Mengulik Cara Persik Menjaga Konsistensi BRI Liga 1: Balik ke Karakter Asli

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Sejak Joko Susilo putus kontrak dengan Persik Kediri dan kendali tim dipercayakan kepada Alfiat, performa Dany Saputra dkk. mulai membaik.

Dari dua laga ditangani pelatih karetaker ini, permainan Persik lebih rancak dan variatif. Meski Macan Putih dipermak PSIS 3-0, namun perubahan permainan sudah nampak di babak kedua. Buktinya, Persik lebih banyak menguasai bola dan menekan Mahesa Jenar.

Aksi impresif ini berlanjut ketika Persik menundukkan Persipura dengan skor 4-2. Aliran bola-bola pendek dan pergerakan pemain lebih aktif.

"Misi pertama saya sejak dipercaya jadi caretaker mengembalikan karakter asli permainan Persik. Saya lebih suka permainan atraktif dan menyerang," kata Alfiat.

Saat dipoles Joko Susilo, permainan Persik Kediri lebih banyak bertahan dengan umpan-umpan lambung yang monoton. Alfiat ingin memulihkan gaya khas Persik seperti masa kejayaan di Liga 3 2018 dan Liga 2 2019 lalu. Maklum Alfiat adalah sosok di balik kesuksesan itu.

Keberanian Caretaker

Pemain Persik Kediri, Youssef Ezzejjari Lhasnaoui (kiri) dan pemain PSIS Semarang, M Rio Saputro berebut bola saat laga pekan ketujuh BRI Liga 1 2021/2022 antara PSIS Semarang melawan Persik Kediri di Stadion Manahan, Solo, Jumat (15/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Persik Kediri, Youssef Ezzejjari Lhasnaoui (kiri) dan pemain PSIS Semarang, M Rio Saputro berebut bola saat laga pekan ketujuh BRI Liga 1 2021/2022 antara PSIS Semarang melawan Persik Kediri di Stadion Manahan, Solo, Jumat (15/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Misi Alfiat ini pun angin segar bagi para pemain lama Persik Kediri. Pemain asli Kediri punya kesempatan besar bisa tampil.

Namun ini jadi musibah untuk pemain baru. Alfiat pun berani memarkir dua bek tengah senior, OK Jhon dan Andri Ibo yang selalu jadi pilihan utama saat ditangani Joko Susilo.

"Saya butuh pemain yang sesuai pakem permainan. Jadi maaf bila ada pemain yang terpaksa jadi cadangan dulu. Saya ingin kembalikan karakter dulu. Pemain lain yang harus adaptasi dengan cara baru ini," tuturnya.

Rasanya tak sulit bagi Alfiat menjaga konsistensi permainan yang diinginkan. Persik masih punya warisan pemain lama, seperti Faris Aditama, Adi Eko Jayanto, Ibrahim Sanjaya, Bayu Otto, Jordan Zamorano, Yusuf Meilana, Risna Prahalabenta, Septian Satria Bagaskara, dan kiper Fajar Setya Jaya.

Pemain Muda

Caretaker pelatih Persik Kediri, Alfiat. (Bola.com/Gatot Susetyo)
Caretaker pelatih Persik Kediri, Alfiat. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Alfiat juga beruntung para penggawa lawas itu rata-rata masih berusia muda. Stamina mereka lebih siap untuk menerapkan permainan agresif di tengah jadwal BRI Liga 1 yang sangat ketat.

Alfiat mulai berani memasang Agil Munawar dan memarkir Ibrahim Sanjaya di posisi bek kanan. Dia juga memberi kepercayaan kepada Fajar Setya berdiri di bawah mistar gawang. Sebelumnya, posisi kiper jadi monopoli Dikri Yusron dan Dian Agus Prasetyo.

"Kuncinya dibutuhkan kepercayaan diri dan keberanian mencoba pemain lain. Alhamdulillah langkah saya ini jalan baik. Berikutnya, bagaimana kami menjaga konsistensi ini sampai akhir kompetisi nanti," jelasnya.

Intip Posisi Tim Favoritmu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel