Menghindari Risiko dalam Pengambilan Keputusan

·Bacaan 4 menit

VIVA – Pernahkan Anda merasa gelisah lantaran dihadapkan dengan beragam bentuk permasalahan? Biasanya, hal tersebut menuntut Anda untuk dapat mencari jalan keluarnya. Namun, untuk menemukan suatu pemecah masalah, haruslah terlebih dahulu melewati berbagai macam proses supaya dapat membentuk keputusan.

Proses yang telah dilalui tersebut merupakan suatu hal yang pasti akan dialami ketika sedang ditimpa masalah. Dengan begitu, cara dan sikap seseorang akan menentukan kehidupan selanjutnya atas dasar pola dan strategi yang diterapkan. Sebab, permasalahan yang datang akan mengubah manusia dari prosesnya tersebut sehingga alternatif penyelesaian dihasilkan dalam bentuk keputusan.

Pada dasarnya, mengambil keputusan bukanlah suatu hal yang mudah, apalagi ketika sedang berada di tengah situasi yang rumit. Biasanya seseorang dapat mudah terjebak, bahkan hampir tidak mampu untuk berfikir solusi yang dapat mengantarkan pada keputusan terbaik. Seseorang dapat mencapai kesuksesan, dapat pula kegagalan.

Dengan begitu, ketika seseorang sedang berada pada proses pengambilan keputusan haruslah mengetahui terlebih dahulu makna dan tujuan dari keputusan yang diambil, supaya tidak menjerumuskan pada suatu hal yang tidak diinginkan.

Menurut Mc. Farland, keputusan adalah suatu tindakan memilih ketika seseorang pemimpin menentukan suatu kesimpulan mengenai suatu hal yang harus atau tidak dilakukan dalam situasi tertentu. Walaupun begitu, setiap orang akan selalu dihadapkan pada situasi tersebut mulai dari organisasi, kelompok, ataupun individu.

Sebab, perilaku yang selama ini dilakukan manusia merupakan hasil dari keputusan yang telah dibuat seseorang. Oleh karena itu, setiap hasil dari sebuah keputusan akan menginterpretasikan dari yang membuat keputusan. Dengan begitu, peran dari keputusan ini sangatlah penting bagi setiap peran sehingga terdapat pula konsep dasar dari setiap pengambilan keputusan yang diambil.

1. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Intuisi

Pada hal ini, keputusan akan dihasilkan dari sebuah intuisi atau perasaan yang bersifat subjektif dengan meyakinkan seseorang. Adanya perasaan tersebut biasanya berbentuk sugesti, pengaruh dari luar, serta faktor kejiwaan internal. Walaupun terdengar tidak realistis pada sebagian orang, tetapi tipe pengambilan keputusan ini memiliki keuntungan tersendiri, di antaranya:

- suatu keputusan dapat lebih mudah dan cepat dihasilkan

- keputusan dapat lebih akurat tergantung intuisi seseorang yang dirasakan.

2. Pengambilan Keputusan Rasional

Pada hal ini permasalahan yang biasanya dihadapi membutuhkan banyak pertimbangan, sehingga pemikiran yang rasional dan obejektif menjadi indikator utamanya. Dalam lingkungan masyarakat, keputusan ini dapat dilihat ketika kepuasan masyarakat dapat tercapai menurut nilai-nilai yang ada.

3. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Fakta

Istilah ‘fakta’ pada konteks ini lebih menuju ke arah data dan informasi. Suatu fakta yang dikumpulkan secara terstruktur disebut data, sedangkan hasil dari pengolahannya disebut informasi. Keputusan yang didasarkan pada sebuah fakta akan selalu berpacu pada olahan data atau informasi sehingga menghasilkan keputusan yang mutlak dan sesuai.

4. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Pengalaman

Masalah yang datang pada setiap manusia akan memberikan pelajaran tersendiri sehingga membentuk pengalaman dari hal tersebut. Pada kasus ini, memori yang terekam akan dijadikan dasar dalam mengambil keputusan. Pengalaman dan kemapuan dalam memprediksi suatu masalah baru akan mudah dilakukan dengan analisis pengalaman pribadi.

5. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Wewenang

Seperti halnya suatu kelompok atau organisasi, di dalamnya terdapat individu yang memiliki tugas dan wewenangnya. Sebagian memiliki peran penting, sebagiannya pun tidak. Seseorang yang memiliki kedudukan tinggi, biasanya mendapat kesempatan untuk mengambil keputusan dalam suatu organisasi.

Dalam hal ini, keputusan yang didasarkan pada weweanang bergantung pada pada seseorang yang harus disetujui oleh bawahan. Perkembangan teknologi saat ini memberikan dampak besar pada kehidupan manusia, salah satunya juga dalam hal pengambilan keputusan.

Mungkin sebagian orang bertanya apa hubungan antara keputusan dengan perkembangan teknologi. Seiring berjalannya waktu, teknik seseorang dalam melakukan komunikasi berubah karena adanya kemajuan dari sistem informasi. Ketika setiap individu ataupun kelompok dihadapi pada sebuah peilihan, sistem infrmasi menjadi salah satu indikasi utama dalam membantu meyakinkan seseorang mengambil keputusan.

Adanya informasi-informasi yang tersebar di berbagai media dapat memperkuat atau melemahkan suatu keputusan yang mungkin telah diambil seseorang/kelompok. Oleh karena itu, pada hal ini segala bentuk keputusan bukan hanya dilihat dari pilihannya saja, melainkan teknik dalam mengambil keputusannya. Dapat dikatakan bahwa ketika tengah berada di situasi yang mengharuskan seseorang mengambil keputusan, hal tersebut menuntut seseorang berfikir secara kritis agar tidak salah memilih pilihan karena dapat memengaruhi kehidupan selanjutnya.

Daftar Pustaka

Konsep Dasar Pengambilan Keputusan . (2013, April Rabu). Dipetik Agustus Selasa, 2021, dari http://akuiqbal93.blogspot.com/2013/04/konsep-dasar-pengambilan-keputusan.html

Jayadi, H. (2018). KONSEP DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN. 4 - 5.

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG TEPAT. (t.thn.). Dipetik Agustus Rabu, 2021, dari samahitawirotama.com: https://samahitawirotama.com/proses-pengambilan-keputusan-yang-tepat/

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel