Menghadirkan "Tanah Keberagaman" di Kota Emas

·Bacaan 5 menit

Ribuan orang mulai memadati Al Wasl Plaza menjelang malam, tak sabar menantikan perhelatan National Day Indonesia pada ajang Expo 2020 Dubai. Para pengunjung disambut layar raksasa berbentuk kubah yang menayangkan merah putih seakan berkibar di angkasa.

Di Kota Emas Dubai, Indonesia mengangkat tema Tanah Keberagaman atau Land of Diversity, untuk memperkenalkan kepada dunia tentang keberagaman Tanah Air yang menjadi satu kekuatan untuk menuju Indonesia Emas pada 2045.

Presiden Joko Widodo bersama Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ) memasuki arena pertunjukan dan bersiap menyaksikan suguhan kebudayaan Indonesia dari kursi VIP, tepat di depan panggung utama Al Wasl.

Dalam pidatonya yang ditayangkan di layar raksasa, Jokowi mengatakan Indonesia dianugerahi kekayaan dan keanekaragaman budaya serta dikenal akan keindahan alamnya.

Tidak hanya memiliki pesona dan keindahan Bali, Indonesia juga punya Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Candi Borobudur, Likupang, dan berbagai destinasi pariwisata lainnya yang terus dikembangkan sehingga semakin mengukuhkan Indonesia sebagai surga pariwisata.

Presiden juga menekankan, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, yang dipastikan pemanfaatan potensinya dilakukan secara terukur, terkendali, dan terjamin keberlanjutannya untuk perbaikan saat ini dan generasi selanjutnya.

Perubahan zaman yang demikian cepat, adanya disrupsi teknologi, dan terjadinya pandemi memaksa untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi.

Tantangan tersebut harus dijawab dengan kreativitas dan produktivitas di berbagai bidang.

Namun, Indonesia menyadari bahwa arus kemajuan teknologi harus disertai dengan kepedulian akan lingkungan, penciptaan energi baru terbarukan, energi ramah lingkungan, dan pengurangan emisi karbon yang terus dilakukan sebagai upaya menghadapi tantangan perubahan iklim dunia demi keberlanjutan.

Indonesia juga menegaskan kesiapannya menjawab tantangan besar itu dengan memanfaatkan teknologi dalam peningkatan kualitas hidup manusia dengan disertai menjaga kelestarian alam. Indonesia terus bertransformasi dan berinovasi karena kami percaya masa depan dimulai dari hari ini.

Presiden kemudian menutup pidatonya dengan menyatakan komitmen untuk membuka semakin banyak peluang kerja sama dan berkontribusi nyata dalam kemajuan dunia.

"Indonesia the land of majesty, tanah yang kaya akan alam dan budaya. Indonesia the land of opportunity yang akan terus membuka peluang dan kesempatan-kesempatan baru. Indonesia the land of innovation yang akan terus berinovasi untuk generasi yang akan datang. Inilah kami the land of diversity," tutup Presiden disambut riuh tepuk tangan penonton.

Pertunjukan budaya

Puluhan penari melingkar di panggung utama Al Wasl. Di tengahnya, seorang penari berkostum hanoman beraksi, dikelilingi penari lainnya yang mengenakan kostum khas Pulau Dewata berwarna merah.

Pertunjukan seni budaya dibuka oleh Tari Kecak, yang memanfaatkan pancaran cahaya memukau. Teknologi digital Al Wasl menampilkan para penari Bali berukuran besar sebagai pendukung penari utama di atas panggung.

Tarian selanjutnya berasal dari Jawa Barat, Jaipong. Suara sinden diiringi tabuhan gendang khas Jabar menggelegarkan penonton dari berbagai sisi. Ditambah lenggak lenggok sendratari di panggung utama, membuat suasana Indonesia semakin kental terasa.

Tak lama kemudian, 15 orang anak laki-laki berpakaian adat Papua melompat-lompat di atas panggung, beratraksi, dan beraksi beriringan mengikuti alunan lagu Yamko Rambe Yambo.

Pertunjukan malam itu disempurnakan oleh suara emas Lyodra Ginting yang menyanyikan lagu "Indonesia Pusaka" di hadapan Presiden Jokowi, para menteri Kabinet Indonesia Maju, Pangeran MBZ, dan sekitar 2.000 pasang mata penonton di Al Wasl Plaza.

Rupanya, Indonesia menjadi negara pertama yang menggunakan panggung utama Al Wasl untuk memberikan penampilannya pada National Day. Hal itu tidak hanya menarik perhatian publik mancanegara, namun juga Diaspora Indonesia yang ada di Dubai dan sekitarnya.

Salah satunya, Emi (42) asal Balikpapan mengaku sangat terpukau dengan penampilan Indonesia malam itu. Bekerja di Dubai selama 15 tahun dan tidak bisa pulang ke Indonesia selama dua tahun belakangan membuat Emi sangat merindukan tanah kelahirannya.

Dengan datang dan menyaksikan parade budaya Indonesia di Expo 2020, Emi mengaku kerinduannya terhadap Indonesia dapat terobati.

Hal senada disampaikan Isti (31), yang bekerja sebagai tenaga kesehatan selama 15 tahun di Dubai. Perempuan asal Bandung tersebut sampai menitikkan air mata ketika menyaksikan tarian Papua yang ditampilkan anak-anak bangsa.

Ia bahkan akan menceritakannya kepada rekan kerjanya dan mengaku sangat bangga menjadi orang Indonesia.

National Day Indonesia mampu memukau dunia. Betapa tidak, sesaat setelah pertunjukan selesai digelar, Ratusan orang memadati Paviliun Indonesia. Antrean mengular hingga ke depan pintu masuk paviliun.

Sementara itu, zona "Night Market" yang menjajakan makanan khas Indonesia terlihat penuh oleh masyarakat lokal Uni Emirat Arab dan warga negara lain di dunia.

Pujian juga datang dari para menteri Kabinet Indonesia Maju, di antaranya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang menyampaikan bahwa National Day Indonesia memperlihatkan keanekaragaman Indonesia menjadi satu keunikan dan kekuatan di mata dunia.

Sementara itu, Kepala Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengaku kagum dan bangga dengan penampilan Indonesia. Bahkan juga menyampaikan bahwa Indonesia meraih komitmen investasi sebesar 35 miliar dolar AS dari Uni Emirat Arab.

Kemudian, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan bahwa National Day mengilustrasikan kebanggaan menjadi orang Indonesia. Dengan demikian, Mendag berharap agar dunia semakin mengenal Indonesia sebagai negeri yang ramah dan bertanggung jawab.

Peluncuran Spice Up the World

Pada gelaran National Day, Pemerintah Indonesia sekaligus meluncurkan kampanye program Indonesia Spice Up the World.

Dengan kampanye tersebut, diharapkan dapat meningkatkan perdagangan rempah-rempah dan bumbu Indonesia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi mengatakan, ekspor rempah-rempah Indonesia pada Januari-Agustus 2021 tercatat sebesar USD 499,1 juta. Nilai tersebut tumbuh 12,88 persen dibandingkan periode yang sama pada 2020.

Produk rempah Indonesia yang diekspor adalah pala, cengkeh, lada putih, kayu manis, dan kapulaga. Negara tujuan utama ekspor rempah Indonesia adalah Amerika Serikat, Tiongkok, India, Vietnam, dan Belanda.

Program yang dinaungi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini melibatkan lintas kementerian/lembaga, dengan target potensialnya adalah Australia dan negara-negara di Afrika, meski tidak menutup kemungkinan dari negara lain di penjuru dunia.

Dengan program ini ditargetkan pertumbuhan ekspor rempah sebesar 25 persen menjadi 2 miliar dolar AS di tahun 2024 dan penambahan 4.000 restoran Indonesia di mancanegara.

Baca juga: National Day tunjukkan kesiapan Indonesia berkolaborasi dengan dunia
Baca juga: Nasi Padang jadi favorit kuliner Paviliun Indonesia Expo 2020 Dubai
Baca juga: Erick Thohir: Expo 2020 Dubai peluang bangkitkan pariwisata
​​​​​​​

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel