Mengintip Peluang Indonesia Jadi Pasar Ekonomi Digital Terbesar di ASEAN

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan analisis lingkungan strategis yang menjadi aspek pendorong transformasi digital perbankan dan industri jasa keuangan di Indonesia.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK, Teguh Supangkat, meyakini para perbankan dan pelaku industri jasa keuangan di Indonesia kelak bisa jadi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara.

"Indonesia berpeluang menjadi salah satu negara dengan perkembangan ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara," ujar Teguh dalam suatu sesi webinar, Selasa (14/9/2021).

Teguh menilai, peluang ini didukung oleh potensi ekonomi digital Indonesia yang tercermin dari digital opportunity dan juga digital behavior.

"Kita lihat, bagaimana potensi yang cukup besar untuk mendorong suatu transformasi digital di perbankan. Support dari digital opportunity dan juga digital behaviour di Indonesia menjadi peluang bagi sektor jasa keuangan, khususnya bagi perbankan untuk bertransformasi digital," ungkapnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Potensi Pasar Digital

Dari sisi lain, ia menambahkan, potensi pasar digital di Indonesia juga tercermin dengan adanya pelaku e-commerce terbesar di Asia Tenggara, dengan jumlah transaksi yang cukup signifikan.

"Juga kita punya bonus demografi yang cukup besar dan potensi pasar yang cukup besar. Termasuk juga dari sisi fintech, ini sekarang sudah terdapat 125 peer to peer lending, 65 sudah berizin dan 60 lainnya terdaftar," bebernya.

"Dan juga dari sisi digital technologi yang per Juni 2021 terdapat 83 penyelenggara industri keuangan digital yang tercatat di OJK," pungkas Teguh.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel