Mengulik Penampilan Lini Belakang Timnas Indonesia di Piala AFF 2020: Formasi 4 Bek Lebih Dinamis dan Agresif

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Singapura - Timnas Indonesia sukses menembus final Piala AFF 2020 tanpa terkalahkan dalam enam laga. Asnawi Mangkualam dan kolega tampil impresif dengan mencetak 16 gol.

Tapi, di balik kesuksesan itu, tim asuhan Shin Tae-yong juga menyimpan celah yakni rentan kebobolan. Skuad Garuda hanya mencatat satu kali cleansheet ketika menantang Vietnam (15/12/2021) pada laga ketiga penyisihan Grup B.

Pada laga itu, Shin Tae-yong memang menyiapkan strategi khusus agar timnya tak kebobolan dengan memainkan lima bek yang disiplin pada posisinya di area pertahanan plus satu gelandang bertahan.

Alhasil, meski dominan dalam penguasaan bola yang mencapai 70 persen, Vietnam hanya mendapat satu kesempatan shoot on target dari 21 peluang.Hasil imbang tanpa gol ini jadi momentum emas buat Indonesia.

Seperti diketahui, timnas Indonesia akhirnya berhasil meraih juara grup B setelah mengalahkan Malaysia dengan skor telak 4-1 pada laga terakhir penyisihan (19/12/2021).

Berhasil bertengger di puncak klasemen grup membuat Timnas Indonesia terhindar dari duel kontra jagoan Piala AFF, Thailand, di semifinal. Terbukti, meski susah payah, timnas Indonesia berhasil melewati adangan Singapura di semifinal.

Sebaliknya, Vietnam yang sejatinya tampil dominan pada penyisihan dengan selalu mengurung lawan pada tiap laganya tak berdaya di tangan Thailand. Tim asuhan Park Hang-seo disingkirkan tim Gajah Putih dengan agregat gol 0-2 pada dua laga.

Evolusi Stoper

5 Aksi Rizky Ridho saat Tampil di Piala AFF 2020, Bek Andalan Timnas (sumbr: Instagram/bolabobol)
5 Aksi Rizky Ridho saat Tampil di Piala AFF 2020, Bek Andalan Timnas (sumbr: Instagram/bolabobol)

Menilik formasi lini belakang Shin Tae-yong pada enam laga di Piala AFF 2020, terlihat pelatih berpaspor Korea Selatan kerap melakukan perubahan di posisi stoper.

Pada laga awal menghadapi Kamboja (9/12/2021), duet Ryuji Utomo dan Alfeandra Dewangga sebagai starter. Selanjutnya, giliran Rizky Ridho menjadi pendamping Alfeandra Dewangga ketika Indonesia melibas Laos (12/12/2021).

Setelah pada dua laga memainkan duet stoper, Shin Tae-yong menambah satu bek lagi di jantung pertahanan dengan mmainkan Fachrudin Aryanto menemani Rizky Ridho dan Alfeandra Dewangga untuk meredam serangan Vietnam.

Pada partai terakhir kontra Malaysia, skuad Garuda kembali bermain dengan duet stoper dengan Fachrudin Aryanto dan Alfeandra Dewangga yang berdiri di depan kiper Nadeo Argawinata.

Menariknya, di leg pertama semifinal (22/12/2021, menghadapi Singapura yang secara kualitas setara dengan Indonesia, Shin Tae-yong kembali memainkan trio Fachrudin Aryanto, Rizky Ridho dan Alfeandra Dewangga dalam formasi starter.

Strategi ini dipakai untuk mematikan striker timnas Singapura, Ikhsan Fandi yang ditopang gelandang serang lincah Faris Ramli.

Setelah bermain imbang 1-1 pada leg pertama, Shin Tae-yong memilih duet Fachrudin Aryanto-Rizky Ridho sebagai starter di posisi stoper. Sedang Alfeandra Dewangga dimainkan sebagai gelandang jangkar menemani Rachmat Irianto dalam formasi 4-2-3-1.

Peran Vital Bek Sayap dan Gelandang Jangkar

Rachmat Irianto. Bek tengah milik Persebaya Surabaya berusia 22 tahun ini tampil 66 menit sebelum digantikan Evan Dimas. Ia mampu tampil apik di babak pertama dengan beberapa kali mencuri bola dari penguasaan lawan. Ia layak mendapat nilai 6,5. (AFP/Roslan Rahman)
Rachmat Irianto. Bek tengah milik Persebaya Surabaya berusia 22 tahun ini tampil 66 menit sebelum digantikan Evan Dimas. Ia mampu tampil apik di babak pertama dengan beberapa kali mencuri bola dari penguasaan lawan. Ia layak mendapat nilai 6,5. (AFP/Roslan Rahman)

Berbeda dengan posisi stoper yang kerap berubah, hal ini tak terjadi di posisi bek sayap. Dimana Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan selalu jadi pilihan utama.

Pratama hanya sekali kehilangan posisinya itu karena mengalami cedera sehingga perannya dilakoni Edo Febriansyah. Menarik menyimak cara bermain kedua bek sayap dalam strategi ala Shin Tae-yong.

Asnawi dan Pratama tak hanya bertugas mengamankan sisi sayap tapi juga bergantian 'masuk' sebagai gelandang bertahan melapis Rachmat Irianto, sosok yang tergantikan sebagai gelandang bertahan.

Khusus di posisi jangkar, selain dua bek sayap, Shin Tae-yong belakangan menugaskan Alfeandra Dewangga yang memiliki naluri bertahan baik dan umpan jauh yang akurat menemani Rachmat Irianto.

Menghadapi Thailand pada dua laga final 29 Desember 2021 dan 1 Januari 2022, apakah Shin Tae-yong memakain formasi 4 atau 5 bek di lini belakang? Kami tunggu saja.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel