Menguak Rahasia Bebek Kepahiang, Jadi Rindu Kampung Halaman

Dian Lestari Ningsih, wawicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kurang sejengkal waktu lagi, seluruh umat Muslim Indonesia akan segera menyongsong Bulan Suci Ramadan. Selain meunaikan kewajiban untuk melaksanakan puasa Ramadan, ada tradisi warisan leluhur yang dari tahun ke tahun yang tetap melekat di dalam masyarakat. Ialah tradisi mudik.

Tradisi untuk memuaskan kerinduan di perantauan yang setiap waktunya selalu menghitung hari untuk pulang ke kampung halaman dan menikmati kuliner tradisional khas daerah lokal setempat yang selalu terkenang dalam perasaan.

Sayangnya, di saat cengkeraman pandemi yang masih berlangsung sekarang ini, sebagian besar masyarakat masih harus menunda luapan keinginannya untuk mudik.

Menyikapi kenyataan tersebut, Bebek Kepahiang (BKB) yang terkenal dengan menu utama Bebek Kepahiang yang mudah dikenali dari warna hitamnya yang khas, akan berbagi rahasia di balik lezatnya Bebek Kepahiang yang diperkaya berbagai rempah Nusantara, sehingga bisa mengobati kerinduan masyarakat "gagal mudiker" akan santapan khas kampung halaman yang dirindukan.

Sebagai penambah pengetahuan, tak ada salahnya sekilas kita mengetahui tentang asal usul nama bebek BKB ini. Kata “Kepahiang” diambil dari nama sebuah daerah di Provinsi Bengkulu yang juga merupakan nama sejenis buah, yaitu “Keluwak”, yang biasa digunakan sebagai bumbu masak.

Buah keluwak ini pun yang menjadi bumbu utama menu Bebek Kepahiang yang menjadi menu andalan dari Bebek BKB. Ciri khas yang menjadi keunikan menu Bebek Kepahiang BKB nyata terlihat dari kulit bebek yang berwarna kehitaman dengan dagingnya yang kemerahan. Selain penampakan fisik, menu ini juga dikenal memiliki cita rasa yang kuat.

Adapun rahasia di balik kelezatan menu Bebek Kepahiang yang menggiurkan di atas, dipercaya kuncinya ada pada pemakaian bumbu Keluwak dan belasan bumbu lainnya, yang diolah yang melalui proses marinasi selama lebih dari 24 jam.

Usai dilakukan proses marinasi, selanjutnya daging bebek akan “diungkep” atau dikukus dengan api yang dijaga tetap kecil selama 2-3 jam sehingga bisa menghasilkan tekstur yang lembut dan membuat bumbu bisa meresap dengan sempurna.

Sebagai penyempurna kelezatan sajian, maka BKB melengkapi menu Bebek Kepahiang dengan sambal yang menggoda. Sambal pelengka- Bebek BKB boleh dibilang sebagai sambal juara, yang siap memanjakan syaraf perasa lidah penikmatnya dengan empat varian, yaitu Sambal MK (Mabuk Kepahiang), Sambal Ijo Candu, Sambal Mangga, dan Sambal Matah.
Untuk menjaga kualitas sambalnya, meskipun harga cabai melonjak sangat tinggi saat ini, namun Bebek BKB berkomitmen untuk tidak mengurangi bahan utama atau cabe ini, sehingga tetap mampu menjaga dan memberikan kualitas rasa yang terbaik bagi pelanggannya.

“Bebek BKB selalu mengutamakan kualitas dari sajian yang kami hidangkan, mulai dari daging, seluruh bumbu, dan bahan yang kami gunakan, hingga konsistensi cita rasa. Di tengah situasi pandemi ini, tentunya standar kebersihan dan kesehatan pun menjadi prioritas utama kami. Untuk semakin memberikan yang terbaik bagi para pelanggan setia, kami bekerja sama dengan ShopeePay untuk menghadirkan promo cashback di 17 cabang BKB seluruh Indonesia,” pungkas Direktur PT Nuansa Kulinari Indonesia Erik Widyan Susanto meyakinkan.

Nah, setelah mengetahui rahasia kelezatan Bebek Kepahiang yang membuat banyak orang kecanduan di atas, maka sekaranglah saatnya kita membuktikan sendiri apakah benar kelezatan Bebek Kepahiang akan mampu mengobati kerinduan keluarga kita akan kampung halaman.