Menguak Tabir Drama Mundurnya Antonio Conte dari Inter Milan: Sinyal Rontoknya Liga Italia di Masa Pandemi Corona?

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Hanya tiga minggu setelah memenangkan gelar Serie A pertama mereka dalam 11 tahun, Inter Milan dan Antonio Conte telah berpisah.

Akan sulit bagi fans untuk memahaminya, setelah kedua belah pihak memutuskan untuk melanjutkan bersama di awal musim lalu bertukar pesan cinta dalam perjalanan menuju sukses.

Kenyataannya berbeda, dan melihat Inter Milan dan Conte pada dua frekuensi yang sangat berbeda. Sulit untuk disatukan.

Jadi mengapa itu terjadi dan di mana hal ini meninggalkan Inter dan bahkan seluruh lanskap Serie A? Mengapa Conte pergi?

Klub dan pemiliknya sangat terpukul oleh pandemi dan konsekuensi ekonominya. Ini cikal bakal Inter Milan harus putus hubungan cinta dengan pelatih mereka.

Desas-desus Penjualan

Jika duet striker paling berbahaya ini terus konsisten hingga ujung kompetisi bukan tak mungkin Inter Milan akan meraih Scudetto musim ini. (AP Photo/Antonio Calanni)
Jika duet striker paling berbahaya ini terus konsisten hingga ujung kompetisi bukan tak mungkin Inter Milan akan meraih Scudetto musim ini. (AP Photo/Antonio Calanni)

Desas-desus tentang pemilik Inter di China, Suning, yang ingin menjual Inter Milan telah beredar selama beberapa bulan terakhir, dan pinjaman senilai 275 juta euro (£ 215 juta) baru-baru ini dari perusahaan investasi Amerika Serikat diperlukan untuk membantu klub melewati periode yang sangat sulit ini.

Uang itu akan digunakan untuk menutupi biaya dan gaji musim ini, serta menyediakan ruang kecil untuk bermanuver di musim berikutnya. Jangan lupa, utang itu harus dibayar kembali.

Menyembunyikan masalah tidak menghilangkannya. Inter kekurangan uang dan harus segera mengurangi ambisi mereka, yang tidak sesuai dengan tujuan Conte.

Conte bertemu direktur klub sebelum pertandingan terakhir melawan Udinese pada hari Sabtu (22/5/2021) dan diberi tahu tentang rencana mereka.

Inter berniat untuk meningkatkan cadangan kas mereka dan mengurangi tagihan gaji sebesar 20%.

Delegasi suporter Inter telah mendapatkan konfirmasi dari klub bahwa mereka tidak akan menjual pemainnya lebih rendah dari harga pasaran atau menyerah untuk mempertahankan gelar mereka, apalagi tampil buruk di Liga Champions.

Namun pergeseran cara pandang mereka akan membawa konsekuensi yang masif. Conte tetap tak setuju dengan langkah-langkah yang diambil manajemen.

Juara Bertahan yang Minimalis

Antonio Conte berselebrasi dengan para pemain Inter Milan. (Foto: AFP/Miguel Medina)
Antonio Conte berselebrasi dengan para pemain Inter Milan. (Foto: AFP/Miguel Medina)

Menjual setidaknya satu pemain top mereka akan diperlukan, dan kabar baiknya untuk Inter Milan: banyak pemain mereka diminati klub lain.

Pemain asal Italia, Alessandro Bastoni telah membuktikan salah satu bek terbaik Serie A pada usia 22 tahun, bek tengah Belanda Stefan de Vrij telah menjadi bek tengah paling konsisten sepanjang musim dan bek sayap Maroko, Achraf Hakimi telah membuktikan kemampuannya.

Lalu ada pencetak gol terbanyak Romelu Lukaku dan rekannya Lautaro Martinez, yang sudah lama bergaul dengan Barcelona musim panas lalu dan kini sepertinya menjadi incaran Real Madrid.

Dan bagaimana dengan Nicolo Barella? Beberapa orang mengatakan ia gelandang terbaik Eropa saat ini dan bos Italia Roberto Mancini pasti akan setuju dengan itu.

Perhelatan Euro 2020 kurang dari tiga minggu lagi, beberapa dari pemain ini dapat terganggu oleh peluang di masa depan.

Meskipun sebagian besar pemain memiliki kontrak hingga 2023 atau 2024, agen mereka telah menanyakan ke manajemen Inter untuk mencari jawaban bagaimana nasib pemain mereka.

Ambisi Conte Ketinggian?

Penyerang Inter Milan, Romelo Lukaku dan Lautaro Martinez mencium trofi gelar Serie A Liga Italia usai pertandingan melawan Udinese di stadion San Siro, Italia (23/5/2021). Inter sudah memastikan gelar pertama mereka dalam 11 tahun terakhir sejak awal Mei lalu.  (AP Photo/Nicola Marfisi)
Penyerang Inter Milan, Romelo Lukaku dan Lautaro Martinez mencium trofi gelar Serie A Liga Italia usai pertandingan melawan Udinese di stadion San Siro, Italia (23/5/2021). Inter sudah memastikan gelar pertama mereka dalam 11 tahun terakhir sejak awal Mei lalu. (AP Photo/Nicola Marfisi)

Di mata penggemar sepak bola Italia, reputasi Conte tak terlalu bagus.

Conte memiliki tujuan dan ambisinya, yang sah dan dapat dimengerti, tetapi ada orang yang percaya uang dan kemuliaan pribadi adalah motivator utamanya.

Beberapa fans Juve memiliki pendapat seperti itu tentang mantan pelatih mereka dan beberapa dari Inter sekarang akan berpandangan yang sama juga.

Inter memang mengakui, pencapaian luar biasa Conte dalam dua tahun terakhir. Raihan satu gelar dan runner-up Serie A baik di liga maupun di Liga Europa sesuatu luar biasa bagi klub yang terpental dari persaingan elite 10 tahun terakhir.

Inter Milan di tangan Conte menjelma menjadi klub yang kuat bertabur pemain bintang. Namun, kondisi finansial klub sempoyongan karena kebiasaan Conte berbelanja pemain.

Keputusan manajemen Inter amat realistis. Mereka harus menyetop pengeluaran besar. Conte diminta berkompromi. Sayang, sang pelatih menolak. Ia punya ambisi pribadi sebagai pelatih.

Conte tidak ingin reputasinya sebagai pemenang tercoreng karena skuat Inter Milan yang seadanya. Hubungan cinta pun retak.

Kecemasan Global di Italia

Inter Milan merayakan gelar Scudetto Serie A 2020/2021 setelah laga terakhir kontra Udinese, Minggu (23/5/2021) di Stadion Giuseppe Meazza. (AFP/Miguel Medina)
Inter Milan merayakan gelar Scudetto Serie A 2020/2021 setelah laga terakhir kontra Udinese, Minggu (23/5/2021) di Stadion Giuseppe Meazza. (AFP/Miguel Medina)

Pencinta bal-balan Italia boleh jadi kini merasa cemas.

Inter akhirnya menang setelah 11 tahun dan pelatih serta karakter utama mereka pergi.

Sementara klub besar lainnya Juventus bersiap berpisah dengan Andrea Pirlo dan kehilangan pemain terpenting mereka Cristiano Ronaldo.

Kiper nomor satu Italia Gianluigi Donnarumma selangkah lagi meninggalkan AC Milan, meski mereka akhirnya lolos ke Liga Champions - dan ini semua setelah salah satu musim paling menarik dalam 10 tahun terakhir.

Ditambah dengan penolakan Juve untuk keluar dari ide menyelenggaakan Liga Super Eropa karena didorong oleh lanskap keuangan yang koyak, nasib klub besar satu ini di ujung tanduk.

Kehadiran seorang Jose Mourinho di AS Roma tidak akan menyelamatkan Serie A. Kompetisi butuh banyak figur kuat untuk menaikkan nilai jual di masa pandemi corona.

Klasemen Akhir Serie A 2020-2021

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel