Mengintip Spesifikasi Daihatsu Rocky, Compact SUV Mulai dari Rp 200 Jutaan

Winda Destiana

Daihatsu Rocky, nama yang sempat populer di era 80 sampai 90-an ini lahir kembali. Daihatsu Motor Corporation memperkenalkan Rocky di ajang Tokyo Motor Show beberapa waktu lalu. Secara spesifikasi, Daihatsu Rocky terbaru pastinya sangat berbeda dengan versi lawas.

Proyek pengembangan Daihatsu Rocky ini mirip seperti ketika PT Astra Daihatsu Motor menggarap Xenia. Prinsipal Daihatsu dan Toyota menggarap bersama, dimana untuk brand Toyota dinamai sebagai Raize. Bila melihat ukurannya, Rocky merupakan compact SUV atau sejenis crossover berkapasitas lima tempat duduk.

Mesinnya tergolong kecil namun lumayan bertenaga, yaitu 1.000 cc turbo atau 1.200 cc naturally aspirated. Dengan konsep mini-SUV, Rocky diperkirakan mengisi segmen di bawah Terios. Sayangnya, pihak ADM menegaskan belum berminat membawa Rocky ke Indonesia.

“Sampai saat ini, kami belum ada rencana untuk memasukkan Daihatsu Rocky ke Indonesia,” ucap Direktur Marketing PT ADM, Amelia Tjandra beberapa waktu lalu.

Rocky diciptakan dengan platform Daihatsu New Generation Architecture (DNGA). Kesan compact menjadi tema utama dalam Rocky, yang bisa dilihat dari bemper dan grill yang ‘dipadatkan’. Desainnya luwes dengan sudut melengkung yang tidak kaku dan headlamp dengan LED sebagai daytime running light.

Melansir laman Carmudi Indonesia, konsep SUV kompak dengan lima penumpang kembali hadir pada sosok Rocky ini. Rocky di Indonesia punah pada 17 tahun yang lalu dengan segudang kisah manis soal ketangguhannya di berbagai medan. Penantian publik akan kian panjang, pasalnya pihak Daihatsu di Indonesia pun masih belum memiliki rencana untuk menghadirkan kembali sosok Rocky.

Publik pun kian penasaran, apakah sosok Daihatsu Rocky ini bisa menjadi penantang sepadan dengan Suzuki Jimny? Memang jika dilihat dari mesin, Jimny masih terlalu jumawa dengan modal 1.5 liter turbo. Namun secara dimensi dan harga, Rocky jelas unggul karena bisa menampung lima penumpang dengan prediksi harga di kisaran Rp 220 jutaan. 

Baca juga: 3 Mobil Murah Ini Cuma Laris 150 hingga 300-an Unit di September, Kurang Laris?

Kabin Minimalis yang Lega

Kabin dalam Daihatsu seri Rocky terbaru (Carmudi Indonesia)

Ukurannya yang mungil tak lantas membuat kabin Daihatsu Rocky ini sempit. Layout interiornya bergaya futuristik dengan head unit floating pada bagian tengah. Desain yang cukup unik yaitu posisi tuas transmisi dibuat sedikit ke atas, masih berada di tengah namun lebih naik dan maju mendekati konsol tengah.

Tombol untuk pengaturan audio, cruise control, dan penyetelan lainnya terdapat sudah ada pada bagian setir. Interiornya bergaya sederhana dalam balutan warna abu-abu dengan material pembungkus jok dari fabric. Berdasarkan foto yang beredar, interior Daihatsu Rocky ini didominasi material plastik, namun ada beberapa polesan supaya tidak membuatnya terkesan murah.

Daihatsu Rocky untuk saat ini diproduksi di pabrik Nakatsu, Oita (Daihatsu Motor Kyushu). Rocky generasi terkini mengadopsi platform Daihatsu New Global Architecture. Sebenarnya, Rocky adalah hasil pengembangan dari konsep Daihatsu DN Trec yang sempat dipamerkan di Tokyo Motor Show.

Bagasi belakang lumayan luas karena tidak adanya ban serep baik di bagian kolong atau tergantung di pintu. Secara dimensi, bagian belakang bisa dibuat lebih panjang untuk bagasi.

Absennya ban serep pada Daihatsu Rocky membuat volume bagasi bisa semakin dimaksimalkan dan sangat lega. Namun, ketiadaan ban serep untuk konsumen di Indonesia akan membawa masalah tersendiri dan tidak sesuai dengan kebijakan yang ada.

Baca juga: Tenang! Begini Cara Mudah Menghilangkan Kotoran di Jok Kendaraan yang Berbahan Kain

Eksterior Elegan ala Daihatsu Rocky

Daihatsu kembali meluncurkan adik dari Terios, yaitu Rocky (Carmudi Indonesia).

Rocky pada era 90-an kita kenal sebagai SUV 4×4 dengan sosok gagah. Desainnya boxy dengan kaki-kaki berukuran besar. Soal daya jelajahnya tidak usah diragukan lagi, sebab SUV dengan kapasitas 5-seater ini didukung penggerak 4×4 dan mesin diesel dengan torsi melimpah.

Berselang 17 tahun kemudian, Daihatsu Motor Corporation kembali memperkenalkan sosok Rocky. Berbeda dari versi sebelumnya, Rocky terbaru kini jadi imut-imut. Bobotnya pun hanya 980 kilogram, atau tidak sampai satu ton berkat rancangan DNGA yang memiliki struktur kokoh namun ringan.

Secara dimensi, Rocky memiliki panjang 3.995 mm, lebar 1.695 mm dan tinggi 1.620 mm dengan wheelbase 2.525 mm. Banyak publik Jepang mengaitkan soal ukuran dan desain Rocky sebagai versi ‘Mini Rav-4’. Untuk sepatunya, Rocky memakai velg ukuran 17 inci dengan ban 195/60.

Desain Rocky bisa dengan mudah kita kenali dari grill heksagonal berukuran besar. Grill ini memiliki pola garis-garis horizontal dengan kelir hitam glossy. Sementara di bagian tengahnya, terpampang logo Daihatsu. Kemudian di bagian belakang, desain headlamp bergaya sipit dengan garnish melebar di bagian tengah.

Baca juga: Toyota Sumringah! Sedan Crown akan Dipakai Pejabat Presiden Jokowi, Ini Keunggulannya

Bagian belakang Daihatsu Rocky

Tampilang belakang Daihatsu New Rocky (Carmudi Indonesia)

Secara sepintas, pola ini mirip seperti yang ada pada Daihatsu Terios. Bedanya, penempatan plat nomor Daihatsu Rocky berada di bumper sedangkan Terios berada di pintu belakang. Agar terkesan macho, di sekeliling terdapat skirt berkelir hitam.

Spesifikasi Mesin Daihatsu Rocky, Si Kecil yang Bertenaga

Tampilan Rocky yang gagah namun kurang gahar (Carmudi Indonesia).

Daihatsu Rocky generasi terbaru pastinya berbeda dengan Rocky terdahulu, yang masuk keluarga Taft. Untuk Rocky yang baru meluncur di Jepang ‘hanya’ dibekali mesin 1.000 cc turbo atau 1.200 cc naturally aspirated. Mesin mungil ini sebenarnya ditujukan untuk penggunaan mayoritas di perkotaan.

Mesin 1.0 berkonfigurasi tiga silinder segaris DOHC, intercooler turbo. Tenaga yang dihasilkan sebesar 98 ps pada 6.000 rpm dan torsi 140 Nm pada 4.000 rpm. Sementara itu, spesifikasi mesin 1.2 liter naturally aspirated tidak diungkap saat peluncuran beberapa waktu lalu.

Belum lagi secara spesifkasi, Rocky juga hanya tersedia dalam opsi penggerak roda depan dengan penggerak CVT. Bila disiksa di medan terjal layaknya sang buyut, tentu tidak sanggup. SUV di era modern ini lebih mengadopsi desain gagah dengan ground clearance lebih tinggi untuk antisipasi melewati jalanan rusak atau jalur pedesaan.

Nah, di atas sempat disinggung hadirnya fitur cruise control pada Daihatsu Rocky. Fitur ini amat berguna apabila berkendara lewat jalan tol dengan kecepatan konstan. Fitur ini cukup klop dengan karakter New Rocky yang merupakan SUV urban sehingga habitatnya mayoritas di jalan aspal.

Sekarang, yuk kita bandingkan dengan spesifikasi Daihatsu Rocky versi jadul. Pada era 90-an, PT Astra Daihatsu Motor menjadi salah satu distributor off road kenamaan. Daihatsu memiliki model Taft sejak era 70-an akhir dengan penggerak 4×4. Secara konsep, Taft terus berkembang hingga kemudian melahirkan Feroza, SUV dengan penggerak 4×2.

Pada 1988, PT ADM memperkenalkan generasi terbaru Taft yaitu Taft Rocky dengan kode FL75. SUV berkapasitas lima penumpang ini dibekali mesin diesel DL41 berkapasitas 2.765 cc atau sama persis dengan Taft Independent. Selanjutnya, Rocky mendapat update dengan mesin baru DL42, yang kapasitasnya sama.

Adu Spesifikasi dan Performa Daihatsu Rocky terbaru vs Rocky lawas

Rocky seri lawas yang cukup bertenaga pada zamannya (Carmudi Indonesia)

Output mesin tersebut sebesar 76 dk dengan torsi 245 Nm dipadukan transmisi manual lima percepatan. Secara spesifikasi, tenaga New Rocky 1.0 turbo lebih tinggi dibanding Rocky lawas (98 ps vs 76 dk). Namun torsinya, Rocky lawas menang telak karena dibekali mesin diesel berkapasitas besar.

Nah, torsi melimpah yang dimiliki oleh Rocky lawas ini memudahkannya saat harus merayap di medan off road yang sulit. Terlebih, mobil tersebut sudah memakai penggerak 4×4 dan suspensi independen di depan dan per keong di belakang pada Rocky F78.

Sebaliknya, tenaga yang relatif kecil membuat Rocky jadul terasa biasa saja saat melewati jalan aspal perkotaan maupun jalan tol. Mobil akan sulit dan lambat dipacu dalam kecepatan tinggi, kisaran 100 km/jam. Sebaliknya, Spesifikasi mesin Rocky 1.0 turbo dengan dimensi yang mungil dan tenaga lebih besar akan lebih lincah di jalan perkotaan.

Memang, tren sudah banyak berubah dimana saat ini SUV menjadi favorit di seluruh dunia. Bahkan, mobil jenis sedan yang terkenal soal kenyamanannya pun mulai ditinggalkan dan beralih ke SUV. Soal performa, mesin 1.0 liter turbo sempat diuji pada model Tanto di jalanan Indonesia beberapa waktu lalu.

“Sedan nggak laku di Indonesia, di dunia trennya sudah ke SUV sekarang. Kami sudah ngetes Tanto dengan mesin 1000 cc turbo, hasilnya ternyata di jalanan indonesia performanya bagus,” jelas Amelia beberapa waktu lalu.

Setelah sukses melakukan uji performa, Daihatsu dengan tegas menyatakan belum berminat memperkenalkan Rocky yang masuk kategori Kei-Car. Menurut Amelia, penjualan mobil mungil khas Jepang ini sangat minim berkaca dari model-model yang sudah ada.

Untuk harganya sendiri, Daihatsu Rocky tipe Premium 2WD 2.200.000 yen (Rp 285,3 juta) 4WD 2.442.000 yen (Rp 316,7 juta) Tipe G 2WD 2.002.200 yen (Rp 259,7 juta) 4WD 2.244.200 yen (Rp 291,1 juta) Tipe X 2WD 1.848.000 yen (Rp 239,7 juta) 4WD 2.086.700 yen (Rp 270,6 juta) Tipe L 2WD 1.705.000 yen (Rp 226 juta) 4WD 1.944.800 yen (Rp 257,8 juta). (Editor: Winda Destiana Putri).