Mengubah Nasib dengan Melek Digital

Lazuardhi Utama
·Bacaan 2 menit

VIVA – Riset yang dikeluarkan International Data Corporation (IDC) dan Cisco menunjukkan digitalisasi usaha kecil dan menengah (UKM) dapat meningkatkan pendapatan negara, di mana Produk Domestik Bruto (PDB) diprediksi bisa bertambah US$160 miliar—US$164 miliar (Rp2.372,6 triliun—Rp2.432 triliun) pada 2024.

Namun melihat realitas saat ini, tidak bisa dipungkiri bahwa pandemi COVID-19 memukul hampir seluruh sektor, termasuk UKM. Padahal, sektor ini penggerak roda perekonomian yang berkontribusi besar terhadap PDB dan pembukaan lapangan pekerjaan.

Baca: Gojek Bangga Jadi Startup Pertama di Asia Tenggara soal Ini

Untuk itu, Telkomsel bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah mendukung program UKM go digital. Senior Vice President Enterprise Telkomsel Dharma Simorangkir berharap, kolaborasi ini mendorong pelaku UKM supaya bisa bertahan di tengah pandemi dan berdaya saing dengan melek digital.

Kolaborasi keduanya meliputi pelatihan peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan sinergi perluasan pasar nasional bagi produk UKM, serta pengembangan pengelolaan usaha dan sistem pembayaran digital. Pada kolaborasi ini, Telkomsel melibatkan 99% Usahaku sebagai solusi digital yang dapat mengakselerasi pelaku usaha UKM go digital.

"99% Usahaku adalah platform multifungsi yang akan membantu para pelaku UKM secepatnya melek digital agar memenuhi berbagai kebutuhan secara online," ungkapnya, Sabtu, 1 Mei 2021. Selain itu, 99% Usahaku memiliki lima fitur andalan.

Pertama, fitur Edukasi yang menghadirkan berbagai konten pelatihan digital, forum diskusi, hingga kisah inspiratif penuh pembelajaran dari sesama pelaku UKM. Kedua, fitur Solusi Bisnis yang dapat membantu para pelaku UKM dalam meningkatkan produktivitas bisnisnya.

"Melalui fitur tersebut, pelaku UKM akan diuntungkan dengan beberapa hal, di antaranya Paket Data Khusus UKM dengan harga terjangkau, dimudahkan dalam membuat laporan keuangan secara digital, hingga memperluas jangkauan pemasaran ke toko online," jelas Dharma.

Ketiga, fitur Pembiayaan yang berfungsi memberikan akses permodalan kepada para pelaku UKM yang ingin mengembangkan usahanya, khususnya di masa pandemi. Keempat, fitur Pemasok yang dapat membantu para pelaku UKM menemukan produk yang dibutuhkan oleh bisnisnya dan dapat terhubung dengan beragam suplier.

Kelima, fitur Pemasaran yang mampu menghubungkan pelaku UKM dengan calon konsumen di area sekitar daerahnya. Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Hanung Harimba Rachman, mengaku optimistis memulai gebrakan baru agar UKM go digital sehingga dapat berlari cepat dan lincah.

"Hal ini pun didukung dengan pembekalan ilmu yang relevan seperti digitalisasi kegiatan pemasaran dan peningkatan keterampilan teknis produksi. Kami berharap kerja sama ini bisa menjadi daya dongkrak dan batu pijakan dari pelaksanaan program-program pemerintah supaya berjalan lebih optimal," ujar Hanung.