Mengulas Persaingan Ketat Lini Depan Arema: Ada Pemain Asing Carlos Fortes dan Trio Timnas Indonesia

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Malang - Lini depan jadi salah satu sektor terkuat Arema FC musim 2021. Bagaimana tidak, ada tiga pemain lokal dengan pengalaman di Timnas Indonesia. Ketiganya adalah M. Rafli, Kushedya Hari Yudo dan Dedik Setiawan.

Selain itu, ada satu striker asing asal Portugal yang baru didatangkan. Sosok tersebut yakni Carlos Fortes. Permainan Carlos Fortes belum bisa diketahui. Karena baru tahun ini dia berkarier di Indonesia.

Namun, posturnya yang jangkung dan kokoh terlihat meyakinkan sebagai striker pembunuh. Empat nama ini yang akan jadi andalan Singo Edan ke depan. Tapi, pelatih Arema, Eduardo Almeida sepertinya tak bisa menurunkan mereka bersamaan dalam satu laga.

Biasanya, dia menggunakan 2-3 striker dalam satu pertandingan. Artinya, harus ada yang dicadangkan nantinya. Di sini persaingan untuk dapat posisi inti bakal berjalan sengit.

Para pemain lokal tentu tak ingin jadi cadangan. Itu berkaitan dengan statusnya sebagai pemain Timnas Indonesia. Jika tersisih dari skuad inti Arema, pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong tentu berpikir dua kali untuk memanggilnya lagi. Karena mereka sulit dipantau permainannya.

Pada artikel kali ini, Sahabat Bola.com diajak untuk melihat beberapa poin yang bisa jadi bumbu dalam persaingan lini depan Arema.

Carlos Fortes Punya Peran Berbeda

Carlos Fortes (Sumber: Instagram/aremafcofficial)
Carlos Fortes (Sumber: Instagram/aremafcofficial)

Penyerang 26 tahun ini akan sulit diprediksi seperti apa gaya bermainnya. Sehingga lawan juga bakal sulit mengawalnya. Sekilas, Carlos Fortes memiliki cara bermain yang beda dibandingkan striker Arema lainnya.

Dia mengandalkan kekuatan posturnya untuk mengamankan bola dan mencetak gol. Meski di klub sebelumnya, Vilafranquense, Liga 2 Portugal dia hanya mencetak 2 gol, tapi ada optimisme dalam benak pelatih, Almeida jika dia striker berkualitas.

Buktinya, Fortes merupakan pemain opsi pertama yang disodorkan pelatih kepada manajemen. "Fortes ini bukan pemain asing opsi kedua, ketiga atau seterusnya. Dia opsi pertama yang direkomendasikan pelatih,” kata Presiden Arema, Gilang Widya Pramana. P

eluang Fortes jadi pemain inti sangat besar. Dia bisa jadi target man tim. Karena Arema butuh sosok ujung tombak dengan kekuatan fisik yang bagus seperti Fortes. Dedik, Yudo dan Rafli tak punya kelebihan seperti ini.

Rafli Bisa Tempati Dua Posisi

Bek Tira Persikabo, Andy Setyo, mengawal striker Arema FC, Muhammad Rafli, pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin, (2/3/2020). Tira Persikabo takluk 0-2 dari Arema FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Bek Tira Persikabo, Andy Setyo, mengawal striker Arema FC, Muhammad Rafli, pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin, (2/3/2020). Tira Persikabo takluk 0-2 dari Arema FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Di Timnas Indonesia, Rafli selalu jadi striker murni. Tapi sejak gabung Arema musim 2017 silam, dia lebih banyak turun sebagai gelandang. Tapi musim ini tak menutup kemungkinan dia jadi striker di Arema.

Karena Almeida tak ingin menyia-nyiakan insting gol seorang Rafli yang lumayan oke. Hanya saja jika main sebagai striker di klub, ada kekhawatiran dia tak berkutik ketika dalam kawalan dari bek asing lawan. Karena itu, ada dua opsi untuk menurunkan Rafli.

Bisa sebagai tandem Fortes atau bermain di second striker. Yang jelas, Rafli bisa bermain di dua posisi itu. Tapi jika Arema turun dengan tiga striker, tidak mungkin dia tampil sebagai penyerang kanan atau kiri. Karena dari segi kecepatan, dia tidak terlalu gesit.

Dedik-Yudo Sulit Main Bersama

Pemain Arema FC, Kushedya Hari Yudo dan Muhammad Rafli melakukan selebrasi usai membobol gawang Tira Persikabo pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin, (2/3/2020). Tira Persikabo takluk 0-2 dari Arema FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Arema FC, Kushedya Hari Yudo dan Muhammad Rafli melakukan selebrasi usai membobol gawang Tira Persikabo pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin, (2/3/2020). Tira Persikabo takluk 0-2 dari Arema FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Dua penyerang lokal asli Malang ini sebenarnya diidamkan Aremania untuk main bersama. Tapi, di Piala Menpora 2021 lalu, terlihat kalau keduanya sepertinya kurang padu. Karena cara bermainnya hampir sama. Mereka mengandalkan kecepatan dan insting gol.

Jadi, jika Dedik dan Yudo diduetkan, permainan lini depan Arema terlalu liar. Mereka akan sama-sama bergerak mencari ruang. Sehingga tidak ada yang jadi targetman.

Itu yang jadi penyebab Yudo tak bisa mencetak gol di turnamen pra-musim. Justru Dedik berhasil mencetak dua gol ketika laga terakhir lawan PSIS Semarang dan dalam kondisi tidak bertandem dengan Yudo.

Karena itu, keduanya sulit jika dimainkan bersama ketika formasi turun dengan dua striker. Tapi ada kemungkinan, mereka diturunkan berdua sebagai penyerang sayap mendampingi Fortes.

Saksikan Video Pilihan Kami:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel