Mengintip Suasana Masjid dan Restoran di Hong Kong Saat Ramadan di Masa Pandemi Covid-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bulan suci Ramadan dirayakan di seluruh dunia, termasuk di Hong Kong. Saat ini terdapat 300 ribu muslim di sana yang merayakan Ramadan. Hal itu didukung dengan sarana ibadah, berupa masjid. Hong Kong memiliki lima masjid besar, yaitu Masjid Kowloon, Masjid Al Ammar, Masjid Jamie, Masjid Chai Wan, dan Masjid Stanley, serta sejumlah musala di berbagai tempat.

Berdasarkan siaran pers yang diterima Liputan6.com dari Hong Kong Tourism Board, Rabu, 28 April 2021, selama Ramadan tahun ini, seluruh aktivitas ibadah terpusat di masjid. Selain berbuka puasa, salat berjemaah, hingga saling berbagi kebutuhan di antara masyarakat setempat.

Seperti disampaikan Imam Besar Hong Kong, Muhammad Arshad, situasi Ramadan di Hong Kong terasa berbeda sejak pandemi COVID-19 melanda tahun lalu. Pada 2020 lalu, masjid ditutup sekitar setengah bulan Ramadan.

Setelah itu, masjid dibuka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Para jemaah diwajibkan menjaga jarak dan mengenakan masker selama salat di masjid, termasuk saat melaksanakan salat tarawih. Aturan jaga jarak pun dipatuhi.

"Kami pun tidak lagi melakukan berbuka puasa di masjid di mana para jemaah akan membawa makanan dan minuman bukan hanya untuk berbuka puasa, namun juga untuk dibagikan ke warga setempat," ujar Muhammad Arshad.

Sebelum pandemi melanda, di Masjid Raya Kowloon, setiap malam, salat tarawih biasanya akan diikuti sekitar 1.500 sampai 2.000 jemaah. Namun saat ini, pihaknya hanya melaksanakannya bersama staf masjid.

Restoran Ubah Strategi

Mr. Ma, pemilik  Ma's Restaurant di Hong Kong (dok. Hong Kong Tourism Board)
Mr. Ma, pemilik Ma's Restaurant di Hong Kong (dok. Hong Kong Tourism Board)

Selain masjid, sebagai kota yang menghargai keragaman, Hong Kong memiliki banyak pilihan tempat makan dan toko halal bagi para wisatawan dan umat muslim lokal. Namun, pandemi memengaruhi restoran halal di Hong Kong dan mengubah strategi bisnis restoran selama Ramadan.

Ma's Restaurant adalah restoran China halal yang populer di kalangan Muslim, baik lokal maupun turis. Para pengunjung akan dimanjakan lidahnya dengan penganan khas masakan China halal, mulai dari mi daging sapi ala Shanghai, Sup Goulash Daging Sapi Muda, dan berbagai pilihan dimsum.

Sebelum pandemi melanda, para pelanggan harus melakukan reservasi tempat terlebih dulu sekaligus memesan makanan untuk berbuka puasa. Karena adanya pembatasan pergerakan dan terkait dengan penerapan protokol kesehatan, kebanyakan orang merasa lebih aman makan di rumah.

"Saat ini, kami mulai lebih fokus pada pengiriman menggunakan operator dan juga pengambilan sendiri oleh pelanggan, karena mereka merasa lebih nyaman makan di rumah mereka sendiri," ujar Mr. Ma, pemilik Ma's Restaurant.

Imam Baihaqi, pelanggan Ma's Restaurant adalah Imam Baihaqi, seorang warga negara Indonesia yang bekerja di Dompet Dhuafa Hong Kong (dok. Hong Kong Tourism Board)
Imam Baihaqi, pelanggan Ma's Restaurant adalah Imam Baihaqi, seorang warga negara Indonesia yang bekerja di Dompet Dhuafa Hong Kong (dok. Hong Kong Tourism Board)

Ramadan di Hong Kong

Salah satu pelanggan Ma's Restaurant adalah Imam Baihaqi, seorang warga negara Indonesia yang lebih dari dua tahun tinggal di Hong Kong bersama istri dan ketiga anaknya. Imam merupakan General Manager Dompet Dhuafa Hong Kong sejak Januari 2019.

Imam melihat Hong Kong sangat mendukung warganya tanpa memandang latar belakang agama mereka. Hal ini pula yang menurut Imam mengapa perkembangan Islam di Hong Kong begitu baik. Ia juga menyoroti bagaimana tempat wisata internasional seperti Hong Kong Disneyland dan Ocean Park telah menyediakan restoran halal dan musala.

Bagi Imam, puasa di luar negeri merupakan ujian sekaligus pengalaman belajar, terutama di kota yang mayoritasnya tidak berpuasa. Ia merindukan akan kampung halamannya di Indonesia, terutama saat Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Bagi Imam, pandemi ini telah memengaruhi kehidupan setiap orang, termasuk kebiasaan di bulan Ramadan. Namun, untuk beribadah, tidak bergantung apakah kita berjemaah atau sendiri, karena tujuan dasar berpuasa Ramadan tetap sama. Akibat pandemi, banyak dari aktivitas fisik telah dipindahkan ke platform online.

"Sebelum pandemi COVID-19, salah satu tradisi kami adalah mengadakan program kampanye untuk berbagi dengan komunitas non-Muslim tentang Ramadan dan praktik puasa. Kami menggelar acara buka puasa dan tarawih di mana kami mengundang beberapa ustaz dan ustazah dari Indonesia untuk memberikan ceramah di aula yang kami sewa dan satu ritual besar lainnya, salat Idul Fitri di taman-taman besar yang ada di Hong Kong," ujar Imam.

Jadwal Imsakiah Ramadan 1441 Hijriah Wilayah DKI Jakarta

Infografis Jadwal Imsakiah Ramadan 1441 Hijriah Wilayah DKI Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Jadwal Imsakiah Ramadan 1441 Hijriah Wilayah DKI Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: