Mengintip Gua Misterius yang Ditemukan di Tabanan

Merdeka.com - Merdeka.com - Penemuan gua di Banjar Dalem, Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, akan dijadikan Obyek Diduga Cagar Budaya (ODCB) oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) dan Balai Arkeologi (Balar) Provinsi Bali.

"Sementara ada kesimpulan dari Balar dan BPCB, gua yang ada di dalam Banjar Dalem, Desa Pejaten itu, diindikasikan sebagai obyek diduga cagar budaya," kata I Wayan Sugatra selaku Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, Bali, saat dihubungi Selasa (7/6).

Gua tersebut, ditemukan di pekarangan rumah warga bernama I Ketut Nada pada Bulan Maret 2022 lalu. Saat itu, rencananya akan membangun kamar mandi dan saat melakukan penataan ada tanah yang amblas dan ditemukan lubang di bawah tanah dan ada empat relung atau ceruk.

Sementara, gua tersebut diperkirakan memiliki jalur memanjang ke arah selatan sepanjang 10 meter dan di dalamnya untuk ceruk pertama di sisi utara dengan ketinggian 1,2 meter dan lebar 1,4 meter. Ceruk kedua di sebelah timur dengan ukuran 1,3 meter dan lebar 1,2 meter.

Kemudian, ceruk ketiga bersebelahan dengan ceruk kedua dengan tinggi 1,1 meter dan lebar 1,1 meter. Sedangkan ceruk keempat di sebelah ceruk ketiga dengan ukuran 1,2 meter dan lebar 1,9 meter.

gua di tabanan
gua di tabanan

©2022 Merdeka.com

"Kemarin, untuk gua memang itu ditemukan masyarakat kami. Karena dia, melakukan penataan lahan tiba-tiba tanah amblas ternyata itu sebuah gua. Atas penemuan itu, masyarakat sudah berkoordinasi kepada kami dan sudah ditindaklanjuti kepada BPCB dan Balar, dan sudah melalukan penelitian awal terkait dengan lokus dari gua itu," ujarnya.

"Jadi, sesuai dengan Undang-undang nomor 11, tahun 2010, itu tentang cagar budaya, perlakuannya adalah terhadap ODCB itu sama dengan cagar budaya lainnya," lanjutnya.

Namun, untuk mengetahui tentang kisah atau sejarah gua tersebut. Pihaknya, masih menunggu penelitian dari BPCB dan Balar Bali. Namun, dari petunjuk yang ada gua itu bukan tercipta alamiah tapi buatan manusia.

"Kami sementara akan menunggu hasil-hasil penelitian lebih lanjut dari balai-balai terkait. Sehingga nanti, kami bisa menentukan langkah-langkah selanjutnya yang bisa untuk pelestarian dan pengamanan dari pada gua tersebut," ujarnya.

"Karena, diindikasikan gua itu bukan gua alamiah tetapi gua buatan manusia. Karena, ada guratan dan garis yang ada di dalam gua itu, diindikasikan bukan gua alamiah tetapi buatan manusia," jelasnya.

Sementara, dari perkiraan yang ada gua itu diduga peninggalan saat penjajahan Jepang. Tetapi, pihaknya masih menunggu hasil penelitian yang sudah dilakukan.

"Dari prediksi teman-teman Balar dan BPCB itu, belum berani memberikan justifikasi peninggalan siapa. Tetapi, diindikasikan itu peninggalan di zaman Jepang karena di sekitar itu ada banyak beberapa situs-situs lagi yang ini mungkin perlu digali dan dieksplor lebih intensif lagi," ungkapnya.

gua di tabanan
gua di tabanan

©2022 Merdeka.com

"Sehingga, nanti betul-betul koneksitas antara gua ini dengan situs-situs lain yang di seputaran itu, bisa disimpulkan sebagai sebuah kawasan yang saling berkaitan.
Jadi, kami masih menunggu tim-tim dari Balar dan BPCB untuk melakukan pengkajian dan penelitian lebih lanjut," ujarnya.

Kendati demikian, menurutnya penemuan gua tersebut untuk sementara dinyatakan sebagai ODCB oleh Balar dan BPCB dan selanjutnya dilakukan Registrasi Nasional (Regnas) agar ditetapkan menjadi cagar budaya.

"Karena itu, sudah dinyatakan oleh BPCB selaku ODCB kami perlakukan sebagai cagar budaya dan kami akan melakukan regnas terkait gua tersebut. Kami, sudah menyampaikan kepada pemilik lahan untuk sementara menjaga dulu gua itu, agar tidak terjadi kerusakan sehingga nanti menghilangkan data-data sejarah yang bermanfaat bagi pendidikan dan penelitian lebih lanjut," ujarnya.

"Jadi, kalau memang ada aset-aset atau situs dan kawasan bangunan struktur, iya kita harus lestarikan. Jangan, menghilangkan data sejarahnya dan nanti harapan kita bisa bermanfaat bagi masyarakat dan generasi muda untuk kepentingan penelitian dan pendidikan," ujarnya. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel