Mengganti Pesawat yang Rusak Merpati Datangkan MA60 dari Jawa

Laporan Wartawan Pos Kupang, Maksi Marho

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG--Pesawat Merpati dengan nomor penerbangan PK-MZO yang mengalami hard landing dan kemudian tergelincir di Bandara El Tari Kupang, Senin (10/6/2013) sekitar pukul 10.00 wita, adalah pesawat jenis MA60 buatan China. Untuk mengganti pesawat merpati yang mengalami kecelakaan tersebut, manajemen PT Merpati Nusantara Airlines mendatangkan pesawat Merpati dengan jenis yang sama yang selama ini beroperasi di wilayah Pulau Jawa.

Demikian dikatakan Dirut PT Merpati Nusantara Airlines, Rudy Setyopurnomo, ketika ditemui di Bandara El Tari Kupang, Selasa (11/6/2013) siang.

Rudy Setyopurnomo dan rombongannya datang ke Kupang mendampingi tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) atau National Transportation Safety Committee (NTSC) dan tim Kementerian Perhubungan RI serta pihak otoritas bandara.

Selain itu, kedatangan Dirut PT Merpati Nusantara Airlines, Rudy Setyopurnomo dan rombongan juga untuk melihat langsung kondisi pesawat Merpati yang mengalami kecelakaan serta menjenguk para penumpang korban kecelakaan pesawat.

"Kami datang bersama tim KNKT dan kementerian perhubungan karena aturannya memang demikian. Harus dilakukan investigasi dan penyidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan pesawat. Peristiwanya memang hard landing," kata Rudy.

Menurut Rudy, temuan tim KNKT yang melakukan investigasi dan penyidikan terhadap peristiwa kecelakaan pesawat Merpati di Bandara El Tari Kupang nantinya akan menjadi acuan managemen PT Merpati Nusantara Airlines dalam menentukan kebijakan untuk peningkatan keselamatan penerbangan pesawat merpati. Apakah peristiwa hard landing pesawat Merpati itu terjadi karena faktor cuaca, apakah karena faktor operasinya ataukah faktor pesawatnya.

Dari hasil temuan itulah, kata Rudy, nantinya akan ditentukan mana yang harus dibenahi untuk peningkatan keselamatan penerbangan pesawat. Kalau hal itu terjadi karena faktor pesawatnya, bisa saja PT Merpati Nusantara Airlines melakukan evaluasi terhadap semua kondisi pesawat terutama untuk jenis pesawat yang sama.

"Karena kejadian ini, pelayanan pesawat Merpati di wilayah NTT tentu terganggu. Jadi kami tarik satu pesawat dengan jenis yang sama yang selama ini beroperasi di Pulau Jawa untuk beroperasi di wilayah NTT menggantikan fungsi pesawat sebelumnya," kata Rudy.

Ditanya mengapa harus pesawat dengan jenis yang sama, Rudy mengatakan, pesawat dengan jenis yang lain ada juga yang mengalami kecelakaan atau jatuh tetapi tidak ada yang protes dengan pengoperasian pesawat dengan jenis yang pernah jatuh. Sehingga tidak bisa dikatakan kalau pesawat jenis MA60 tidak bisa beroperasi lagi.

Oleh karena itu, kata Rudy, perlu diketahui dahulu hasil temuan tim KNKT yang melakukan investigasi dan penyidikan guna mencari tahu penyebab terjadinya hard landing pesawat merpati di Bandara El Tari Kupang. Sehingga bisa menjadi acuan bagaimana menangani upaya meningkatkan keselamatan penerbangan.

Dikatakan Rudy, dirinya akan berada di Kupang hingga hari Rabu (12/6/2013). Selama berada di Kupang ia akan melihat langsung kondisi bangkai pesawat Merpati yang telah dievakuasi dan mengunjungi para penumpang yang menjadi korban dalam peristiwa kecelakaan pesawat.

Terhadap para korban, Rudy mengatakan, pihak Merpati akan bertanggung jawab atas semua kebutuhan dan kerugian yang dialami. Hanya saja pihaknya harus menemui para korban terlebih dahulu dan mengetahui kebutuhan para penumpang tersebut dan bagaimana keadaannya. *

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.