Mengintip Dapur Tempat Makanan Jemaah Haji Indonesia di Makkah

Merdeka.com - Merdeka.com - Jemaah haji Indonesia mulai berdatangan ke Makkah, Arab Saudi. Jemaah akan berada di Makkah lebih kurang 25 hari.

Selama di Makkah, jemaah mendapatkan 119 kali makan. Dipastikan, menu yang dihadirkan untuk jemaah memiliki cita rasa nusantara.

Tim Media Center Haji (MCH) berkesempatan mendatangi dapur Raghaeb. Raghaeb adalah salah satu dari 31 perusahaan penyedia katering untuk jemaah selama di Makkah. Raghaeb mendapat tugas menyediakan makan pagi dan siang untuk jemaah.

Pemilik katering Raghaeb, Ahmad Abdallah Quwair menjamin makanan yang diolah di dapurnya memiliki cita rasa Nusantara sesuai yang disepakati dengan pemerintah Indonesia.

"Kami berkomitmen yang paling utama melayani jamaah haji, kemudian keuntungan nomor 2," kata Ahmad, Selasa (14/6).

dapur tempat makanan jemaah haji indonesia di makkah
dapur tempat makanan jemaah haji indonesia di makkah

©2022 Merdeka.com/Lia Harahap

Raghaeb sudah menyediakan katering untuk jemaah Indonesia sejak 2015 lalu. Di perusahaan ini, juru masak diwajibkan dari Indonesia. Tujuannya, mengenal karakteristik makanan nusantara sehingga jemaah bertambah lahap makan.

"Juru masak dari Indonesia, tidak mau negara lain. Kami bangga bisa melayani jamaah haji Indonesia," ujarnya.

Pantauan tim MCH 2022, fasilitas di dapur ini sangat lengkap. Berbagai bentuk panci dengan ragam ukuran tersedia. Di dapur juga terdapat gudang penyimpanan yang menyimpan bahan baku seperti bumbu dapur, beras, minyak goreng dan pendinginan untuk menyimpan seperti daging dan ayam.

Untuk menyiapkan makan pagi, juru masak sudah berjibaku di dapur sejak pukul 10 malam WAS. Sedangkan untuk makan siang, persiapan bahan mulai dilakukan sejak 04.00 WAS. Sementara proses distribusi dilakukan 2 jam sebelum jadwal makan.

Adapun lauk makanan yang dipersiapkan seperti semur ayam, ayam panggang, sapi lada hitam, ikan patin goreng, telur dadar daging cincang, ayam goreng tepung hingga rendang daging.

Setiap menu yang diberikan juga dilengkapi buah. Tidak lupa, stok minum juga terpenuhi dengan baik.

Pengecekan Sebelum Didistribusikan ke Jemaah

Dalam kesempatan yang sama, pengawas katering daerah kerja (daker) Makkah, Rusna Purnama menjelaskan, sebelum didistribusikan ke jemaah, makanan lebih dulu melalui proses food taster.

"Akan dicek. Sampel makanan akan dikirim ke daker dan sektor," kata Rusna saat peninjauan dapur katering, Raghaeb di Syaukiah, Makkah, Selasa (14/6).

Pengecekan mulai dari rasa, tingkat kematangan hingga tekstur. Hal ini penting dilakukan agar makanan yang didistribusikan ke jemaah benar-benar layak konsumsi.

"Bila makanan layak dan cocok dan dianggap aman boleh distribusi ke jamaah," katanya. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel