Mengintip Peluang Indonesia Jadi Produsen Udang Terbesar di Dunia

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia punya kesempatan besar menjadi negara produsen udang di dunia. Apalagi udang saat ini memiliki nilai cukup tinggi dan menjadi primadona bagi negara-negara lain.

Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad, Yudi Nurul Ihsan menyampaikan, konsumsi udang beberapa negara maju seperti Jepang, China, Amerika Serikat, dan Eropa sejauh ini terus meningkat. Di mana pertumbuhan penambahan konsumsi dari negara-negara maju tersebut mencapai 4 sampai 6 persen per tahun.

"Ini saya kira menjadi kesempatan yang buat kita sehingga kita bisa menjadi produsen untuk kebutuhan udang-udang dunia," kata dia dalam diskusi Terobosan Kuasai Pasar Udang Dunia, Rabu (2/9).

Namun dia memahami, pasokan udang Indonesia ke China saat ini masih berada dalam jumlah kecil. Akan tetapi tidak menutup peluang, ke depan komoditas ini bisa tumbuh dan menjadi pemain besar di dunia.

"Harus menjadi target bahwa ke depan udang dari kita yang harus menjadi utama dan kebutuhannya. Ke depan terus akan besar dan ini adalah peluang yang cukup besar buat kita," jelas dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Target Ekspor

Ilustrasi Udang. (Dok. Thanks for your Like/donations welcome/Pixabay)
Ilustrasi Udang. (Dok. Thanks for your Like/donations welcome/Pixabay)

Pemerintah sendiri saat ini tengah mengejar target pemenuhan ekspor 2 juta ton pada 2024. Komitmen itu ditujukan melalui beberapa upaya dan program mulai dari revitalisasi tambak hingga pengembangan shrimp estate.

"Kalau saya boleh berpendapat 250 persen pertumbuhan udang itu mungkin bukan hanya sekedar tujuan akhir. Tetapi itu menjadi semacam jalan atau menjadi semacam rel untuk menuju visi Indonesia emas tahun 2045," jelasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel