Mengetahui Kepribadian Teman Seorang Ekstrover

Fimela.com, Jakarta Kepribadian ektrover, setiap orang pasti sudah mendengar kata ini ribuan kali. Seseorangyang memiliki kepribadian ektstrover cenderung ramah, cerewet, percaya diri dan mudah tersenyum. Menjaga persahabatan dengan orang ekstrover mungkin tidak mudah, terlebih jika dirimu seorang introver. Dua tipe kepribadian yang berlawanan ini sering menarik satu sama lain karena karakteristik pelengkap mereka yaitu obrolan dan pendengar, lebih menyukai keramaian daripada keheningan, membuka diri dan menutup diri.

Sifat-sifat kontas seperti ini dapat merusak hubungan, baik dalam jangka panjanga tau jangka pendek. Berikut ini beberapa tips untuk mengetahui kepribadian teman seorang ekstrover agar bertahan lebih lama.

Senang Berbagi Pemikiran dan Pengalaman

Ini terasa seperti luar biasa ketika bergaul dan berteman dengan orang ekstrover untuk jangka waktu yang lama. Mereka seperti tidak pernah berhenti kehabisan hal untuk dikatakan dan diceritkan. Sering kali seorang ekstrover berpikir sambil berbicara, berbeda dengan introver yang sering memilah ide-ide mereka di dalam pikirannya. Dengan senang hati, seorang ekstrover akan menceritakan pengalaman yang pernah ia lalui kepada teman-temannya.

Mendapatkan Energi dari Orang di Sekitarnya

Ini adalah perbedaan utama antara ektrover dan introver, karena introver lebih suka menyendiri untuk mengisi ulang energi dirinya. Perbedaannya berakar pada otak. Bagian dari fungsinya untuk merangsangmu agar tetap bahagia, kurang dari itu dan dirimu merasa sedih, dan lebih dari itu dirimu merasa stres. Orang introver sudah memiliki stimulus tingkat tinggi di otak mereka dan sebagai akibatnya mereka tidak membutuhkan banyak interaksi sosial untuk merangsang diri mereka sendiri. Namun, ekstrover sebaliknya, mereka umumnya memiliki tingkat stimulus lebih rendah, dengan demikian mereka sering mencaris timulus lebih dengan menjadi kupu-kupu sosial.

Jangan Takut dengan Banyaknya Teman dari Ekstrover

Kadang-kadang dirimu dihadapkan pada situasi canggung ketika melihat mereka berinteraksi dengan kelompok teman lainnya. Dirimu memperkenalkan diri dan mencoba menghafal nama-nama mereka dan kemudian diam. Mungkin terlihat menakutkan untuk berhadapa dengan begitu banyak orang sekaligus, terutama jika dirimu seorang introver. Hal yang pertama harus diketahui, adalah tetap diam merupakan pilihan. Untuk menjadi teman ekstrover dalam jangka panjang, dirimu perlu mengingat bahwa mereka umumnya memiliki banyak teman. Meskipun teman-teman mereka mungkin tidak langsung klop denganmu, dirimu tidak perlu merasa terintimidasi oleh teman-temannya.

Jangan Memaksakan Diri untuk Menerima Ajakan Hang Out

Bersama sahabat-sahabat dekat./Copyright shutterstock.com/g/interstid

Terkadang orang beranggapan bahwa persahabatan sebagai tali kecil yang tidak mudah untuk diputus oleh satu kesalahan kecil. Mungkin dirimu berpikir bahwa berjalan di pusat perbelanjaan itu penting dan memutuskan untuk mengatakan "ya" atau dirimu merasa bersalah karena sudah menolak dua undangan untuk hang out dan setuju untuk pergi. Apa pun alasannya, pada akhirnya dirimu kencan terlepas dari keinginanmu. Ingatlah bahwa dirimu memiliki hal untuk menolak apa pun yang tidak ingin dirimu lakukan. Tentu saja ini adalah bijaksana untuk mempertahankan semacam keseimbangan antara penolakan dan penerimaan, tetapi melakukannya jika dirimu merasa senang melihat temamu.

Menghibur dengan Sesuatu yang Menarik

Seperti yang sudah dibahas di atas, perbedaan utama antara introver dan ekstrover adalah bahwa mereka cenderung membuthkan lebih banyak rangsangan dalam kehidupan mereka. Ketika dirimu melihat bahwa teman ekstrover tidak bersemangat seperti biasanya, dirimu dapat membantu mereka, menghibur dengan memperkenalkan stimulan ke dalam hari-hari mereka. Dirimu dapat memunculkan hobi baru, menonton film, atau membimbing mereka untuk membuka tentang hal-hal terbaru yang mereka lakukan. Mungkin mengajaknya ke restoran baru dapat membantu mengurangi beban mereka dan membuatnya lebih rileks.

Jangan Berpikir Temanmu Menjadi Stereotip

Terakhir, tetapi tidak kalah pentingnya, dirimu tidak perlu memberi label pada teman ekstrover. Jika dirimu melakukannya, ia tidak lagi menjadi temanmu. Dalam kasus introver, mungkin terasa menakutkan untuk memahami apa yang dipikirkan teman ekstrovermu. Orang ekstrover tidak selalu membuka diri dan banyak bicara. Mereka bisa menjadi introspeksi diri dan menjadi kutu buku seperti halnya introver bisa percaya diri dan suka ngobrol. Ekstrover adalah campuran dari berbagai sifat.

Secara keseluruhan introversi dan ekstroversi adalah spektrum kadang sifat mereka berputar. Dirimu tidak boleh mengasumsikan hal-hal tertentu tentang teman-temanmu hanya karena mereka cocok dengan tipe kepribadian tertentu, dirimu juga tidak dapat memaksakan ideologimu sendiri yang ekstrover atau introver kepada mereka. Sangat indah ketika orang-orang yang memiliki perbedaan menarik minat satu sama lain. Tetapi untuk mempertahankan hubungan persahabatan, romantisme atau lainnya, seseorang harus mengarahkan energi dan upaya.

#Changemaker