Mengintip Perkembangan Penambahan Kapasitas Angkutan Batu Bara PTBA Bersama KAI

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) mengembangkan proyek angkutan batu bara jalur kereta api dengan kapasitas 72 juta ton per tahun pada 2026.

Saat ini, Direktur Pengembangan Usaha PT Bukit Asam Tbk, Fuad Iskandar Zulkarnain Fachroeddin mengatakan masing-masing pihak tengah dalam pengembangan. Fuad menjabarkan, Perseroan memiliki empat tujuan pelabuhan. Antara lain Tarahan, Kertapati, Kramasan, dan Perajen.

Tiga pelabuhan selain Kramasan merupakan kepemilikan PTBA. Sehingga Perseroan membangun investasinya disana. Baik itu di PIT (lokasi penambangan) hingga port-nya. "Khususnya Kramasan ini kita berbagi tugas dengan PT KAI. Pit-nya PTBA dan port-nya PT KAI," kata dia dalam Press Conference Kinerja PT Bukit Asam Tbk, Selasa (1/9/2021).

Perseroan mengembangkan pit sedangkan PT KAI berkaitan dengan pelabuhan. “Validasi terakhir dari PT KAI, mereka sedang mendevelop hal-hal yang berkaitan dengan pelabuhan. Di sisi lain kita mendevelop hal-hal yang berkaitan dengan Pit,” ujar dia.

Fuad menambahkan, untuk meningkatkan kapasitas angkutan ke pelabuhan Kramasan sebesar 20 juta ton per tahun, tidak bisa hanya membangun pelabuhannya saja.

Namun, PT Bukit Asam Tbk harus mengembangkan dari sisi Pit-nya. Termasuk Coal Handling Facility (CHF) dan Train Loading Station (TLS).

"Saat ini PTBA sedang bekerja untuk pembangunan yang dari sisi Pit, baik untuk CHF maupun TLS. Jadi sesuai dengan timeline kita karena sudah cangangkan bisa 72 juta ton per tahun pada 2025,” kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Proyek Bakal Selesai Sesuai Target

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PTBA, Suryo Eko Hadianto memastikan seluruh proyek berjalan on track dan akan selesai sesuai target. Terutama yang berkaitan dengan tanggung jawab Perseroan telah dilakukan sebagaimana mestinya.

“Intinya, semua yang menjadi tanggung jawab PTBA sudah dipersiapkan. Tidak ada yang terlambat dan akan selesai pada waktunya sesuai dengan target,”

“Sementara untuk yang di Krasmasan yang menjadi tanggung jawab PT KAI, kita tetap monitor tentang kesiapan pelabuhan tersebut. Sampai saat ini belum ada kendala yang berarti,” pungkasnya.

PTBA Gandeng KAI Kembangkan Proyek Angkutan Batu Bara

PTBA bekerjasama dengan PT KAI mengembangkan proyek angkutan batu bara jalur kereta api dengan kapasitas 72 juta ton per tahun pada 2026. Termasuk jalur baru yang terdiri dari Tanjung Enim arah utara dengan kapasitas angkut 20 juta ton per tahun.

Jalur ini dibangun beserta fasilitas dermaga baru Kramasan yang dibangun oleh PT KAI dan direncanakan akan beroperasi pada 2024.

Di samping itu kapasitas angkut 5 juta ton per tahun telah berhasil dioperasikan pada Dermaga Kertapati sejak kuartal I-2020 dan akan ditingkatkan menjadi kapasitas 7 juta Ton pada kuartal IV 2021.

Kemudian Tanjung Enim arah selatan terdapat dermaga Tarahan-1 untuk pengembangan kapasitas jalur eksisting menjadi 25 juta ton per tahun yang telah memperoleh Commercial Operation Date (COD) pada kuartal II 2021.

Selain itu, untuk mendukung kerja sama pasokan batu bara jangka panjang ke PT PLN (Persero), dilakukan pengembangan angkutan batu bara ke arah Perajen sebagai pengganti pengembangan angkutan batu bara ke Tarahan-2 dengan kapasitas angkut 20 juta ton per tahun. Direncanakan beroperasi pada kuartal III 2026.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel