Mengulik Kekuatan Semifinalis Euro 2020: Inggris Tim Dinamis, Kolektivitas Spanyol dan Italia Menonjol

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Ada fenomena menarik yang menonjol di perhelatan Euro 2020. Hampir semua tim peserta lebih banyak mengandalkan permainan kolektif untuk memburu kemenangan di setiap laga. Alhasil, praktis tak ada pemain berkategori bintang yang menonjol pada ajang paling bergengsi di Benua Biru edisi kali ini.

Penilaian tersebut diatas diungkap mantan pelatih PSM Makassar, Syamsuddin Umar, kepada Bola.com, Senin (5/7/2021). Ia merujuk kiprah Cristiano Ronaldo bersama Portugal.

Striker Juventus itu memang menjaga pamornya sebagai pencetak gol dengan memimpin daftar top scorer Euro 2020 dengan 5 gol bersama Patrik Schick (Republik Ceska). Tapi, Ronaldo gagal membawa negaranya menjaga asa mempertahankan trofi juara Piala Eropa yang direbut pada 2016.

"Ronaldo hanya meraih sukses buat dirinya sendiri sebagai kandidat top scorer, bukan untuk Portugal sebagai tim," kata Syamsuddin, Senin (5/7/2021).

Portugal akhirnya disingkirkan Belgia di babak 16 Besar. Fakta serupa terjadi pada Patrik Schick yang gagal membantu Ceska mengalahkan Denmark di perempat final. Begitu pun pada deretan kedua daftar top scorer sementara Piala Eropa 2020.

Tiga pemain yang sama-sama mencetak empat gol yakni Karim Benzema (Prancis), Emil Forsdberg (Swedia) dan Romelu Lukaku (Belgia) harus melupakan ambisi pribadi dan tim menyusul kegagalan negaranya berkiprah panjang di ajang Euro 2020.

Puji Kolektivitas Spanyol dan Italia

Penjaga gawang Inggris Jordan Pickford, Harry Maguire, Jordan Henderson, Harry Kane dan Kieran Trippier saat sesi latihan di St George's Park, Burton upon Trent, Inggris, Senin (5/7/2021). Inggris akan melawan Denmark pada pertandingan semifinal Euro 2020. (AP Photo/Rui Vieira)
Penjaga gawang Inggris Jordan Pickford, Harry Maguire, Jordan Henderson, Harry Kane dan Kieran Trippier saat sesi latihan di St George's Park, Burton upon Trent, Inggris, Senin (5/7/2021). Inggris akan melawan Denmark pada pertandingan semifinal Euro 2020. (AP Photo/Rui Vieira)

Di lain pihak, Syamsuddin memuji kolektivitas dan agresivitas yang ditunjukkan Spanyol dan Italia, dua tim kuat yang bakal bertemu pada babak semifinal di Stadion Wembley, Rabu (7/7/2021) dini hari WIB.

Syamsuddin merujuk perjalanan kedua tim sejak penyisihan grup. Italia misalnya, bersama Roberto Mancini, Gli Azzurri menjelma menjadi tim agresif.

Dari lima laga yang telah mereka mainkan, Italia mengoleksi 11 gol. Menariknya, tidak ada satu pun pemain Italia yang masuk dalam dua besar top scorer sementara Piala Eropa 2020. Tercatat ada empat pemain yang sama-sama mencetak dua gol yakni Lorenzo Insigne, Ciro Immobile, Matteo Pessina dan Manuel Locatelli.

Begitu pun dengan Spanyol yang memasukkan tiga nama dalam daftar top scorer sementara dengan koleksi sama yakni dua gol, masing-masing Alvaro Morata, Pablo Sarabia dan Ferran Torres.

Total dari lima partainya di Piala Eropa 2020, Spanyol mengoleksi 12 gol

"Fakta ini menunjukkan kedua tim sama-sama memiliki sederet pemain yang punya potensi mencetak gol dengan permainan koleksif dan agresif," ungkap Syamsuddin.

Setelah Spanyol dan Italia, Syamsuddin menunjuk Inggris sebagai tim yang dinamis. The Three Lions menunjukkan cara bertahan dan menyerang dengan sama baik. "Pergerakan pemainnya pun eksplosif dengan memanfaatkan dua sisi sayap untuk mencetak gol," pungkas Syamsuddin.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel