Mengintip Saham Emiten Orang Terkaya RI yang Bisa Dilirik Tahun Depan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Forbes merilis 50 daftar orang terkaya di Indonesia. Dalam laporan tersebut, Robert Budi Hartono dan Michael Hartono mempertahankan posisinya sebagai orang terkaya di Indonesia dalam daftar Forbes Indonesia’s 50 Richest.

Hartono bersaudara bertengger dengan kekayaan bersih USD 42,6 miliar. Keduanya adalah penghasil dolar terbesar tahun ini dengan penambahan USD 3,8 miliar, terutama berkat kenaikan saham Bank Central Asia atau BCA (BBCA).

Merujuk laman Forbes, keluarga Hartono membeli saham BCA setelah keluarga kaya lainnya, yakni Salim, kehilangan kendali bank tersebut selama krisis ekonomi Asia pada 1997-1998.

Pengamat pasar modal, Reza Priyambada menyebutkan saham BBCA masih sangat menarik untuk dicermati di 2022.

Hal itu lantaran BBCA menjadi pemimpin di industrinya. Dari sisi kinerja BBCA utamanya selama pandemi juga tercatat masih moncer.

“BBCA termasuk leading di sektornya. Secara market capitalization bernilai tinggi. Kinerjanya juga terbilang baik di antara bank-bank lainnya, kata Reza kepada Liputan6.com, seperti dikutip Minggu (26/12/2021).

Dari sisi nominalnya, BBCA mencatatkan laba paling tinggi selama periode 9 bulan di 2021 dibandingkan dengan bank-bank besar lainnya seperti BRI, BNI, dan Bank Mandiri, yakni sebesar Rp 23,2 triliun. Namun, dari sisi pertumbuhannya adalah yang paling kecil, yaitu naik 15,8 persen yoy.

Saat ini, kapitalisasi pasar BBCA mencapai Rp 890,91 triliun. Tertinggi di antara bank-bank besar yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham BBCA ditutup stagnan pada perdagangan Jumat (24/12) kemarin di level Rp 7.300 per lembar saham. Sepanjang tahun ini, saham BBCA telah naik 465 poin atau 6,80 persen.

Emiten Orang Terkaya Lainnya

Ilustrasi orang terkaya Indonesia. (Liputan6.com/Triyasni)
Ilustrasi orang terkaya Indonesia. (Liputan6.com/Triyasni)

Selain emiten milik Hartono, Reza juga menyebutkan salah satu emiten milik keluarga Wijaya dapat dipertimbangkan, yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

BSDE merupakan salah satu anak perusahaan grup Sinarmas yang bergerak di bidang pengembangan real estate.

“BSDE menarik dicermati karena adanya insentif dari pemerintah cukup membantu penjualan rumah BSDE. Juga ditopang mulai membaiknya daya beli masyarakat untuk properti,” kata dia.

Dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia, keluarga wijaya bertengger di urutan kedua dengan total kekayaan mencapai USD 9,7 juta.

BSDE mencatatkan peningkatan kinerja sepanjang enam bulan pertama tahun 2021. Laba usaha anggota kelompok properti Sinar Mas Land tersebut melonjak 129,48 persen.

Hingga kuartal II-2021 Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp 1,12 triliun atau tumbuh signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 488,74 miliar.

Pertumbuhan pendapatan usaha sepanjang enam bulan pertama tahun 2021 mencapai Rp 3,25. Angka tersebut setara pertumbuhan 39,20 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,34 triliun.

Pada perdagangan akhir pekan ini, BSDE ditutup naik 5 poin atau 0,49 persen ke level 1.025 per saham. Sepanjang tahun ini, saham BSDE terkoreksi 240 poin atau 18,97 persen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel