Mengikis Beban Korban Banjir Bandang Malang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Banjir bandang melanda Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, 3 November 2021 lalu akibat curah hujan dengan intensitas tinggi. Bencana tersebut hingga kini masih mendapat perhatian dari masyarakat sekitar.

Banjir ini telah menerjang 5 desa di Kecamatan Bumiaji. BPBD Provinsi Jawa Timur meneruskan informasi peringatan dini potensi tersebut kepada BPBD kabupaten/kota yang kemudian diteruskan kepada pihak masyarakat untuk waspada ancaman bencana hidrometeorologi.

Kepedulian akan sesama masih tampak melalui kegiatan bakti sosial yang terselenggara sebagai bentuk solidaritas bertajuk Goes to Malang Misi Kemanusiaan Peduli Korban Banjir Bandang bareng MDMC Kota Tangerang. MDMC Kota Malang bersama ibu-ibu Aisyiyah, Kokam, Hizbul Wathon (HW), Lazismu, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) mengambil bagian atas nama kemanusiaan.

"Bantuan donasi yang kami salurkan untuk para korban bencana banjir bandang Batu, Malang berupa Sembako, material dan bahan-bahan pembersih mulai tanggal 6-20 November 2021," ujar Dr (C) Mukhamad Fathoni, S.Kep.,Ns,MNS Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC ) Kota Malang, kepada Liputan6.com, Minggu (21/11/21).

Bantuan Material untuk Korban dari MDMC Tangerang

Dokumentasi MDMC - Goes to Kota Malang
Dokumentasi MDMC - Goes to Kota Malang

Saluran bantuan dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) ke SMA Muhammadiyah1 Jl.BS. Riadi no. 17 Oro 2 Dwowo bantuan berupa 20 sak semen, 1.000 bata, 20 asbes gelombang. Sementara, ke RT 02 RW 03 Oro 2 Dowo Gang 8 terdampak 3 rumah bantuan berupa 6 sak semen, 600 bata, 6 asbes gelombang.

RT 07 RW 03 Oro 2 Dowo Gang. 9 terdampak 2 rumah bantuan berupa 4 sak semen, 200 bata, 4 asbes gelombang.

Fathoni menjelaskan perihal keaktifan masyarakat penerima bantuan yang turut membantu proses baksos ini dengan turu ikut kerja bakti juga dalam proses komunikasi.

"Alhamdulillah amanah dari lazismu dan teman-teman donatur telah tersampaikan kepada yang berhak. Meskipun belum bisa memuaskan semua pihak, tapi paling tidak kita tak tinggal diam melihat saudara perlu bantuan," Fathoni mengatakan.

Bantuan Psychological First Aid

Dokumentasi MDMC - Gotong-Royong Membersihkan Rumah Warga
Dokumentasi MDMC - Gotong-Royong Membersihkan Rumah Warga

Psychological First Aid adalah pertolongan pertama psikologis. Suatu teknik yang dirancang untuk mengurangi terjadinya gangguan stres pasca-trauma.

“Saya dihubungi dari tim tanggap bencana, pada waktu itu oleh dr. Aurick, SpEM (spesialis emergency medicine),” ujar dr D Surya Yudhantara, Sp KJ, RSUD dr Saiful Anwar Malang, pada Liputan6.com, Senin (22/11/21).

"Tim screening dari tim tanggap bencana menemukan adanya remaja yang menderita trauma, tapi setelah dilakukan pertolongan pertama psikologis Alhamdulillah tidak didapatkan trauma berat," tambah Surya seraya menjelaskan perihal awal mula dirinya terlibat dalam bantuan bencana ini.

Surya menangani remaja perempuan yang kala itu hampir terhanyut saat banjir datang. Korban sempat semalam cemas dan tidak bisa tidur, tapi saat pagi sudah membaik dan bisa tenang ketika ada orangtuanya.

"Remaja itu mengalami kondisi yang disebut reaksi stres akut. Tidak ada teknik healing tertentu. Hanya pertolongan pertama secara psikologis. Saya berbicara padanya tentang keadaan sekarang dan menyampaikan supaya ditemani oleh keluarga," terangnya menjelaskan kondisi korban.

Simak video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel