Mengulas Mutasi Virus COVID-19

·Bacaan 1 menit

VIVAMutasi virus Corona adalah perubahan materi genetik virus Covid-19 yang mempengaruhi stuktur dan kinerja dari virus tersebut.

Virus Covid-19 dikarenakan materi genetiknya yang berantai tunggal dengan ukuran berkisar 16-30 nanometer serta karena molekul protein spike virus yang mempengaruhi protein yang membentuk mahkota virus Corona yang mudah melakukan mutasi.

Hal ini menyebabkan munculnya beberapa mutasi di berbagai negara dan negara yang pertama kali melaporkan adanya varian baru dari Covid-19 adalah Inggris dengan didapatkan penelitian bahwa tingkat penularannya 70% lebih cepat.

Covid-19 sendiri merupakan salah satu anggota dari virus di mana virus sendiri memiliki ciri-ciri mereplikasikan diri lebih banyak dan makin lama makin besar jumlahnya dan juga dikarenakan virus adalah bagian dari makhluk hidup yang metaorganisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dengan menggunakan hewan hamster menunjukkan virus yang melakukan mutasi jauh lebih besar 10 kali lipat menginfeksi daripada yang tidak bermutasi sehingga inilah alasan mutasi Covid-19 dapat menyebabkan jumlah kasus lebih banyak daripada virus Covid-19 yang pertama kali mewabah.

Sudah beberapa negara yang melaporkan adanya mutasi Covid-19 ini dengan berbagai nama seperti Inggris dengan nama B117, Afrika Selatan dengan nama B1351, dan B1617 yang merupakan mutasi Covid-19 di India.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel