Mengkaji Hadis-Hadis Nabi

REPUBLIKA.CO.ID, Hadis memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Ini karena hadis adalah rujukan hukum yang utama di level kedua setelah Alquran. Keduanya saling melengkapi. Hadis memberikan detail dan aplikasi dari perintah ataupun larangan yang bersifat umum di Alquran.

Hadis mengacu pada perbuatan, perkataan, dan taqrir atau persetujuan Nabi Muhammad SAW. Karena itu, Rasulullah SAW kemudian disebut sebagai teladan.

Keteladanan itu bisa dipraktikkan oleh kaum Muslimin. Sebagai sebuah pedoman yang sangat penting, hadis menjadi medan ilmu yang sangat menarik bagi para ulama. Terlebih, Rasulullah menempatkan mereka sebagai pewarisnya.

Banyak ulama besar yang melakukan kajian terhadap hadis-hadis Rasulullah. Salah satunya Imam Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqalani (773-852 H), masyhur dengan sebutan Ibnu Hajar. Termasuk salah satu magnum opus-nya di bidang hadis dan menjadi rujukan di seluruh dunia ialah Bulughul Maram.

Buku ini memuat hadis-hadis yang berkaitan dengan hukum, seperti bersuci (thaharah) hingga beribadah haji. Ia menghimpun hadis-hadis tersebut dari berbagai kitab shahih terpilih dan utama. Antara lain Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Jami’ At Tirmidzi, Sunan An-Nasai, Sunan Ibnu Majah, Musnad Ibnu Hanbal, dan sebagainya.

Kitab Bulughul Maram banyak diakui kelebihan dan kehebatannya. Ibnu Hajar menampilkan hadis yang sahih dan kuat, meringkas hadis panjang, membahas panjang lebar tentang penisbatan periwayat hadis, serta memberi keterangan derajat hadis dengan memberikan isyarat dari ilal (cacatnya).

Dalam kitab ini dijelaskan secara terperinci tentang musthalah hadis, yaitu pokok-pokok dan kaidah-kaidah yang digunakan untuk mengetahui kondisi sanad dan matan hadis, dari sisi diterima atau ditolak. Misalnya, dipaparkan tentang makna sunah, hadis, khabar, dan atsar. Juga perbedaan hadis Qudsi dengan hadis biasa dan Alquran.

Ibnu Hajar juga memberikan penjelasan lengkap tentang struktur hadis yang terdiri dari sanad (rantai penutur atau periwayat), matan (redaksi hadis), dan rawi (orang yang menerima hadis dan menyampaikannya). Tak ketinggalan juga tentang sejarah perkembangan hadis sejak masa Nabi, sahabat, dan kodifikasi hadis pada abad kedua dan ketiga hijriyah. Penulis juga memaparkan hadis berdasarkan kualitasnya. Yaitu, hadis sahih, hasan, dan daif beserta kriteria dan alasan-alasannya.

Karena itu, buku ini sangat sayang untuk dilewatkan. Dengan membaca Bulughul Maram, maka wawasan dan pengetahuan kita tentang Islam akan semakin bertambah.

Judul                : Bulughul Maram, Kitab Hadis Populer dalam Bidang Fikih, Akhlak, dan Keutamanaan Amal
Penulis            : Imam Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqalani
Penerjemah  : A Zayyidin Ansori
Penerbit         : Sygma Publishing
Cetakan          : Pertama, Mei 2011
Halaman         : xx + 702


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.