Mengintip Barcagate yang Hantam Barcelona

Zaky Al-Yamani
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kehebohan terjadi di awal pekan ini. Polisi lokal Catalan menggerebek kantor FC Barcelona pada Senin pagi kemarin 1 Maret 2021. Aparat kemudian menahan sejumlah petinggi klub. Penggerebekan ini pun mencuatkan isu skandal Barcagate.

Tapi apakah Barçagate itu? Skandal yang mengguncang klub Catalan dan dengan pemain saat ini termasuk Messi dan Piqué yang dikabarkan terlibat. Barcagate merupakan skandal soal pembayaran ke sebuah perusahaan media sosial.

Skandal Barçagate muncul pertamakali diawali oleh program radio Spanyol 'Què t'hi Jugues!' di Cadena SER pada 17 Februari 2020. Menurut program tersebut, Barcelona telah menyewa perusahaan media sosial, bernama I3 Ventures.

Seperti dilansir laman olahraga Spanyol, as.com, Selasa 2 Maret 2021, I3 Ventures kemudian bertugas untuk menodai reputasi individu tertentu yang dianggap kritis terhadap presiden Barcelona Bartomeu dan jajaran dewan direksi.

I3 Ventures menggunakan akun media sosial untuk mendukung kebijakan dewan direksi Barça dan 'menyerang' mereka yang tidak setuju dengan mereka. Pasalnya, dikabarkan ada banyak penyimpangan yang terjadi dan dilakukan oleh petinggi Barcelona.

Beberapa individu yang diduga 'diserang' dengan cara ini termasuk beberapa pemain seperti Gerrard Piqué dan Lionel Messi, mantan pemain termasuk Xavi Hernandez dan kandidat presiden Víctor Font dan Joan Laporta.

Menurut Cadena SER, Barcelona telah membayar hampir satu juta euro kepada I3 Ventures untuk pelayanan mereka dalam melakukan kampanye negatif. Kerjasama dibagi menjadi enam kontrak kecil yang nilai masing-masing kurang dari 200.000 euro.

Cadena SER melaporkan bahwa I3 Ventures membuat serangkaian akun media sosial setelah penandatanganan kontrak dengan Barcelona untuk menyebarkan pesan dewan. Ada enam akun di Facebook yang dijalankan oleh I3 Ventures untuk Barcelona.

Sementara itu, Bartomeu membantah bahwa klub telah menyewa I3 Ventures untuk menyerang individu. Dia mengatakan, tidak benar bahwa Barca telah mengatur serangan terhadap "pemain, mantan pemain, politikus, presiden atau mantan presiden."

Meski demikian, Bartomeu yang mengundurkan diri sebagai presiden November 2020 lalu, telah ditahan dan diinterogasi oleh aparat kepolisian atas skandal ini. Pasalnya, ada dugaan juga terjadi penggelapan dan pencucian uang.