Menguak Mitos Jalanan Berbahaya saat Hujan Baru Turun

Krisna Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sudah menjadi rahasia umum, bahwa jalanan menjadi licin saat hujan turun. Air membuat cengkeraman ban ke aspal berkurang, sehingga pengemudi harus menurunkan laju mobilnya.

Namun, beredar informasi dari mulut ke mulut bahwa kondisi jalanan paling licin adalah ketika air baru saja turun dari langit. Apa bedanya air yang jatuh saat ini dan beberapa menit kemudian?

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Seva, Kamis 1 April 2021, perbedaan bukan pada kapan air itu turun, melainkan efek yang dihasilkan saat pertama kali menyentuh aspal.

Air hujan yang baru turun akan mengangkat minyak atau oli dari dalam pori-pori aspal ke permukaan, yang berasal dari polutan asap knalpot kendaraan.

Ditambah lagi ada beberapa mobil atau truk yang melintas dan kondisi mesinnya kurang sehat, sehingga terjadi kebocoran pelumas.

Saat kondisi kering, zat tersebut akan meresap ke dalam pori aspal. Karena berat jenisnya lebih ringan dari air, maka saat hujan turun oli akan naik ke permukaan dan membuat jalanan menjadi licin.

Apabila hujan terus mengguyur dengan deras, maka semua kotoran itu bakal terbawa air sehingga jalanan menjadi tidak begitu licin. Meski demikian, bahaya tetap ada karena masih ada genangan air.

Itu sebabnya, pengemudi mobil dan pengendara motor sebaiknya mengurangi kecepatan kendaraan mereka ketika hujan baru saja turun.

Perhatikan jarak pengereman, di mana standarnya adalah tiga detik. Saat air turun dari langit, durasinya menjadi sekitar 4-5 detik.