Mengingat Kembali Menhan Prabowo Subianto Disambut Hangat Kopassus Kamboja

Merdeka.com - Merdeka.com - Puluhan Warga Negara Indonesia (WNI) disekap di Kamboja. Mereka menjadi korban penipuan lowongan kerja perusahaan bergerak di bidang investasi.

Jika tidak bisa memenuhi target harian, beragam kekerasan pasti diterima WNI di Kamboja. Mulai kepala dibenturkan ke tembok, hingga dipaksa bekerja meski sedang sakit.

Menengok ke belakang, hubungan Indonesia-Kamboja dikenal cukup mesra.

Teranyar, beberapa hari sebelum kasus penyekapan itu diungkap ke publik, salah satu menteri terlihat akrab dengan tentara Kamboja.

Ia adalah Menteri Pertahanan Letjen (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumodi. Prabowo disambut hangat bahkan dengan salam komando saat kunjungan kerja di Kamboja.

Prabowo disambut Special Forces Command (Komando Pasukan Khusus/Kopassus) Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja.

Rupanya tak sedikit para prajurit itu pernah didik dan dilatih Prabowo. Momen itu terjadi saat Prabowo tengahmelakukan kunjungan kerja dan agenda perjumpaan dengan Wakil Perdana Menteri (PM) sekaligus Menhan Kamboja Jenderal Samdech Pichey Sena Tea Banh di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Kamboja, Selasa (21/6) lalu.

Menhan Prabowo Subianto tampak terus mengumbar senyum sumringah dan memberikan hormat kepada pasukan berseragam. Kehadirannya disambut meriah dengan nyanyian dan salam khas 'komando'.

Diketahui, Prabowo menyempatkan diri untuk mengunjungi Markas Special Forces Command (Komando Pasukan Khusus/Kopassus) Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja di Phnom Penh, Kamboja.

"Yang nyanyi dan menyambut Menhan @prabowo ini bukan Kopassus RI lho. Mereka adalah Special Forces Command Royal Cambodia, alias Kopassus-nya Kamboja," ungkap Dahnil Anzar dalam keterangan tertulis, Selasa (21/6).

Prabowo sendiri mengaku bahagia atas sambutan tersebut. Ia lantas menyematkan doa untuk pasukan Kopassus Kamboja agar bisa terus mengabdi untuk rakyat.

"Saya bangga hari ini diterima di Special Forces Command Royal Cambodian Armed Forces. Saya yakin Special Forces Command akan terus menjadi pasukan yang andal dan unggul yang akan membela bangsa dan rakyat Kamboja," kata Prabowo dalam keterangan tertulis dengan disematkan tanda tangannya.

Kasus WNI Disekap

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha, puluhan WNI tersebut dilaporkan menjadi korban penipuan perusahaan investasi palsu di Sihanoukville, Kamboja.

"KBRI telah menghubungi pihak Kepolisian Kamboja untuk permohonan bantuan pembebasan sambil terus menjalin komunikasi dengan para WNI. Saat ini, Kepolisian Kamboja sedang melakukan langkah-langkah penanganan," kata Judha dilansir Antara, Kamis (28/7).

Dia menjelaskan kasus penipuan di perusahaan investasi palsu kian marak terjadi karena banyaknya tawaran kerja di Kamboja melalui media sosial.

Pada 2021, KBRI Phnom Penh telah berhasil menangani dan memulangkan 119 WNI korban investasi palsu.

Namun tahun ini, kasus serupa justru semakin meningkat. Hingga Juli 2022, tercatat 291 WNI menjadi korban, dengan 133 orang di antaranya sudah berhasil dipulangkan.

Untuk menekan jumlah kasus tersebut, Kemlu telah memfasilitasi penyidik Bareskrim Polri untuk melakukan penyelidikan di Kamboja.

"Dari para WNI yang telah dibebaskan, KBRI juga memperoleh informasi mengenai para perekrut yang sebagian besar masih berasal dari Indonesia," tutur Judha.

Informasi tersebut diteruskan kepada pihak Bareskrim Polri untuk diselidiki lebih dalam guna penindakan terhadap para perekrut.

"Berbagai langkah sosialisasi juga ditingkatkan agar masyarakat waspada terhadap modus-modus penipuan lowongan kerja di Kamboja," kata Judha. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel