Mengintip Transformasi PT KAI Membangun Negeri

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah mereformasi sistem perkeretaapian di Indonesia menjadi semakin nyaman dan aman. Betapa tidak, sejak dikeluarkan larangan terhadap pedagang asongan berjualan di dalam kereta api oleh PT KAI tahun 2013 lalu pelayanan transportasi pilhan masyarakat itu makin banyak melakukan perubahan.

Jika ingin ke luar kota menggunakan kereta, saat ini masyarakat sudah dimudahkan dengan cara mendapatkan tiket secara online maupun secara offline. Para petugas kereta api juga ramah-ramah saat kita meminta informasi terkait keberangkatan atau bahkan pembatalan.

Sejak tidak adanya pedagang asongan, pengamen dan lainnya tidak diizinkan masuk ke dalam gerbong-gerbong kereta, pelayanan kereta menjadi semakin nyaman dan aman. Perubahan yang dulu di dalam gerbong-gerbong kereta akan dipenuhi dengan pedagang asongan kini tak lagi ditemui di pelayanan PT KAI.

Dahulu, ketika akan menaiki kereta api fikiran kita akan tertuju pada penuh, sesak, kumuh dan desak-desakan bahkan banyak pencopet yang siap mengambil barang pelanggan PT KAI yang lengah. Namun, itu dulu saat aturan belum diterapkan. Kini, Naik kereta api tak hanya bersih, nyaman dan tapi juga aman.

Dialami oleh Praditya Yoga Adi Wardana sedianya ia hendak ke Yogyakarta untuk kepentingan bisnisnya. Namun, karena dirinya terburu-buru dirinya belum sempet memenuhi persyaratan transportasi yang harus menyertakan hasil negatif swab atau PCR Covid-19. Akhirnya ia memutuskan me-reschedule keberangkatannya.

Pria yang karib disapa Yoga itu sudah berfikir tiketnya akan hangus, tapi nyatanya dirinya diarahkan petugas untuk menjadwal ulang keberangkatannya. "Waktu itu dah panik harus ke Yogyakarta tapi pas sampai stasiun lupa belum swab. Untung sih petugasnya sabar arahin buat reschedule/jadwal ulang berangkatnya," kata Yoga kepada Liputan6.com, Jumat (10/9/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Transportasi Paling Nyaman dan Murah

9 kereta api jarak jauh tetap beroperasi di Jatim. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
9 kereta api jarak jauh tetap beroperasi di Jatim. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Pria yang menjadi pebisnis sejak puluhan tahun itu melanjutkan, lantaran sudah hampir larut ketika itu dirinya langsung mencari rumah sakit dekat stasiun yang menyediakan fasilitas test Covid-19. Setelah menunggu 2 jam lamanya akhirnya dirinya bisa segera menyelesaikan hajat bisnisnya untuk segera tiba di Kota Yogyakarta.

"Karena sudah pesan ulang dan cuma beda beberapa jam jadi saya putuskan bermalam di stasiun. Kondisi stasiun yang bersih dan sedikit dari pedagang asongan saya sedikit nyaman ketiduran sambil nunggu kereta datang," ujar dia.

Yang ditunggu akhirnya tiba, kereta tujuan jogja sudah ada di depannya. Ia pun bergegas mencari nomor kursi sesuai pesanannya. "Untuk urusan bisnis saya selalu pakai kereta api. Lebih aman dan nyaman aja, apalagi sekarang sudah bisa tidur nyenyak di kereta tanpa ada gangguan orang-orang jahat atau pedagang asongan. naik kereta sekarang dan dulu beda banget, sekarang lebih aman," katanya.

"Kebayang beberapa tahun silam kalau bolak balik Jakarta-Yogyakarta atau daerah lainnya kebayang bakal banyak pengamen, penjual asongan. Untung sekarang Kereta Api Indonesia sudah mengubah diri menjadi layanan transportasi terbaik," ucap dia.

Menurutnya sistem transformer PT KAI sangat membantu pekerjaannya. Ia menyebut mulai dari dirinya yang harus merubah jadwal berangkat sampai kemudahan-kemudahan pelayanan yang memudahkan perjalanannya.

"Udah aman nih di kereta kita juga tidak perlu was-was. Transportasi ini (kereta api) ini paling nyaman dan aman versi saya," ujarnya.

Di sisi lain, Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Supriyanto mengaku PT KAI tidak hanya terus memberikan kenyamanan untuk para pengguna jasa perkeretaapiaan di Indonesia. "Kita terus melakukan perbaikan pelayanan, supaya masyarakat tetap aman dan nyaman menggunakan kereta api," kata Supriyanto saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menyebut pengguna kereta api pada periode 3-9 Agustus 2021 sebanyak 9.509 orang dengan rata-rata angka harian 1.358 orang menggunakan pelayanan kereta api untuk wilayah Yogyakarta dan Surakarta atau pengguna jarak jauh dan lokal , angka yang turun hingga 77 persen dari hari normal.

"Jarak jauh diperkirakan sebanyak 5.963 orang pengguna kereta api pada awal Agustus lalu. Kami mendukung penuh seluruh kebijakan pemerintah di masa pandemi Covid-19 melalui moda transportasi kereta api," ucap dia.

Saksikan Video Pilihan Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel