Mengetahui Keutamaan Bulan Syaban dan Cara Menghidupkan Malam Nisfu

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejarah mencatat, banyak peristiwa besar terjadi pada bulan Syaban. Salah satunya adalah perpindahan arah kiblat dari Masjid al-Aqsha menuju Ka'bah (QS al-Baqarah: 144).

Selain itu, ada pula turunnya ayat Al-Quran yang menganjurkan untuk membaca salawat (QS al-Ahzab: 56).

Kemudian, Rasulullah SAW menerangkan, diangkatnya catatan amal manusia juga terjadi tiap bulan Syaban. Hal itu disampaikan dalam hadits riwayat Abu Dawud dan Nasa'i.

Suatu kali, Usamah bertanya kepada Nabi SAW, "Wahai Rasulullah, kelihatannya tak satu bulan pun yang lebih banyak engkau puasakan daripada bulan Syaban?"

Nabi SAW menjawab, "Bulan itu sering dilupakan orang karena letaknya antara Rajab dan Ramadan, sedangkan pada bulan itulah diangkat amalan-amalan kepada Tuhan Rabbul 'Alamin. Maka, saya ingin amalan saya dibawa naik selagi saya dalam keadaan berpuasa."

Di bulan ini, banyak kaum muslim mengikuti salah satu teladan Nabi Muhammad SAW, yaitu puasa sunah. Selain itu, ada pula suatu tradisi yang sudah begitu membudaya di Tanah Air, peringatan malam Nisfu Syaban.

Malam Nisfu Syaban

Ilustrasi Berdoa Credit: freepik.com
Ilustrasi Berdoa Credit: freepik.com

Nisfu Syaban adalah peringatan tanggal 15 bulan kedelapan dari kalender Islam. Dan pada 2021, peringatannya jatuh pada hari ini, Minggu (28/3/2021).

Bagi sebagian kalangan, malam itu dianggap istimewa berdasarkan pada hadis dari Mu’adz bin Jabal, dari Nabi SAW.

Beliau bersabda, "Allah mendatangi seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban. Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan."

Hadis lainnya diriwayatkan dari Abdullah bin Amr, Nabi SAW bersabda, "Allah ‘Azza wa Jalla mendatangi makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, Allah mengampuni hamba-hamba-Nya kecuali dua orang, yaitu orang yang bermusuhan dan orang yang membunuh jiwa."

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan al-Dailami, Imam 'Asakir, dan al-Baihaqy, Rasulullah SAW bersabda, "Ada lima malam di mana doa tidak tertolak pada malam-malam tersebut, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya'ban, malam Jumat, malam Idul Fitri dan malam Idul Adha."

Hadis-hadis di atas, menurut jumhur ulama, termasuk dhaif.

Cara Menghidupkan Malam Nisfu Syaban

Ilustrasi Membaca Doa Credit: freepik.com
Ilustrasi Membaca Doa Credit: freepik.com

Akan tetapi, terdapat riwayat dari generasi tabiin yakni yang menghuni Negeri Syam (Suriah). Mereka diketahui gemar menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan salat sunah.

Di Indonesia, tak sedikit yang biasanya menggelar acara tertentu untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban. Misalnya, membaca doa, baik secara sendiri-sendiri maupun beramai-ramai.

Cara lainnya, seorang dari jemaah majelis membacakan (men-talqin) doa tersebut, kemudian jwmaah mengikutinya. Atau, salah seorang berdoa dan jemaah lain mengaminkan saja sebagaimana maklumnya.

Kegiatan lainnya adalah membaca surat Yasin tiga kali setelah maghrib, baru dilanjutkan dengan berdoa.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: