Mengharukan, Perjuangan Aprilio Manganang Jaga Air Mata Orang Tua

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Jumat 19 Maret 2021 akan menjadi hari yang tak akan pernah dilupakan Sersan Dua (Serda) Aprilia Manganang.

28 tahun menanti dalam bimbang, Aprilia akhirnya mendapatkan apa yang selama ini ia harapkan.

Hakim Tunggal PN Tondano, Nova Loure Sasube mengabulkan perubahan identitas Aprilia.

Kelahiran Tahuna, Sulawesi Utara, 27 April 1992 itu kini sah menyandang status laki-laki. Dia juga kini telah berganti nama menjadi Aprilio Perkasa Manganang.

Ada kisah haru dalam perjuangan Aprilio mencari jati dirinya. Dia mengaku tak pernah bercerita kepada kedua orang tuanya terkait apa yang ia rasakan selama ini.

Aprilio menceritakan sejak kecil ia dan kakak kandungnya, Amasya Manganang sudah dididik keras oleh orang tua.

Masa kecil lebih banyak ia habiskaan untuk membantu perekonomian keluarga dengaan bekerja dan berjualan. Selain itu, sejak masuk SMA, Aprilio juga sudah jauh dari orang tua.

"Karena saya sama kakak waktu kecil didikik keras, orang tua latar tidak mampu, kami diajarkan kerja, jualan, saya juga belum tahu kondisi saya seperti apa. Tapi, orang tua saya memperlakukan saya sebagai wanita," kata Aprilio dalam acara Sosok Pekan Ini, TV One.

"Saya juga saat masuk SMA jauh dari orang tua, saya merantau ke Manado, saya masih belum tahu diri saya seperti apa. Tapi tetap saya bertanya, kenapa saya tidak menstruasi, kenapa saya seperti laki-laki. cuma saya tidak tahu cerita ke siapa," sambungnya.

Aprilio punya alasan yang mengharukan mengapa dirinya tak mau bercerita keluh kesahnya kepada orang tua.

Semua itu tak lain karena dirinya tidak mau membuat kedua orang tuanya sedih dan tertekan dengan kondisinya. Biarlah, kedua orang tuanya menikmati apa yang selama ini ia dapatkan.

"Saya takut mereka sedih, cukuplah saya yang menjalani, mereka menikmati saja apa yang saya dapat," ucapnya.

Kebahagiaan Aprilio semakin sempurna setelah orang tuanya mengerti apa yang ia alami selama ini. Para dokter senior RSPAD menjelaskan secara detail tentang kondisinya.

"Setelah orang tua kesini, saya bilang ke mama papa, ini lho ma yang saya ingin, dan puji Tuhan mereka mengerti. Dan dokter juga menerangkan, dan mereka senang mendengarnya," jelasnya.