Mengulas 5 Pemain Kunci Timnas Indonesia U-20 yang Berpeluang Tampil di Piala Asia U-20

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-20 akan berlaga pada Piala Asia U-20 di Uzbekistan pada Maret 2023. Ada sejumlah pemain kunci yang bakal menjadi ruh permainan Garuda Muda.

Timnas Indonesia U-20 tergabung di Grup A Piala Asia U-20 2023 bersama Irak, tuan rumah Uzbekistan, dan Suriah.

Piala Asia U-20 2023 jadi gerbang buat pesertanya lolos ke Piala Dunia U-20 2023. Semifinalis turnamen ini nantinya bakal otomatis menemani Timnas Indonesia sebagai perwakilan AFC.

Sejauh ini, Timnas Indonesia U-20 masih beranggotakan 34 pemain yang akan terus digodok sebelum akhirnya dipangkas. Nama terakhir yang bergabung ke pemusatan latihan adalah Cahya Supriadi.

Ya, penjaga gawang Persija Jakarta itu adalah satu dari lima pemain kunci Timnas Indonesia U-20 yang akan berlaga di Piala Asia U-20 2023.

 

Cahya Supriadi

Sang kiper membuat cukup banyak penyelamatan di babak kedua. Ada sekitar empat sampai lima penyelamatan krusial yang dibuat kiper milik Persija Jakarta tersebut.
Sang kiper membuat cukup banyak penyelamatan di babak kedua. Ada sekitar empat sampai lima penyelamatan krusial yang dibuat kiper milik Persija Jakarta tersebut.

Cahya Supriadi diprediksi masih akan menjadi andalan di bawah mistar gawang Timnas Indonesia U-20. Cahya merupakan kiper dengan kemampuan refleks yang bagus.

Selain itu, dia juga punya komunikasi yang bagus dengan pemain di lini belakang. Cahya Supriadi juga punya kecakapan dalam mengolah bola dengan bagus.

Kepercayaan yang diberikan Shin Tae-yong tak pernah disia-siakan oleh Cahya Supriadi. Menarik untuk menantikan performa kiper Persija Jakarta itu bersama Timnas U-20.

 

Justin Hubner dan Kakang Rudianto

<p>Pemain keturunan di Timnas Indonesia U-20, Justin Hubner. (dok. PSSI)</p>

Pemain keturunan di Timnas Indonesia U-20, Justin Hubner. (dok. PSSI)

Kehadiran Ivar Jenner dan Justin Hubner membuat komposisi skuad Timnas Indonesia U-20 semakin mengerikan. Shin Tae-yong menjadi lebih leluasa meramu taktik terbaiknya.

Menggunakan formasi tiga bek, pelatih Shin Tae-yong bisa memaksimalkan Muhammad Ferarri di jantung pertahan. Ferarri akan bekerja sama dengan Justin Hubner yang juga tangguh di lini pertahanan.

Kemudian ada Kakang Rudianto yang siap dimaksimalkan di posisi bek sayap. Nantinya, Kakang akan bertugas ikut membantu serangan dari sektor sayap.

Kombinasi ketiga pemain tersebut diyakini cukup membuat pertahanan Timnas U-20 kukuh. Apalagi kehadiran mereka saling melengkapi untuk sama-sama mengawal area pertahanan.

 

Marselino Ferdinan

<p>Marselino Ferdinan (tengah) berusaha lepas dari penjagaan dua pemain Vietnam saat Timnas Indonesia bertanding pada semifinal Piala AFF 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (6/1/2023) sore WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)</p>

Marselino Ferdinan (tengah) berusaha lepas dari penjagaan dua pemain Vietnam saat Timnas Indonesia bertanding pada semifinal Piala AFF 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (6/1/2023) sore WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Marselino Ferdinan semakin sering mendapatkan puja-puji dalam beberapa waktu terakhir. Sejak merasakan debut di BRI Liga 1 pada pertengahan musim lalu, Marselino langsung mengguncang jagat sepak bola di Tanah Air.

Prediksi The Guardian, surat kabar ternama Ingggris, yang menobatkannya sebagai satu di antara pemain paling potensial di dunia, perlahan terbukti tepat. Kemampuannya bisa dikatakan jauh di atas gelandang lokal Tanah Air.

Dalam duel klasik kontra Arema FC pada 6 November 2021, ia mencetak gol sensasional dari luar kotak penalti. Tak hanya menyelamatkan Persebaya dari kekalahan, catatan tersebut sekaligus mematri namanya sebagai pencetak gol termuda sepanjang sejarah Liga 1.

Sensasi Marselino Ferdinan tak berhenti di level klub saja. Saat membawa Indonesia menang atas Filipina pada laga pamungkas Grup A Piala AFF 2022 (2/1/2023), gelandang elegan ini berhasil mencetak gol.

Catatan tersebut sekaligus membawanya menjadi pencetak gol termuda Indonesia pada Piala AFF (18 tahun, 3 bulan dan 24 hari). Ia melewati rekor legenda sepak bola Indonesia, Boaz Salossa, yang mencetak gol di usia 18 tahun, 8 bulan, dan 22 hari pada Piala AFF 2004.

 

Ronaldo Kwateh

<p>Pemain Timnas Indonesia U-19, Ronaldo Joybera R Junior Kwateh (kiri) dan Hokky Caraka Bintang Brilliant merayakan gol ke gawang Timnas Brunai Darussalam U-19 dalam pertandingan Grup A Piala AFF U-19 2022 yang digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Senin (4/7/2022). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)</p>

Pemain Timnas Indonesia U-19, Ronaldo Joybera R Junior Kwateh (kiri) dan Hokky Caraka Bintang Brilliant merayakan gol ke gawang Timnas Brunai Darussalam U-19 dalam pertandingan Grup A Piala AFF U-19 2022 yang digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Senin (4/7/2022). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Penyerang berusia 18 tahun ini memiliki kesamaan dengan Marselino Ferdinan. Selain usianya yang sama, keduanya pun sudah mencatatkan caps di Timnas Indonesia senior.

Ronaldo Kwateh memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang tampil di Liga 1 musim 2021/2022 lalu. Kariernya terus melesat bersama Madura United hingga menembus level Timnas Indonesia naungan Shin Tae-yong.

Ronaldo sempat merasakan bermain untuk akademi Persib Bandung. Namun, sejak awal 2021, ia menjadi bagian dari Madura United.

Beberapa kali, Ronaldo pun pernah dikaitkan dengan beberapa klub dari luar negeri. Satu klub dari Turki pun disebut sudah lama memantau pemain kelahiran Yogyakarta ini.