat.

Francis Ngannou yang disebut sebagai titisan Mike Tyson dari UFC itu mengalahkan Miocic secara brutal via KO ronde kedua. Dia membuat sang lawan tak berdaya karena serangan mematikannya.

Selain membuat Miocic menderita, ia juga berhasil menggondol sabuk juara kelas berat UFC yang sebelumnya dipegang Miocic.

Penampilan mengerikan Ngannou bukan hanya menjadi sorotan pecinta MMA di dunia. Bahkan, Juara Universal WWE, Roman Reigns sampai terkagum-kagum melihat keganasannya.

Menurut Roman Reigns, Ngannou bisa saja menghilangkan nyawa lawan-lawannya, termasuk Miocic dengan pukulannya yang ganas.

"Ngannou adalah atlet langka yang selalu diam. Dia memiliki kemampuan itu, 'faktor Mike Tyson' yang memungkinkan dia bisa membunuh seseorang jika dia mendaratkan pukulan," kata Reigns, dilansir Essentially Sports.

"Sepertinya, dia memiliki kemampuan untuk mengakhiri semuanya seperti itu, jadi itu jelas menghibur," sambungnya.

Di sisi lain, Ngannou merupakan suatu potret petarung sejati yang tak kenal menyerah. Jauh sebelum terkenal sebagai petarung mengerikan UFC, petarung asal Kamerun itu mengalami kesulitan di masa mudanya.

Petarung berjuluk The Predator itu bahkan harus putus sekolah karena tak memiliki biaya. Dan, untuk menghidupi keluarganya, Ngannou harus menjadi tukang ojek.

"Umur saya saat itu 22 tahun. Saya berhenti sekolah saat usia 17 tahun. Saya dulu menjadi taksi motor di Afrika. Tapi, saya berpikir tak bisa seperti ini selamanya. Saya harus mewujudkan mimpi saya," kata Ngannou dalam podcast Hotboxin bersama Mike Tyson.

Tapi, fasilitas untuk Ngannou mengejar cita-citanya sebagai petinju juga sangat terbatas. Hingga akhirnya, dia memutuskan menjual motornya untuk merantau ke Prancis.

Namun, derita tak berhenti di situ. Selama beberapa tahun, Ngannou hidup tak jelas di Prancis. Sampai suatu saat ia mendatangi tempat gym dan meminta untuk berlatih secara gratis.

"Saya berkata apa adanya. Saya ingin berlatih tapi tidak punya uang. Mereka memberikan kesempatan pada saya. Saya sangat senang. Saya merasa ini adalah awal dari segalanya," ucapnya.

Perlahan, Ngannou mendapati mimpinya. Tapi, bukan sebagai petinju melainkan petarung MMA. Kini, Ngannou juga telah merasakan berlatih dengan Mike Tyson yang dianggapnya sebagai idola.